Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_7403.jpeg
Update fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat (IDN Times/Misrohatun)

Intinya sih...

  • Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam serta scam pasca 6 bulan peluncuran.

  • Data internal menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui SMS dan panggilan suara.

  • Sistem perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi. Manfaat perlindungan ini dirasakan secara signifikan oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam serta scam pasca 6 bulan peluncuran.

Berbasis akal imitasi (artificial intelligence/AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi strategis, Tanla lewat platform berbasis AI-nya, Wisely AI, yang secara konsisten melindungi 100 persen pelanggan dari potensi penipuan digital.

Memberikan rasa aman

Di tengah meningkatnya peran ponsel sebagai sarana utama komunikasi, transaksi, dan aktivitas ekonomi, perlindungan ruang digital kini menjadi kebutuhan mendasar. Melalui penguatan fitur ini, Indosat tidak hanya menghadirkan konektivitas yang andal, tetapi juga rasa aman bagi pelanggan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Data internal menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan juga meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan masa pencairan bantuan sosial.

Lebih dari sekadar memblokir ancaman, fitur ini juga mendorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan. Sejak diluncurkan, lebih dari 2,5 juta orang telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk peningkatan pengalaman dan mencatatkan lebih dari 124.000 nomor yang digunakan untuk aksi penipuan.

Membantu menyaring ancaman

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IDN Times/Misrohatun)

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Wamenkomdigi), mengapresiasi upaya yang dilakukan Indosat dalam memerangi scam dan spam di Indonesia. Hal ini menjadi contoh nyata pemanfaatan AI yang tepat guna bagi perlindungan konsumen.

"Kami mendorong pelaku industri untuk mengimplementasikan hal serupa demi terciptanya ekosistem digital yang lebih aman," ujarnya.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menambahkan bahwa penguatan fitur ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan.

“Kami melihat bahwa ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” jelas Vikram.

Sebagai mitra strategis Indosat, Tanla turut berperan dalam mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital. Sistem ini memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen persen dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data secara berkelanjutan.

Manfaat perlindungan

Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, sistem perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi. Manfaat perlindungan ini dirasakan secara signifikan, terutama oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang lebih tinggi.

Lebih jauh lagi, fitur ini membantu mencegah potensi kerugian finansial sebesar USD500 juta. Hasilnya, lebih dari 95 persen pelanggan merasa lebih terlindungi oleh fitur ini.

Editorial Team