Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trackball Mouse vs Vertical Mouse, Kenali Bedanya sebelum Beli

Trackball Mouse vs Vertical Mouse, Kenali Bedanya sebelum Beli
ilustrasi vertical mouse (pexels.com/Primitive Spaces)
Intinya Sih
  • Trackball mouse dan vertical mouse sama-sama dirancang untuk mengurangi ketegangan tangan, namun memiliki mekanisme berbeda: trackball digerakkan dengan bola, sedangkan vertical tetap digeser di meja.
  • Vertical mouse membantu posisi tangan lebih alami dan cocok bagi yang ingin mengurangi pronasi, sementara trackball mouse meminimalkan gerakan pergelangan serta bahu karena tidak perlu digeser.
  • Waktu adaptasi vertical mouse relatif singkat karena mirip dengan mouse biasa, sedangkan trackball membutuhkan pembiasaan lebih lama agar kontrol kursor terasa presisi dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bekerja di depan komputer selama berjam-jam sering membuat pergelangan tangan atau lengan terasa pegal. Kondisi inilah yang mendorong banyak orang untuk mulai beralih ke mouse ergonomis, terutama trackball mouse dan vertical mouse. Kendati sama-sama dirancang untuk membantu mengurangi ketegangan saat digunakan, keduanya menawarkan cara kerja yang cukup berbeda.

Buat kamu yang sedang mempertimbangkan salah satunya, memilih perangkat yang tepat ternyata tidak sesederhana melihat bentuk atau desainnya. Pasalnya, tingkat kenyamanan dipengaruhi oleh jenis aktivitas, sumber keluhan, hingga kesiapan pengguna untuk beradaptasi. Nah, berikut perbedaan trackball mouse vs vertical mouse yang perlu kamu pahami sebelum menentukan pilihan.

1. Kenali perbedaan cara kerja trackball mouse dan vertical mouse

ilustrasi vertical mouse
ilustrasi vertical mouse (razer.com)

Vertical mouse masih digunakan layaknya mouse biasa, yaitu dengan menggesernya di atas permukaan meja. Perbedaannya terletak pada desain yang membuat tangan berada pada posisi menyerupai berjabat tangan atau handshake grip. Posisi ini membantu mengurangi pronasi, yaitu kondisi ketika telapak tangan menghadap ke bawah sehingga ketegangan pada lengan bawah dapat berkurang saat digunakan dalam waktu lama.

Berbeda dengan vertical mouse, trackball mouse menggunakan mekanisme yang benar-benar berbeda. Perangkat ini tetap diam di atas meja, sedangkan kursor digerakkan dengan memutar bola menggunakan ibu jari atau jari lainnya. Alhasil, gerakan pergelangan dan lengan saat mengendalikan kursor menjadi jauh lebih sedikit sehingga banyak dipilih oleh pengguna yang ingin meminimalkan pergerakan tangan.

2. Pilih berdasarkan sumber keluhan yang sering dirasakan

ilustrasi vertical mouse
ilustrasi vertical mouse (razer.com)

Vertical mouse cocok bagi pengguna yang ingin mengurangi ketegangan akibat posisi tangan yang kurang alami saat menggunakan mouse konvensional. Sudut kemiringannya membantu menjaga pergelangan dan lengan tetap berada pada posisi yang lebih netral sehingga otot tidak bekerja sekeras ketika menggunakan mouse datar.

Sementara itu, trackball mouse lebih berfokus untuk mengurangi kebutuhan untuk menggeser mouse di atas meja. Karena sebagian besar pergerakan kursor dilakukan melalui bola, beban pada pergelangan, siku, hingga bahu akibat gerakan berulang dapat berkurang. Kendati begitu, mouse ergonomis bukan jaminan bahwa semua keluhan akan hilang karena penyebab nyeri setiap orang bisa berbeda.

3. Perhatikan waktu adaptasi sebelum beralih ke mouse ergonomis

ilustrasi trackball mouse
ilustrasi trackball mouse (unsplash.com/Rin McClenny)

Beralih ke vertical mouse umumnya tidak membutuhkan waktu adaptasi yang lama. Cara penggunaannya masih mirip dengan mouse biasa sehingga otak dan otot tidak perlu mempelajari pola gerakan yang benar-benar baru. Tak heran, banyak pengguna sudah merasa cukup nyaman hanya dalam beberapa hari.

Trackball mouse memiliki kurva belajar yang lebih tinggi. Mengendalikan kursor menggunakan bola membutuhkan pembiasaan agar gerakannya tetap presisi dan terasa alami. Sebagian orang dapat beradaptasi dalam beberapa hari, sementara yang lain memerlukan waktu beberapa minggu hingga benar-benar terbiasa.

4. Sesuaikan pilihan dengan pekerjaan dan gaya penggunaan sehari-hari

ilustrasi trackball mouse
ilustrasi trackball mouse (protoarc.com)

Vertical mouse umumnya cocok untuk pekerja kantoran, penulis, programmer, maupun pengguna yang sering berpindah antarjendela aplikasi. Cara kerjanya yang masih mirip dengan mouse biasa membuat proses adaptasi cenderung lebih mudah sehingga produktivitas tetap terjaga.

Di sisi lain, trackball mouse menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang memiliki meja kerja sempit karena perangkat ini tidak perlu digeser saat digunakan. Jika ingin meminimalkan gerakan tangan saat mengendalikan kursor, trackball mouse layak dipertimbangkan. Sebaliknya, apabila kamu menginginkan posisi tangan yang lebih alami tanpa mengubah kebiasaan menggunakan mouse secara drastis, vertical mouse bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Walau ada perbedaan antara trackball mouse vs vertical mouse, keduanya sama-sama menawarkan manfaat ergonomi meski dengan pendekatan yang berbeda. Vertical mouse membantu menjaga posisi tangan tetap lebih alami, sedangkan trackball mouse mengurangi kebutuhan untuk menggerakkan pergelangan dan lengan saat mengendalikan kursor. Kalau harus memilih salah satunya, perangkat mana yang paling sesuai dengan cara kerja dan kebutuhanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More