ilustrasi seseorang melihat foto-foto lama di smartphone (freepik.com/tirachardz)
Perkembangan teknologi membuat cara orang menyimpan kenangan berubah dari waktu ke waktu. Jika dahulu foto Lebaran biasanya dicetak dan disimpan dalam album keluarga di rumah, kini banyak orang mendokumentasikan momen tersebut melalui media sosial. Instagram menjadi salah satu tempat populer untuk menyimpan berbagai peristiwa penting, mulai dari potret setelah salat Id hingga foto kebersamaan bersama keluarga besar. Unggahan foto tersebut akhirnya berfungsi seperti album digital yang dapat dilihat kembali kapan saja.
Mengutip NPR, penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan mengambil foto juga memiliki hubungan dengan cara manusia mengingat suatu peristiwa. Elizabeth Loftus, profesor psikologi dari University of California, Irvine, menjelaskan bahwa mengambil terlalu banyak foto dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menyimpan memori. Ketika seseorang terlalu fokus mengambil gambar, perhatian terhadap pengalaman yang sedang berlangsung bisa berkurang. Akibatnya, seseorang mungkin memiliki banyak foto dari sebuah peristiwa, tetapi tidak sepenuhnya mengingat detail pengalaman tersebut.
Fenomena ini dikenal sebagai photo-taking impairment effect, yaitu kondisi ketika seseorang memindahkan tanggung jawab mengingat suatu momen kepada perangkat teknologi. Linda Henkel, profesor psikologi dari Fairfield University, menjelaskan bahwa ketika orang mengandalkan kamera untuk merekam suatu peristiwa, mereka cenderung tidak memperhatikan detail pengalaman secara penuh. Studi yang ia lakukan pada 2013 menunjukkan bahwa pengunjung museum lebih sulit mengingat objek yang mereka lihat ketika mereka memotretnya dibandingkan ketika mereka hanya mengamatinya. Prinsip yang sama dapat terjadi pada berbagai momen penting, termasuk saat orang sibuk memotret suasana Lebaran.
Meski demikian, berbagi foto di media sosial juga dapat membantu memperkuat kenangan jika dilakukan secara lebih sadar. Penelitian yang dipublikasikan oleh Cambridge University Press menunjukkan bahwa melihat kembali foto yang pernah diunggah dapat membantu seseorang mengingat detail peristiwa tertentu. Dalam konteks Lebaran, foto keluarga yang diunggah ke Instagram tidak hanya menjadi dokumentasi visual, tetapi juga pengingat akan suasana hangat saat berkumpul bersama orang-orang terdekat. Jadi, foto yang dibagikan di media sosial dapat berfungsi sebagai arsip kenangan yang tetap hidup dari tahun ke tahun.