Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Streaming Piala Dunia Lebih Lambat dari Televisi?
ilustrasi trofi dan bola Piala Dunia (unsplash.com/@fznsr_)
  • Streaming lebih lambat karena video harus dikompresi dan diproses sebelum dikirim ke penonton.

  • Sistem buffer sengaja menambahkan jeda agar tayangan tetap lancar saat koneksi internet tidak stabil.

  • Meski teknologi low-latency streaming terus berkembang, siaran TV umumnya lebih cepat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menonton pertandingan Piala Dunia melalui layanan streaming semakin populer sejak edisi 2018. Beberapa penggemar sepak bola memilih menonton lewat smartphone, tablet, laptop, atau smart TV karena lebih praktis dan fleksibel. Namun, ada satu hal yang sering dikeluhkan penonton: siaran streaming yang lebih lambat dibandingkan televisi.

Tak jarang, seseorang yang menonton melalui aplikasi streaming baru melihat gol beberapa detik setelah tetangga yang menonton lewat TV berteriak lebih dulu. Hal ini berkaitan dengan cara kerja teknologi distribusi siaran digital modern. Berikut penjelasan kenapa video live streaming bisa lebih lambat dari siaran televisi.

1. Proses pengolahan video membutuhkan waktu

ilustrasi siaran langsung sepak bola (pexels.com/@jeshoots)

Sebelum pertandingan sampai ke layar penonton, gambar dari kamera stadion harus melewati berbagai tahapan pemrosesan. Video mentah akan dikompresi terlebih dahulu agar ukuran datanya lebih kecil dan dapat dikirim melalui jaringan internet secara efisien. Proses kompresi dan pengkodean video ini membutuhkan waktu meski hanya beberapa detik. Semakin tinggi kualitas gambar yang ditawarkan, seperti Full HD atau 4K, semakin besar pula proses pengolahan yang harus dilakukan sebelum siaran dapat diteruskan ke pengguna.

2. Streaming menggunakan sistem buffer

juru kamera pertandingan sepak bola (unsplash.com/@medion4you)

Layanan streaming umumnya menggunakan buffer untuk menjaga tayangan tetap lancar. Buffer adalah proses menyimpan sebagian data video terlebih dahulu sebelum diputar pada perangkat pengguna. Tujuannya agar video tidak mudah berhenti ketika koneksi internet mengalami gangguan sesaat. Konsekuensinya ialah penonton harus menerima jeda beberapa detik karena aplikasi sengaja menunggu sejumlah data terkumpul sebelum menampilkan siaran secara real-time.

3. Jalur distribusi internet lebih panjang

ilustrasi siaran langsung sepak bola (pexels.com/@soumithsoman)

Siaran televisi dan streaming menggunakan jalur distribusi yang berbeda. Pada televisi digital, satelit, atau siaran terestrial, sinyal dapat dikirim langsung ke pemancar dan diteruskan ke rumah-rumah penonton dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, layanan streaming harus melewati server, jaringan distribusi konten atau content delivery network (CDN), penyedia layanan internet, hingga akhirnya sampai ke perangkat pengguna. Setiap tahapan ini menambahkan sedikit keterlambatan yang jika dijumlahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan detik.

4. Jumlah penonton yang sangat besar bisa menambah delay

ilustrasi nobar sepak bola (unsplash.com/@lucianooliveira)

Pertandingan Piala Dunia merupakan salah satu acara yang ditonton oleh ratusan juta orang di seluruh dunia. Ketika jutaan pengguna mengakses layanan streaming secara bersamaan, server harus bekerja lebih keras untuk mendistribusikan data ke seluruh penonton. Untuk menjaga stabilitas layanan, beberapa platform sengaja menambah buffer atau meningkatkan toleransi keterlambatan. Cara ini dilakukan agar siaran tetap lancar dan tidak mengalami gangguan meski jumlah penonton sedang berada pada puncaknya.

5. Teknologi streaming terus berusaha mengurangi keterlambatan

ilustrasi menonton sepak bola di TV (magnific.com/gpointstudio)

Penyedia layanan streaming menyadari bahwa keterlambatan menjadi salah satu kelemahan utama dibandingkan televisi konvensional. Beberapa perusahaan mulai menerapkan teknologi low-latency streaming yang dirancang untuk memangkas jeda siaran. Meski begitu, mencapai siaran internet yang setara dengan televisi masih menjadi tantangan teknis yang kompleks. Berkat perkembangan jaringan, server, dan teknologi kompresi yang semakin canggih, keterlambatan streaming diperkirakan akan terus berkurang pada ajang-ajang besar seperti Piala Dunia 2026.

Kesimpulannya, streaming Piala Dunia bisa lebih lambat dari TV karena harus melalui proses kompresi, buffering, dan distribusi data melalui internet. Meski begitu, kemajuan teknologi terus membuat jeda tersebut semakin kecil sehingga pengalaman menonton menjadi semakin nyaman dari tahun ke tahun. Jadi, kamu sendiri bakal nonton Piala Dunia via siaran televisi atau streaming, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article