Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komdigi Peringatkan Orang Tua Tak Pinjamkan Akun Media Sosial ke Anak
Acara Cerdas Digital: Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang (IDN Times/Misrohatun)
  • Komdigi menegaskan PP TUNAS sudah menjadi dasar hukum kuat, namun masih ada celah karena anak bisa meminjam akun media sosial orang tua.
  • Alexander Sabar mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai kurator utama pengalaman digital anak dengan memanfaatkan fitur parental control secara aktif.
  • Tiga tanggung jawab utama orang tua meliputi membangun literasi digital bersama anak, menciptakan komunikasi terbuka, dan menetapkan rutinitas digital sehat berbasis dialog serta kepercayaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyebut bahwa Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang DIgital (PP TUNAS) yang sudah mereka bentuk masih memiliki celah kecurangan meski telah menjadi dasar hukum yang kuat.

"Hukum dapat mewajibkan verifikasi usia, tetapi hukum tidak bisa mencegah anak meminjam akun orang tua. Algoritma dapat diatur, tetapi tidak akan bisa menggantikan percakapan ibu dan anak di rumah," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komdigi, Alexander Sabar dalam acara 'Cerdas Digital: Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang' di Jakarta, Jumat (22/05/2026).

Manfaatkan fitur dari platform

Alexander menjelaskan bahwa fitur parental control atau family link yang disediakan platform digital tidak akan bermanfaat jika orang tua tidak menggunakan alat khusus untuk anak mereka.

"Celah-celah ini hanya dapat ditutup oleh orang tua atau wali dari si anak yang harus memposisikan dirinya sebagai kurator pertama bagi pengalaman digital anak," lanjutnya.

Tanggung jawab utama

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang DIgital, Kementerian Komdigi, Alexander Sabar (IDN Times/Misrohatun)

Komdigi menjelaskan bahwa ada tiga tanggung jawab utama bagi orang tua, di antaranya:

  1. Membangun literasi digital bersama anak sehingga tidak perlu khawatir bagi orang tua yang masih 'gaptek'.

  2. Menciptakan komunikasi yang terbuka dan penuh kepercayaan sehingga anak merasa aman bercerita saat menghadapi hal-hal yang membahayakan mereka di ruang digital.

  3. Orang tua membangun rutinitas digital yang sehar dalam keluarga melalui kesepakan bersama berlandaskan dialog dan kepercayaan.

Perlu kolaborasi bersama

Alexander percaya apabila pemerintah, kemudian industri atau platform digital, komunitas, sekolah, orang tua dan seluruh masyarakat berjalan bersama mewujudkan ruang digital di indonesia yang aman, sehat dan produktif.

"Bagi kami melindungi anak di ruang digital bukan hanya soal hari ini, melainkan menentukan kualitas Indonesia di masa depan. Mari kita pastikan ruang digital Indonesia menjadi tempat yang aman untuk belajar, sehat untuk bertumbuh dan kuat untuk membangun masa depan bangsa," dia mengatakan.

Editorial Team