Penerapan AI di sektor kesehatan mulai menunjukkan skala dan hasil yang terukur. Ant Group membangun platform kesehatan multimodal berskala nasional dengan akurasi diagnosis di atas 90 persen dan riset klinisi 80 persen lebih cepat di 5.000 institusi.
Landing Med menskalakan skrining sitologi berbasis AI ke 91 persen wilayah terpencil, memungkinkan lebih dari 13 juta deteksi kanker dini melalui pencitraan medis cloud dan edge. Di Jepang, Genshukai dan Fujitsu menerapkan agen AI untuk manajemen rumah sakit, menghemat lebih dari 400 jam kerja staf dan meningkatkan pendapatan sebesar 1,4 juta dolar AS.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi bersama AmplifAI menguji pencitraan termal AI yang memangkas waktu klinisi 90 persen dan biaya perawatan hingga 80 persen untuk deteksi dini kaki diabetes. Sementara itu, Sanofi membangun model perusahaan berbasis AI dengan lebih dari 1.300 use case yang mempercepat siklus pengembangan dan mendorong peningkatan kinerja komersial.
Temuan World Economic Forum menunjukkan bahwa banyak industri telah membangun kapabilitas, data, dan tata kelola untuk menskalakan AI. Di tengah kesenjangan adopsi yang melebar, kinerja kini menjadi pembeda utama antara potensi AI dan dampak nyata.