Mengapa AI PC Jadi Bintang Utama di Panggung CES 2026?

- AI PC mendominasi CES 2026 karena kematangan teknologi chip AI
- Perangkat lunak menjadi backup untuk mengimbangi perangkat keras
- AI bukan lagi sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai fondasi masa depan komputasi secara personal
Pameran CES 2026 yang telah berlangsung pada pada 6–9 Januari 2026 lalu di Las Vegas, Amerika Serikat memberi satu pelajaran penting bahwa ajang ini bukan sekadar etalase inovasi, melainkan barometer arah perkembangan industri teknologi global. Seperti pola tahun-tahun sebelumnya, laptop dan PC masih mendominasi berbagai sudut pameran. Namun, sorotan utama di tahun ini justru mengerucut pada satu tema besar yaitu AI PC.
Hampir seluruh pemain utama seperti Samsung, Dell, HP, Lenovo, Asus, hingga Microsoft menjadikan AI PC sebagai arus utama dalam setiap pengumuman resmi produk mereka. ika pada gelaran sebelumnya AI kerap diposisikan sebagai fitur tambahan atau konsep masa depan, di CES 2026 AI tampil sebagai fondasi baru komputasi personal. Kira-kira, kenapa AI PC begitu mendominasi panggung CES 2026? Ketahui alasannya berikut!
1. Kematangan teknologi chip AI

Salah satu faktor utama yang membuat AI PC mendominasi CES 2026 adalah semakin matangnya perangkat keras khusus untuk komputasi AI. Hampir setiap pengumuman produk yang mereka luncurkan berpusat pada prosesor generasi terbaru yang menggabungkan NPU bertenaga bersama CPU dan GPU. Intel. Sebagai contoh, platform Core Ultra Series 3 yang menjadi otak di balik perangkat seperti Samsung Galaxy Book 6 Ultra dan pembaruan Dell XPS AI yang menekankan pada pemrosesan AI lokal untuk tugas seperti pengolahan gambar, peningkatan kualitas video, hingga otomatisasi produktivitas.
Di sisi lain, Qualcomm juga tampil meyakinkan melalui laptop berbasis Snapdragon X Elite dan X Plus dari Lenovo, HP, dan Asus. Kehadiran perangkat ini memperkuat posisi Windows berbasis ARM sebagai alternatif jangka panjang terhadap sistem x86 konvensional. Menariknya, chip-chip ini tidak dipromosikan semata-mata lewat spesifikasi teknis semata.
Para produsen justru menekankan keunggulan menjalankan model AI langsung di perangkat, mulai dari mengurangi ketergantungan pada cloud, mempercepat waktu respons, hingga menjaga keamanan data sensitif tetap berada di sisi pengguna. Perangkat seperti Lenovo Yoga Pro AI dan HP Spectre x360 AI Edition pun diperkenalkan sebagai laptop harian yang mampu menangani beban kerja AI secara senyap di latar belakang, alih-alih sebagai perangkat eksperimental. Pergeseran inilah yang menjelaskan mengapa label AI kini hadir di berbagai segmen sehingga tidak lagi terbatas pada model flagship saja.
2. Perangkat lunak menjadi backup untuk mengimbangi perangkat keras

Perangkat keras saja tidak cukup untuk menjadikan AI PC tampil dominan di CES 2026. Perangkat lunak memegang peran yang sama pentingnya. Microsoft memperluas ekosistem Copilot Plus PC melalui integrasi fitur AI yang semakin dalam di tingkat sistem operasi Windows, dan mendemonstrasikannya di berbagai perangkat mitra. Fitur seperti penerjemahan real-time, pencarian kontekstual, penyuntingan foto berbasis AI, hingga pengelolaan daya adaptif diperlihatkan berjalan langsung di NPU, bukan bergantung pada pemrosesan cloud. Kehadiran fitur-fitur ini di perangkat seperti Surface Laptop AI Edition dan seri Acer Swift AI menegaskan bahwa AI kini menjadi bagian yang melekat dari pengalaman menggunakan sistem operasi Windows.
Meski Apple tidak hadir secara fisik di CES, pengaruhnya tetap terasa kuat. Sejumlah produsen PC secara terbuka membandingkan AI PC mereka dengan Mac berbasis chip M-series, khususnya dalam hal efisiensi dan performa berkelanjutan. Perbandingan ini mendorong merek-merek PC untuk memperbaiki desain termal, meningkatkan kapasitas baterai, serta mengoptimalkan perangkat lunak. Dampaknya terlihat jelas di CES 2026, di mana fokus pengumuman produk mereka bergeser dari spesifikasi yang mencolok ke manfaat praktis AI dalam aktivitas sehari-hari, seperti panggilan video, pembuatan konten, dan pekerjaan perkantoran.
3. AI bukan lagi sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai fondasi masa depan komputasi secara personal

Alasan lain mengapa AI PC mendominasi CES 2026 terletak pada kejelasan pesan yang disampaikan kepada dua segmen utama yaitu konsumen dan pelaku bisnis. Untuk konsumen, AI PC diposisikan sebagai perangkat yang siap menghadapi masa depan, dirancang agar tetap relevan dalam beberapa tahun ke depan seiring semakin banyaknya aplikasi yang mengadopsi fitur berbasis AI. Sementara itu, untuk segmen enterprise, produsen seperti Dell dan Lenovo menampilkan seri ThinkPad dan Latitude berkemampuan AI yang dilengkapi on-device security analytics dan otomatisasi pengelolaan IT, sehingga ketergantungan pada server eksternal dapat ditekan.
Aspek harga juga mendapat perhatian serius di CES 2026. Meski banyak AI PC ditampilkan dalam konfigurasi premium, sejumlah merek menegaskan bahwa laptop berkemampuan AI dengan harga lebih terjangkau akan menyusul sepanjang tahun ini. Strategi tersebut memperlihatkan bahwa AI PC tidak diperlakukan sebagai produk niche, melainkan sedang diarahkan menjadi kategori standar berikutnya dalam pasar PC.
Satu pesan penting yang mengemuka dari CES 2026 adalah cara industri teknologi memandang AI sebagai fondasi baru komputasi personal. AI PC muncul sebagai titik temu antara kemajuan perangkat keras, kematangan perangkat lunak, dan kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Di ajang ini, AI PC tidak diposisikan sebagai teknologi eksperimental, melainkan sebagai evolusi alami dari PC modern. Dari sinilah wajar jika AI PC menjadi sorotan utama karena industri tengah membentuk standar baru bagi masa depan komputer pribadi (Personal Computer).

















