Raksasa teknologi itu juga dilaporkan telah menjajaki bidang robotika, khususnya untuk penggunaan di rumah. Salah satu konsepnya mencakup perangkat meja dengan lengan robot yang terpasang pada layar, yang pada dasarnya merupakan asisten pintar yang dapat bergerak.
Menariknya, hal ini sejalan dengan minat Ternus yang sudah lama terhadap robotika. Saat kuliah, ia membangun perangkat yang memungkinkan penderita quadriplegia mengendalikan lengan mekanis untuk memberi makan menggunakan gerakan kepala.
Ada juga ide-ide untuk robot bergerak yang dapat mengikuti penggunanya, menangani tugas-tugas sederhana, atau bertindak seperti layar FaceTime yang bergerak. Beberapa laporan bahkan menyebutkan eksperimen dengan robot humanoid, meskipun hal itu kemungkinan masih bertahun-tahun lagi.
Meskipun tidak ada yang bisa dipastikan akan terjadi, hal-hal tersebut memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai arah pemikiran Apple.
Namun, kelangkaan chip memori yang terus berlanjut, kebijakan tarif Presiden Trump yang sering berubah-ubah, dan ketergantungan perusahaan pada manufaktur di China, dapat menciptakan periode yang menantang di masa mendatang.
Sekitar 80 persen iPhone diproduksi di Negeri Tirai Bambu sebelum diberlakukannya tarif. Perusahaan baru-baru ini mengalihkan produksinya ke India, dengan sekitar 25 persen iPhone diproduksi di negara tersebut tahun lalu.