Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengungkap Strategi John Ternus, CEO Apple Pengganti Tim Cook
ilustrasi Apple (pixabay.com)
  • John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple akhir tahun ini, menandai perubahan fokus perusahaan menuju inovasi perangkat keras di tengah tantangan global.
  • Ternus, yang berpengalaman dalam rekayasa hardware sejak 2001, diperkirakan akan mendorong pengembangan produk berbasis AI seperti kacamata pintar, AirPods cerdas, dan iPhone lipat.
  • Apple juga menjajaki proyek robotika rumah tangga sejalan dengan minat pribadi Ternus, meski tetap menghadapi hambatan rantai pasokan dan kebijakan tarif internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah upaya Apple untuk tetap kompetitif di bidang akal imitasi (artificial intelligence/AI) sambil menghadapi hambatan tarif dan ketidakpastian rantai pasokan, masa depan perusahaan ini akan segera mengalami perubahan di bawah kepemimpinan baru.

Pekan lalu, Apple mengumumkan bahwa John Ternus akan mengambil alih jabatan CEO pada akhir tahun ini, menggantikan Tim Cook.

Punya keahlian berbeda

Mengutip dari situs Tech Crunch, Cook telah mengubah Apple menjadi raksasa global senilai USD4 triliun, memperluas bisnis layanannya dan memimpin perusahaan melalui beberapa tahun paling menguntungkan dalam sejarah industri teknologi. 

Ternus membawa keahlian yang berbeda. Sebagai eksekutif hardware berpengalaman, ia telah menghabiskan kariernya mengembangkan perangkat Apple, bukan mengelola bisnis secara keseluruhan.

IA bergabung dengan Apple pada tahun 2001 dan naik pangkat di bidang rekayasa perangkat keras. Selama kariernya, ia telah berkontribusi pada beberapa produk terbesar perusahaan, termasuk AirPods, Apple Watch, dan Vision Pro.

Penunjukannya menandakan fokus baru pada perangkat keras di saat Apple berada di bawah tekanan untuk mendefinisikan era berikutnya. Ternus kini akan membantu menentukan seperti apa bentuknya.

Hardware yang mengutamakan AI

ilustrasi Apple (apple.com)

Alih-alih mencoba bersaing secara langsung dengan perusahaan-perusahaan yang mengembangkan model AI terbesar, Ternus mungkin akan mendorong Apple untuk fokus pada perangkat yang didukung AI itu sendiri, baik itu perangkat yang ada di tangan, yang dikenakan atau yang ada di rumah.

Sudah banyak spekulasi mengenai apa yang akan diluncurkan Apple selanjutnya. Ide-ide yang beredar mencakup kacamata pintar, kalung yang dapat dikenakan dengan kamera terintegrasi bahkan AirPods dengan fitur AI. Menurut rumor, idenya adalah bahwa semua produk ini akan terhubung ke iPhone, dengan Siri memainkan peran utama.

Ternus juga diperkirakan akan mempercepat pengembangan produk-produk yang selama ini terhenti. iPhone lipat adalah contoh yang paling jelas. Produk ini sudah menjadi bahan rumor selama bertahun-tahun, dan sementara para pesaing telah melangkah lebih dulu, Apple mengambil pendekatan yang lebih lambat, menunggu hingga teknologinya memenuhi standar mereka. 

Laporan menyebutkan bahwa produk tersebut akan diluncurkan pada bulan September, yang berarti Ternus akan memimpin peluncurannya.

Strategi yang mungkin akan dikerjakan

Raksasa teknologi itu juga dilaporkan telah menjajaki bidang robotika, khususnya untuk penggunaan di rumah. Salah satu konsepnya mencakup perangkat meja dengan lengan robot yang terpasang pada layar, yang pada dasarnya merupakan asisten pintar yang dapat bergerak.

Menariknya, hal ini sejalan dengan minat Ternus yang sudah lama terhadap robotika. Saat kuliah, ia membangun perangkat yang memungkinkan penderita quadriplegia mengendalikan lengan mekanis untuk memberi makan menggunakan gerakan kepala.

Ada juga ide-ide untuk robot bergerak yang dapat mengikuti penggunanya, menangani tugas-tugas sederhana, atau bertindak seperti layar FaceTime yang bergerak. Beberapa laporan bahkan menyebutkan eksperimen dengan robot humanoid, meskipun hal itu kemungkinan masih bertahun-tahun lagi.

Meskipun tidak ada yang bisa dipastikan akan terjadi, hal-hal tersebut memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai arah pemikiran Apple.

Namun, kelangkaan chip memori yang terus berlanjut, kebijakan tarif Presiden Trump yang sering berubah-ubah, dan ketergantungan perusahaan pada manufaktur di China, dapat menciptakan periode yang menantang di masa mendatang. 

Sekitar 80 persen iPhone diproduksi di Negeri Tirai Bambu sebelum diberlakukannya tarif. Perusahaan baru-baru ini mengalihkan produksinya ke India, dengan sekitar 25 persen iPhone diproduksi di negara tersebut tahun lalu.

Topics

Editorial Team