Dominasi lini Muse Wonder pada tolok ukur rekayasa perangkat lunak DeepSWE v1.1 yang mengungguli model pesaing utama. (meta.com)
Kemampuan keluarga Muse Wonder diuji secara komprehensif melawan model papan atas seperti Claude Opus 5.5, GPT-6 Astra, dan Gemini 4 Argon. Platform tolok ukur independen Artificial Analysis mencatat Muse Wonder Full berhasil meraih skor 56 pada indeks kecerdasannya. Angka tersebut menempatkan model andalan Meta ini sejajar dengan Claude Sonnet 5.5 dan hanya terpaut dua poin dari posisi puncak.
Keunggulan model ini terlihat sangat dominan pada sektor rekayasa perangkat lunak berdurasi panjang. Pada pengujian DeepSWE v1.1, Muse Wonder Full dan varian reguler memimpin di posisi teratas dengan raihan skor masing-masing 79,0 dan 78,8 persen. Rekor tersebut berlanjut pada uji SWE-Marathon, di mana varian Full mengungguli Claude Opus 5.5 dan GPT-6 Astra.
Keluarga model ini juga menorehkan hasil gemilang pada pengujian bidang profesional khusus. Model ini mencatatkan skor 85,6 pada MemoryBench serta unggul signifikan dalam uji dokumen hukum Harvey LAB-AA dengan skor 13,1 poin. Selain itu, performanya pada pengujian agen keuangan Vals Finance Agent V2 mampu bersaing ketat dengan skor 59,1 poin.
Meski mendominasi pemrograman panjang, DataCamp mencatat Muse Wonder masih tertinggal pada beberapa skenario pengujian. Kelemahan terbesarnya tampak pada tolok ukur ProgramBench untuk membangun program dari nol, di mana model ini tertinggal 11,5 poin dari Claude Opus 5.5. Model ini juga harus mengakui keunggulan lawan pada pemrograman terminal serta evaluasi medis HealthBench Pro.