Meta kembali memanaskan persaingan industri kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan model terbarunya, Muse Spark, pada Rabu (8/4/2026). Langkah ini menegaskan ambisi perusahaan untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing utama seperti OpenAI, Anthropic, hingga Google. Ambisi tersebut terlihat dari investasi besar yang digelontorkan. Meta bahkan dikabarkan mengucurkan dana hingga 14,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp228,8 triliun untuk merekrut Alexandr Wang, pendiri Scale AI.
Muse Spark dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs, unit baru yang dipimpin langsung oleh Wang. Pembentukan unit ini menjadi bagian dari strategi agresif Meta setelah sempat kehilangan momentum di pasar AI akibat respons kurang memuaskan terhadap model Llama. Kini, CEO Mark Zuckerberg berupaya mengarahkan ulang strategi perusahaan agar kembali kompetitif di tengah persaingan AI yang kian sengit lewat Muse Spark.
