Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi logo Meta (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)
ilustrasi logo Meta (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)

Intinya sih...

  • Meta uji coba layanan berlangganan premium untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp

  • Layanan subscription akan menawarkan fitur eksklusif seperti akses kemampuan AI yang lebih kuat dan alat produktivitas

  • Layanan premium tidak akan menggantikan pengalaman gratis, tetapi memberi kontrol lebih besar dan fitur "powerful" dalam berbagi dan berinteraksi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meta dikabarkan tengah menyiapkan uji coba layanan berlangganan premium untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Layanan subsciption ini disebut akan menawarkan fitur eksklusif di luar pengalaman gratis yang selama ini menjadi andalan.

Dilansir dari TechCrunch, fitur berbayar kali ini tidak seperti fitur centang biru seperti yang pernah diperkenalkan Meta Verified sebelumnya. Langkah baru ini akan mengambil fokus pada akses kemampuan AI yang lebih kuat, alat produktivitas, serta fitur tambahan yang dirancang untuk pengguna aktif, kreator, dan pelaku usaha.

Bedanya dengan Layanan Gratis

ilustrasi logo Meta dan Facebook. (unsplash.com/ Dima Solomin)

Meta menyatakan bahwa paket langganan ini tidak akan menggantikan pengalaman inti platform yang tetap gratis. Alih-alih itu, layanan premium akan memberi pengguna kontrol lebih besar, fitur eksklusif, dan pengalaman yang lebih "powerful" dalam cara mereka berbagi dan berinteraksi.

Salah satu fitur andalannya nanti ada pada fitur AI untuk kreativitas. Meta tengah menguji akses berbayar untuk alat pembuatan konten berbasis AI seperti Vibes, sistem pembuatan dan remix video pendek yang sebelumnya gratis, yang dalam rencana baru bisa dibuka kapasitasnya lewat biaya langganan.

Yang paling menarik dari layanan berbayar ini adalah rencana Meta untuk mengintegrasikan Manus AI, agen kecerdasan buatan yang diakuisisi perusahaan dengan nilai diperkirakan mencapai USD 2 miliar, langsung ke dalam pengalaman berlangganan. Manus dirancang untuk memberikan pengalaman AI lebih kaya dalam percakapan, rekomendasi, dan automasi tugas digital sehari-hari.

Meta juga berencana menawarkan Manus sebagai langganan terpisah untuk kebutuhan bisnis, sekaligus lebih memperluas alat AI tersebut ke berbagai fitur premium di tiga platformnya.

Cari Peluang Cuan

Meski ketergantungan Meta pada iklan digital masih kuat, perubahan model ini muncul di tengah tantangan industri yang terus berubah, mulai dari tekanan regulasi privasi hingga perlambatan pertumbuhan pendapatan iklan di beberapa pasar. Model berlangganan dipandang sebagai cara untuk mendiversifikasi pendapatan dan tetap relevan dengan kebutuhan pengguna yang menginginkan pengalaman lebih personal dan bebas batasan.

Langkah ini juga mengikuti tren yang sudah tampak di perusahaan lain, seperti Snapchat+ yang telah menarik jutaan pelanggan berbayar dengan fitur eksklusifnya.

Meski terdengar menjanjikan, pendekatan berbayar ini kemungkinan akan menghadapi tantangan karena "subscription fatigue" di mana pengguna sudah kelelahan dengan beragam layanan berbayar yang ditawarkan. Meta sendiri mengatakan akan menguji berbagai model selama beberapa bulan ke depan dan menyesuaikannya berdasarkan umpan balik pengguna.

Untuk pengguna umum, ini berarti perubahan besar dalam cara mengakses fitur yang selama ini gratis. Beberapa fitur mungkin tetap tersedia tanpa biaya, sementara kemampuan lanjutan seperti manajemen audiens atau alat AI canggih hanya dibuka lewat langganan baru.

Editorial Team