MyRepublic Air Buka Fase Pra-Registrasi, Alternatif Internet Nirkabel

- MyRepublic Air membuka pra-registrasi layanan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) sebagai alternatif koneksi tanpa kabel fiber ke rumah.
- FWA memanfaatkan jaringan radio nirkabel sebagai penghubung terakhir ke rumah pelanggan, cocok untuk wilayah dengan tantangan geografis serupa Indonesia.
- Layanan ini direncanakan tersedia di sejumlah kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara-wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik.
Ketersediaan internet cepat masih menjadi isu nyata di sejumlah wilayah Indonesia. Di luar kota-kota besar dengan infrastruktur fiber yang relatif matang, akses internet sering kali terbatas oleh faktor geografis, biaya instalasi, dan waktu pembangunan jaringan. Dalam konteks inilah MyRepublic Indonesia membuka pra-registrasi MyRepublic Air, layanan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) yang ditujukan sebagai alternatif koneksi tanpa kabel fiber ke rumah.
Kehadiran layanan ini menambah variasi pilihan akses internet rumah, terutama bagi wilayah yang belum terjangkau Fiber to the Home (FTTH). Alih-alih memposisikan diri sebagai pengganti total fiber, FWA hadir sebagai solusi transisi di tengah ketimpangan infrastruktur yang masih terjadi.
Fixed Wireless Access sebagai Alternatif Konektivitas

Teknologi Fixed Wireless Access memanfaatkan jaringan radio nirkabel sebagai penghubung terakhir dari jaringan utama ke rumah pelanggan. Pendekatan ini memungkinkan pemasangan yang relatif lebih cepat karena tidak memerlukan penarikan kabel fisik hingga ke dalam bangunan.
Dalam praktiknya, FWA banyak digunakan di negara dengan tantangan geografis serupa Indonesia, sebagai solusi sementara atau pelengkap jaringan kabel. Kecepatan dan stabilitasnya sangat bergantung pada kondisi jaringan, jarak ke pemancar, serta kepadatan pengguna di area tertentu.
MyRepublic Air menggunakan pendekatan ini untuk menghadirkan layanan internet rumah dengan skema unlimited dan kecepatan yang diklaim mencapai hingga 100 Mbps, tanpa proses instalasi kabel yang kompleks.
Menyasar Wilayah di Luar Jangkauan Fiber
Salah satu konteks penting dari kehadiran MyRepublic Air adalah fokus wilayah layanannya. Layanan ini direncanakan tersedia di sejumlah kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara-wilayah yang selama ini belum sepenuhnya terlayani jaringan fiber optik.
Di banyak daerah tersebut, pembangunan FTTH kerap terkendala biaya investasi tinggi dan waktu implementasi yang panjang. FWA menawarkan pendekatan yang lebih cepat untuk menghadirkan konektivitas dasar, meski dengan karakteristik yang berbeda dari fiber.
Bagi pengguna, kehadiran opsi seperti ini membuka ruang pilihan, terutama untuk kebutuhan kerja jarak jauh, pembelajaran daring, dan konsumsi konten digital sehari-hari.
Bagian dari Diversifikasi Layanan Internet

Selama ini, MyRepublic dikenal sebagai penyedia layanan internet berbasis fiber. Kehadiran MyRepublic Air dapat dibaca sebagai upaya diversifikasi model layanan, bukan pergeseran total dari FTTH ke FWA.
Pendekatan multi-teknologi semacam ini juga dilakukan oleh sejumlah penyedia layanan internet lain, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas yang tidak selalu bisa dipenuhi satu teknologi saja. Dalam jangka panjang, FWA berpotensi berfungsi sebagai solusi sementara sebelum infrastruktur fiber tersedia, atau sebagai opsi tetap di wilayah tertentu.
Pra-Registrasi sebagai Tahap Awal

Saat ini, MyRepublic Air masih berada pada tahap pra-registrasi. Fase ini umumnya digunakan untuk memetakan minat pasar, kesiapan jaringan, serta wilayah prioritas sebelum layanan diluncurkan secara lebih luas.
Belum banyak detail teknis yang diumumkan terkait kualitas layanan di berbagai kondisi penggunaan. Seperti layanan FWA pada umumnya, performa riil nantinya akan sangat bergantung pada implementasi jaringan di masing-masing lokasi.
MyRepublic Air menambah satu opsi baru dalam lanskap akses internet rumah di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi Fixed Wireless Access, layanan ini mencoba menjawab tantangan konektivitas di wilayah yang belum terjangkau fiber, tanpa mengklaim sebagai solusi tunggal.



















