ilustrasi ChatGPT (pexels.com/Matheus Bertelli)
Pertanyaan seputar AI biasanya dimulai dari definisi paling dasar, yaitu apa sebenarnya AI. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan Artificial adalah teknologi di bidang komputer yang dirancang supaya mesin bisa “berpikir” dan melakukan hal-hal yang biasanya hanya bisa dilakukan manusia. Contohnya, mengenali suara, memahami bahasa, memecahkan masalah, atau membantu mengambil keputusan.
Singkatnya AI itu seperti otak buatan untuk komputer atau mesin. Tujuannya, agar mereka bisa belajar, mengenali pola, hingga bekerja layaknya manusia dalam beberapa hal.
Stanford EdTech Lab menyebut AI sebagai simulation of human intelligence processes by machines, particularly computer systems. Jadi, fungsinya mencakup proses belajar, bernalar, memecahkan masalah, persepsi, serta memahami bahasa alami. Contoh paling sederhana dari penerapan AI adalah virtual assistant seperti Siri, Google Assistant, atau Alexa yang mampu memahami perintah suara dan meresponsnya secara real‑time.
AI tidak hanya terbatas pada chatbot atau mesin pencari. Teknologi ini juga dipakai dalam kesehatan untuk membaca hasil rontgen, di industri otomotif untuk kendaraan otonom, serta di keuangan untuk mendeteksi potensi penipuan.