Laporan Micro-Credentials Impact Report 2026 menunjukkan bahwa perusahaan kini tidak lagi hanya mengandalkan ijazah formal, tetapi juga mulai memprioritaskan keterampilan yang telah dibuktikan melalui sertifikasi atau pelatihan berbasis kompetensi.
Temuan tersebut mengungkapkan bahwa sebanyak 99% pemberi kerja di Indonesia telah merekrut setidaknya tiga kandidat yang memiliki micro-credentials dalam satu tahun terakhir. Angka ini mencerminkan semakin kuatnya pergeseran menuju praktik rekrutmen berbasis keterampilan (skills-first hiring), di mana kemampuan praktis menjadi salah satu faktor utama dalam proses seleksi.
Bagi perusahaan, micro-credentials dinilai sebagai indikator yang dapat dipercaya bahwa seorang kandidat memiliki keterampilan yang relevan dan siap memberikan kontribusi sejak hari pertama bekerja. Tidak hanya itu, 85% pemberi kerja di Indonesia menyatakan bahwa kandidat yang memiliki micro-credentials dapat melalui proses rekrutmen lebih cepat dibandingkan pelamar tanpa sertifikasi serupa.
