Jadi, bagaimana cara menyejahterakan content creator bangsa? Jawabannya adalah monetisasi. Inilah yang menjadi visi TipTip. Albert mengatakan bahwa content creator TipTip tak perlu audiensi yang besar.
"Hanya perlu beberapa super fans yang bisa mengapresiasi langsung. Apresiasi ini bisa dalam bentuk “tipping”, salah satu latar belakang dari nama platform ini... Apa pun karya yang bisa di-post, ini bisa dimonetisasi,” ujar Albert.
Menurut Triawan, perlakuan adil dan transparan pada semua content creator adalah hal yang membedakan TipTip dengan platform lain. Seperti namanya, para content creator memberikan tip untuk para penonton, sementara penonton memberikan tip kepada mereka. Meski simpel, konsep ini amat bermakna.
“Tak ada uang besar kalau tak ada uang receh,” imbuh Triawan.
Tim TipTip berfoto bersama dalam sesi Grand Launch TipTip. (youtube.com/TipTip TV)
Selain monetisasi, Albert ingin TipTip menjadi sarana membuat konten, mempromosikan konten, dan interaksi dengan para super fans. Lalu, bagaimana dari segi konten?
Albert meyakinkan bahwa program manage creator di TipTip telah mengurasi berbagai konten dari content creator. Dengan seleksi ketat, tak semua content creator bisa masuk ke program ini. Dengan program manage creator, TipTip bisa membedakan konten dari content creator profesional dan pendatang baru.
Selain kurasi, yang membedakan platform TipTip adalah bahwa TipTip memastikan konten tetap positif dengan berbagai algoritma dan teknik. Oleh karena itu, Albert berharap bahwa TipTip bisa jadi tempat untuk para fans dan suporter untuk mengembangkan diri bersama content creator idolanya.
"Bisa create tanpa perlu khawatir karena sudah terjaga di TipTip," pungkas Albert.