Demonstrasi ini dibangun berdasarkan penelitian pada tahun 2023, di mana tim yang sama menghubungkan sepasang node antara Brooklyn dan Manhattan.
Manhattan adalah tempat yang sangat padat, menurut Javad Shabani, direktur Pusat Fisika Informasi Kuantum NYU dan Institut Kuantum NYU. Di sana semua berada dalam jangkauan lima atau enam mil dan kita dapat menemukan ratusan lembaga keuangan dalam radius yang sangat kecil.
Kepadatan tersebut—dari infrastruktur, lembaga, dan pengguna potensial—mungkin menjadikan kota ini salah satu tempat pertama di mana internet kuantum mulai terbentuk.
Internet kuantum dianggap 'tidak dapat diretas' berkat distribusi kunci kuantum yang tidak bergantung pada perangkat (DI-QKD), sebuah metode di mana kunci kriptografi dikodekan dalam keadaan kuantum partikel seperti foton. Keadaan kuantum tidak mungkin disalin dan mengukurnya akan mengganggu keadaan tersebut—artinya, penyadapan sulit dilakukan dan mudah terdeteksi.
Informasi ditransmisikan melalui foton, tetapi foton-foton tersebut mudah hilang di dalam serat optik. Selain itu, 'gangguan'—gangguan yang disebabkan oleh lingkungan atau rangsangan lain—mengacaukan keadaan kuantumnya, sehingga membatasi transfer data hanya pada jarak yang sangat pendek.
Untuk memperluas jangkauan ini, tim tersebut menciptakan jaringan hub-and-spoke—sebuah hub perantara untuk pertukaran dan perutean data dengan dua cabang yang menjulur ke luar. Untuk mewujudkan hal ini, mereka membuat node sederhana di fasilitas Qunnect di Brooklyn dan menghasilkan pasangan foton yang terjalin—artinya keadaan kuantum mereka saling terhubung sehingga berbagi informasi melintasi ruang dan waktu.
Foton-foton ini mengalir melintasi serat optik komersial yang telah dipasang sepanjang 5 hingga 6 mil (8 hingga 10 kilometer) menuju hub pusat di fasilitas QTD Systems, sebuah pusat data komersial dan fasilitas jaringan di Lower Manhattan