Sempat dianggap usang dan perlahan tersingkir sejak era TWS (True Wireless Stereo) mendominasi pasar audio, headset kabel kini justru mulai kembali menarik perhatian. Perangkat audio wireless sebelumnya sempat dipandang sebagai simbol kemajuan teknologi setelah iPhone 7 menghapus headphone jack pada 2016. Keputusan tersebut kala itu dianggap sebagai titik awal meredupnya popularitas earphone kabel. Setelahnya, banyak produsen smartphone ikut meninggalkan jack audio 3,5 mm sambil mendorong penggunaan perangkat berbasis Bluetooth.
Namun, tren mulai bergerak ke arah berbeda pada akhir 2026 hingga awal 2027. Banyak pengguna, terutama Gen Z, mulai kembali memakai headset kabel karena dianggap lebih simpel, praktis, dan tidak seribet perangkat wireless. Fenomena ini bahkan mulai dikenal dengan istilah “Bluetooth backlash”, yakni ketika sebagian orang mulai jenuh menghadapi masalah seperti pairing error, koneksi yang tidak stabil, hingga baterai TWS yang habis secara tiba-tiba. Di tengah aktivitas digital yang semakin padat, headset kabel justru kembali terasa nyaman dan mudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Lalu, bagaimana perangkat yang sempat dianggap ketinggalan zaman ini bisa kembali menjadi tren di kalangan anak muda? Apakah benar kejayaan wired earphones comeback?
