Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
X Pangkas Limit Akun Gratis, Cuma Bisa Posting 50 Kali Sehari
media sosial X (unsplash.com/Julian Christ)
  • X membatasi akun gratis hanya bisa membuat 50 unggahan orisinal dan 200 balasan per hari, jauh berkurang dari batas sebelumnya yang mencapai ribuan posting.
  • Selain posting, pengguna gratis kini dibatasi maksimal 500 DM dan hanya boleh mengikuti hingga 400 akun per hari untuk mencegah aktivitas spam atau follow agresif.
  • Perubahan alamat e-mail juga dibatasi empat kali per jam sebagai langkah menjaga stabilitas sistem dan mengurangi beban server saat trafik tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Layanan microblogging X resmi memperketat aturan penggunaan bagi akun gratis atau akun yang belum terverifikasi (unverified account). Kebijakan baru tersebut diumumkan melalui pembaruan halaman Pusat Bantuan (Help Center) platform tersebut. Pengguna yang tidak memiliki centang biru kini tengah menghadapi pembatasan aktivitas harian yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.

Dalam aturan terbaru, akun nonterverifikasi hanya diperbolehkan membuat maksimal 50 unggahan orisinal dan 200 balasan per hari. Sebelumnya, pengguna gratis masih bisa melakukan hingga 2.400 pembaruan per hari berikutnya kemudian dibagi lagi menjadi interval setengah jam. Pemangkasan limit yang drastis ini dinilai bakal memengaruhi aktivitas pengguna aktif, terutama kreator konten hingga akun bisnis kecil yang mengandalkan intensitas unggahan tinggi.

1. Kuota posting dibagi per setengah jam

ilustrasi Twitter (unsplash.com/Terrillo Walls)

Pengetatan aturan tidak hanya berlaku pada total unggahan harian. Sistem X juga kini membagi kuota aktivitas ke dalam interval waktu yang lebih kecil, yakni per setengah jam. Artinya, pengguna bisa terkena pembatasan sementara meski belum mencapai batas maksimum 50 unggahan dalam sehari. Jika seseorang terlalu aktif mengirim atau menjadwalkan unggah dalam waktu singkat, sistem dapat langsung mengunci sementara akun tersebut.

Saat limit tercapai, pengguna akan menerima pesan eror yang memberi tahu jenis batas yang dilanggar. Pengguna kemudian harus menunggu interval waktu direset sebelum bisa kembali mengunggah konten. Kondisi ini membuat banyak pengguna gratis berpotensi terdorong untuk berlangganan layanan berbayar X Premium. Sebab, akun premium umumnya memperoleh fleksibilitas penggunaan yang lebih luas dibanding akun biasa.

2. Berbalas pesan melalui DM dan batas mengikuti akun dibatasi

ilustrasi media sosial X (dulu Twitter) (unsplash.com/Claudio Schwarz)

Selain unggahan, fitur komunikasi dasar juga terkena dampak pembatasan baru. Pengguna akun gratis kini hanya dapat mengirim maksimal 500 Direct Message (DM) per hari. Jumlah tersebut berlaku lintas perangkat, termasuk aplikasi web, mobile, hingga akses API pihak ketiga. Penggunaan beberapa aplikasi pihak ketiga sekaligus juga disebut dapat membuat limit lebih cepat tercapai.

Tidak hanya itu, batas mengikuti akun lain juga diperketat menjadi maksimal 400 akun per hari. Setelah pengguna mengikuti lebih dari 5.000 akun, sistem akan menerapkan pembatasan tambahan berdasarkan rasio akun tertentu. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk mencegah perilaku follow agresif atau aktivitas yang dianggap menyerupai spam. Aturan tersebut juga dapat berubah sementara saat trafik platform sedang tinggi.

3. Mengganti akun email juga ikut dibatasi

ilustrasi aplikasi Gmail yang terpasang pada handphone (unsplash.com/Solen Feyissa)

Tugas administratif sederhana seperti mengganti alamat email akun juga ikut dibatasi. Pengguna gratis kini hanya diizinkan mengubah alamat email maksimal empat kali dalam satu jam. Aturan tersebut menjadi bagian dari serangkaian kebijakan teknis baru yang diterapkan platform. Pembatasan ini berlaku di seluruh perangkat yang terhubung dengan akun pengguna.

Pihak X menyebut pembatasan ini dilakukan demi menjaga stabilitas infrastruktur layanan. Menurut perusahaan, limit teknis diperlukan untuk mengurangi beban sistem di balik layar (back-end platform) sekaligus meminimalisir gangguan server dan munculnya error page saat trafik platform sedang tinggi. Jika terjadi lonjakan penggunaan, perusahaan juga dapat menurunkan limit sementara demi menjaga performa platform tetap stabil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team