Pasar Gede Solo (dok. pribadi/Fatma Roisatin)
Mau ke tempat bersejarah tapi sambil kulineran? Kamu bisa menuju Pasar Gede Hardjonagoro di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Lokasinya strategis, dekat dengan halte Batik Solo Trans, Balai Kota Surakarta, dan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Pasar Gede dibangun pada 1927 dan diresmikan oleh Pakubuwono X pada 1930. Pasar tradisional tertua di Solo ini terdiri dari dua bangunan terpisah, gedung timur dan gedung barat. Masing-masing gedung dibuat dua lantai dengan perpaduan gaya arsitektur Belanda dan Jawa.
Unsur Art Deco kembali dapat dijumpai pada fasad bangunan yang simetris, menggunakan garis tegas, dan bagian tengah dibuat lebih tinggi. Thomas Karsten juga menggunakan struktur beton bertulang dan atap baja yang kokoh, sebagai standar bangunan modern Eropa pada masanya. Interior dengan ventilasi tinggi dapat kamu lihat di Lantai 2, untuk kepentingan sirkulasi udara serta membuat pasar ini tetap adem di tengah panasnya Solo.
Sedangkan unsur Jawa dapat kamu lihat dari luar. Bentuk atap tajuk yang bersusun identik dengan arsitektur tradisional Jawa yang sering digunakan pada pendopo atau masjid. Ia juga membiarkan bangunan tanpa dinding masif yang membiarkan tetap terbuka pada bagian samping, mengadopsi konsep pasar tumpah.
Pasar Gede berdiri di tengah kawasan Pecinan utama di Solo, tentu tidak meninggalkan unsur Tionghoa. Pada atapnya punya kemiringan dan lekukan di ujung yang memberikan kesan oriental. Letaknya pun berdampingan dengan Klenteng Tien Kok Sie yang lebih dulu berdiri, membuatnya selalu ramai saat menjelang Imlek.
Satu lagi, unsur Arab tampak lebih halus pada ventilasi dan dinding atas yang mengadopsi pola geometris repetitif. Hal ini menyerupai gaya Mashrabiya dalam arsitektur Arab untuk mengatur cahaya dan sirkulasi udara. Sudah terbayang bagaimana Thomas Karsten menghargai budaya lokal dan memadukan dengan gaya dari negara asalnya?
Kamu dapat mengunjungi Pasar Gede siang dan malam, terutama saat menjelang perayaan tertentu. Lantai 2 pada bangunan utama menjadi pusat kuliner yang ramai saat siang hingga malam hari. Sedangkan bagian lainnya menyediakan buah-buahan dan aneka kebutuhan sandang pangan layaknya pasar tradisional pada umumnya, yang lebih aktif pada pagi hingga sore hari.