Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Daerah di China Penghasil Oolong Tea yang Terkenal Rasanya Juara
Buyang Xianren Mountain Tea Scenic Area, Sanjiang, Guangxi (unsplash.com/Jane Wu)

Minum teh sudah lama menjadi bagian dari budaya China. Mereka juga memproduksi berbagai jenis teh, salah satunya oolong tea. Teh ini punya aroma lembut seperti green tea dengan kekayaan rasa black tea.

Terdapat banyak varietas oolong tea yang dapat dikategorikan berdasarkan wilayah produksinya. Masing-masing punya karakteristik dan ciri khas berbeda yang bisa dilihat dari warna, bentuk daun teh, rasa, maupun aromanya. Berikut ini beberapa daerah penghasil oolong tea di China.

1. Fujian Utara

Kebun Teh di Wuyishan, Fujian, China (commons.wikimedia.org/Lennartbj)

Fujian Utara meliputi daerah penghasil teh terkenal seperti Wuyishan, Zhenghe, Shaowu, Jian’ou, dan Jianyang. Secara umum dikenal sebagai oolong Minbei yang menekankan pada varietas dan teknik pemanggangan (roasting). Ciri khas utamanya berupa aroma yang matang dan air warna seduhannya kuning oranye cerah.

Wuyi rock tea menjadi salah satu jenis teh yang terkenal, dicirikan dengan aroma mineral dan bunga yang unik. Oolong tea ini diproduksi di daerah Pegunungan Wuyi dengan bentang alam Danxia, pohon teh dapat tumbuh di celah bebatuan. Beberapa varietas seperti da hong pao, tie luo han, bai ji guan, dan shui jin gui termasuk dalam kategori istimewa ini.

2. Fujian Selatan

Hua'an, Fujian (commons.wikimedia.org/MNXANL)

Sementara itu di daerah Fujian Selatan juga menjadi produsen oolong tea meliputi Anxi, Yongchun, Hua’an, dan Zhangping. Umumnya disebut oolong Minnan, terkenal dengan proses pembuatannya yang cukup rumit. Sering digambarkan sebagai proses yang teliti hasilnya akan bermutu.

Ciri khasnya mudah dikenali dengan bentuk daun yang tergulung rapi seperti bola atau bulat, padat dan kuat. Warnanya dari hijau pasir hingga cokelat tua, ada pula yang semburat kemerahan. Aromanya wangi seperti anggrek dan tahan lama, rasanya lembut dengan meninggalkan manis di lidah.

Tie guan yin dan huangjin gui merupakan jenis yang paling terkenal. Kedua oolong tea tersebut punya penampilan unik menyerupai kepala capung. Cairan tehnya berwarna keemasan dan aromanya tetap harum, meski diseduh berulang kali.

3. Guangdong Timur

Perkebunan Teh Raoping, Guangdong (commons.wikimedia.org/zalman_tsang)

Selain Fujian, oolong tea China juga berasal dari Guangdong bagian timur seperti Chao’an, Raoping, Shantou, Jiedong, dan Puning. Bisa dibilang cara pembuatannya mirip dengan oolong Minbei, tetapi punya karakter sendiri. Ciri khasnya berupa daun teh berbentuk strip, digulung rapat, kuat, sedikit terpilin, dan agak ramping.

Warnanya cenderung hijau kecokelatan atau cokelat tua yang berkilau, seringkali disertai bintik-bintik putih. Aromanya seperti bunga dan buah alami yang kuat serta intens. Kaya rasa dan meninggalkan rasa manis yang cukup lama setelah diminum, sehingga cocok diseduh berulang kali.

Beberapa varian oolong tea dari daerah ini antara lain fenghuang dancong, lingtou danshu, fenghuang shuixian, shiguping wulong, dan Raoping sezhong. Dari daftar tersebut, fenghuang dancong dianggap sebagai permata berharga. Karena berasal dari pohon teh fenghuang shuixian yang telah dipilih dan diperbanyak hingga memiliki lebih dari 80 varietas berbeda.

4. Yunnan

Chongsheng Temple di Dali, Provinsi Yunnan (pexels.com/开 心)

Yunnan memang lebih dikenal sebagai produsen teh pu-erh, tetapi kini juga memproduksi oolong tea untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat. Mereka menggunakan varietas teh berdaun besar yang dikenal sebagai Camellia sinensis var. assamica asli Yunnan. Berbeda dengan oolong tea tradisional maupun dari wilayah Fujian yang umumnya menggunakan Camellia sinensis var. Sinensis.

Penggunaan jenis teh yang berbeda membuat oolong tea Yunnan punya profil rasa unik, cenderung lebih kaya dibanding dari daerah lain. Rasa manis alami biasanya diimbangi sedikit sepat, seperti aprikot, persik, madu, atau karamel. Teksturnya lebih kental dan kuat, hampir seperti krim atau memberikan sensasi lembut di langit-langit mulut.

Aroma oolong tea Yunnan mengingatkan pada anggrek atau gardenia, dipadukan dengan nuansa tanah yang khas. Beberapa di antaranya punya aroma smoky. Selain itu, aftertase yang bertahan lama memberikan sensasi menyegarkan dan memuaskan setelah meminumnya.

5. Guangxi

Buyang Xianren Mountain Tea Scenic Area, Sanjiang, Guangxi (unsplash.com/Jane Wu)

Provinsi Guangxi kini mulai diperhitungkan sebagai daerah penghasil oolong tea modern yang sedang berkembang pesat. Produsen di daerah ini sering mengadopsi gaya pengolahan dari Fujian Selatan, sehingga menghasilkan daun teh berbentuk bulat yang padat. Fokus produksinya untuk menjaga kesegaran daun dengan tingkat oksidasi ringan hingga sedang.

Karakteristik oolong tea Guangxi adalah aromanya yang memadukan bunga dengan sentuhan rempah. Saat diseduh, airnya berwarna kuning keemasan dengan sensasi rasa yang bersih di lidah. Teksturnya khas, karena kerap meninggalkan rasa kayu cendana yang jarang ditemukan pada oolong dari daerah lain.

Setiap daerah menghasilkan oolong tea dengan profil rasa dan aroma yang berbeda. Bukan hanya dipengaruhi oleh karakteristik daerahnya, tapi juga cara pengolahan, serta varietas teh yang digunakan. Tidak heran jika dikenal sebagai salah satu teh dengan rasa paling kompleks.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team