5 Fakta Oktoberfest, Festival Khas Jerman yang Berawal dari Pernikahan

- Oktoberfest bermula dari pernikahan Putra Mahkota Ludwig Bavaria dan Putri Therese pada 1810, dengan perlombaan kuda sebagai acara utama yang melibatkan warga Munich.
- Lokasi festival, Theresienwiese atau Wiesn, dinamai untuk menghormati Putri Therese; perayaan kemudian berkembang dari lomba kuda menjadi festival rakyat dengan hiburan sejak 1811.
- Meski bernama Oktoberfest, festival modern biasanya dimulai September hingga awal Oktober, menampilkan tradisi Bavaria melalui pakaian, musik, wahana, serta sajian seperti pretzel dan ayam panggang.
Oktoberfest dikenal sebagai salah satu festival rakyat terbesar di dunia yang identik dengan bir, pakaian tradisional Bavaria, musik meriah, dan wahana hiburan. Setiap tahun, jutaan pengunjung datang ke Munich, Jerman untuk merasakan suasana perayaan yang memadukan tradisi lokal dengan hiburan modern. Namun di balik kemeriahannya, festival ini menyimpan sejarah menarik yang bermula dari perayaan pernikahan keluarga kerajaan pada 1810.
Menariknya, Oktoberfest pada masa awal gak langsung menghadirkan tenda bir raksasa seperti yang dikenal saat ini. Perayaan tersebut justru berawal dari perlombaan kuda yang melibatkan masyarakat untuk merayakan momen istimewa pasangan kerajaan Bavaria. Yuk, telusuri lima fakta Oktoberfest yang memperlihatkan bagaimana sebuah perayaan pernikahan berkembang menjadi tradisi budaya yang mendunia!
1. Berawal dari pernikahan kerajaan pada 1810

ilustrasi Oktoberfest, Jerman (unsplash.com/Walter Martin) Sejarah Oktoberfest bermula dari pernikahan Putra Mahkota Ludwig dari Bavaria, yang kemudian menjadi Raja Ludwig I dengan Putri Therese dari Sachsen-Hildburghausen pada 12 Oktober 1810. Untuk merayakan peristiwa tersebut, masyarakat Munich turut diundang mengikuti rangkaian perayaan yang berlangsung selama beberapa hari. Salah satu acara utamanya berupa perlombaan kuda yang digelar pada 17 Oktober di sebuah padang rumput di luar gerbang kota.
Gagasan mengadakan perlombaan kuda untuk memeriahkan pernikahan kerajaan tersebut diajukan oleh Andreas Michael Dall'Armi, seorang anggota Garda Nasional Bavaria. Acara itu mendapat sambutan positif dan menjadi cikal bakal Oktoberfest yang dikenal saat ini. Fakta ini menunjukkan bahwa festival besar tersebut awalnya bukan perayaan kuliner atau minuman, melainkan pesta rakyat untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah kerajaan Bavaria.
2. Nama tempatnya berasal dari nama sang putri

ilustrasi Oktoberfest, Jerman (unsplash.com/Walter Martin) Salah satu fakta menarik tentang Oktoberfest terletak pada lokasi penyelenggaraannya yang bernama Theresienwiese. Nama tersebut diambil dari nama Putri Therese untuk menghormati sosok yang pernikahannya menjadi alasan penyelenggaraan perayaan pertama pada 1810. Sejak saat itu, kawasan tersebut menjadi tempat utama bagi festival yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Masyarakat setempat juga kerap menyebut Oktoberfest dengan nama Wiesn, yang merujuk pada padang rumput tempat festival berlangsung. Sebutan tersebut masih digunakan hingga sekarang dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Munich. Jadi, nama festival dan lokasinya memiliki hubungan erat dengan sejarah pernikahan kerajaan yang menjadi titik awal tradisi ini.
3. Perlombaan kuda berkembang menjadi festival rakyat

ilustrasi perlombaan kuda (pexels.com/Ulrick Trappschuh) Pada penyelenggaraan pertamanya, Oktoberfest belum memiliki tenda bir besar, panggung musik, atau wahana permainan seperti saat ini. Acara utamanya adalah perlombaan kuda yang menjadi bagian dari perayaan pernikahan kerajaan dengan masyarakat berkumpul untuk menikmati suasana pesta. Namun, sambutan positif terhadap acara tersebut mendorong penyelenggara untuk mengadakan perayaan serupa pada tahun berikutnya.
Pada 1811, Asosiasi Pertanian Bavaria mendukung kelanjutan festival sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan hasil dan perkembangan sektor pertanian. Seiring berjalannya waktu, berbagai hiburan mulai hadir, termasuk komidi putar dan ayunan yang tercatat mulai muncul pada 1818. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana Oktoberfest bertransformasi dari perayaan kerajaan menjadi festival rakyat yang menghadirkan hiburan, tradisi, dan kegiatan ekonomi dalam satu kawasan.
4. Meski bernama Oktoberfest, perayaannya dimulai pada September

ilustrasi Oktoberfest, Jerman (unsplash.com/Jahanzeb Ahsan) Nama Oktoberfest mungkin membuat banyak orang mengira festival ini selalu berlangsung sepanjang Oktober. Faktanya, penyelenggaraan modern umumnya dimulai pada September dan berakhir pada awal Oktober. Jadwal tersebut berkaitan dengan pertimbangan cuaca, sebab akhir September biasanya menawarkan peluang lebih besar untuk menikmati suasana luar ruangan yang nyaman dibandingkan jika festival berlangsung sepenuhnya pada Oktober.
Perubahan jadwal tersebut membantu pengunjung menikmati beragam aktivitas di kawasan Theresienwiese dengan lebih leluasa. Festival berlangsung selama lebih dari dua pekan, menghadirkan wahana permainan, pertunjukan musik, serta berbagai sajian khas Bavaria. Dengan demikian, nama Oktoberfest tetap mempertahankan jejak sejarahnya, meskipun sebagian besar kemeriahan festival berlangsung pada bulan sebelumnya.
5. Tradisi Bavaria menjadi daya tarik utama

ilustrasi Oktoberfest, Jerman (unsplash.com/Walter Martin) Oktoberfest gak hanya terkenal karena skala perayaannya, tetapi juga karena tradisi Bavaria yang tetap melekat di dalamnya. Pengunjung dapat menjumpai pakaian tradisional seperti dirndl untuk perempuan dan lederhosen untuk laki-laki, serta pertunjukan musik yang menggunakan instrumen khas daerah tersebut. Perpaduan berbagai unsur budaya ini membuat Oktoberfest terasa lebih dari sekadar pesta, karena pengunjung juga dapat mengenal identitas lokal masyarakat Bavaria.
Selain pakaian dan musik, sajian khas seperti pretzel, ayam panggang, dan hidangan tradisional lainnya turut memperkaya pengalaman pengunjung. Berbagai tenda festival menawarkan suasana berbeda, mulai dari perayaan yang kental dengan musik tradisional hingga suasana yang lebih meriah. Keberagaman tersebut menjadi salah satu alasan Oktoberfest tetap menarik bagi wisatawan dari berbagai negara sekaligus mempertahankan hubungan erat dengan akar budayanya.
Oktoberfest membuktikan bahwa sebuah perayaan sederhana dapat berkembang menjadi tradisi besar yang bertahan selama lebih dari dua abad. Berawal dari pernikahan kerajaan pada 1810, festival ini terus mengalami perubahan tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas budaya Bavaria. Kisah di balik Oktoberfest pun menunjukkan bahwa daya tarik sebuah festival gak hanya terletak pada kemeriahannya, tetapi juga pada sejarah dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.




















