Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Qaqortoq, Kota Seni di Tengah Lanskap Es Greenland
Qaqortoq, Greenland (commons.wikimedia.org/Jensbn)
  • Qaqortoq di Greenland Selatan menyimpan jejak sejarah Norse, termasuk reruntuhan Gereja Hvalsey sekitar tahun 1300 dan catatan pernikahan 1408 sebagai bukti tertulis terakhir kehidupan Norse.
  • Kota ini menjadi pusat pengolahan kulit anjing laut melalui Great Greenland sejak 1977, dengan bahan dari pemburu lokal diolah menjadi pakaian dan aksesori untuk pasar Greenland hingga Eropa.
  • Qaqortoq menawarkan sekitar 40 patung proyek Stone and Man, air mancur Mindebrønde, serta akses perahu ke pemandian air panas alami Uunartoq bersuhu sekitar 38 derajat Celsius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Greenland lekat dengan hamparan es, pegunungan, dan permukiman kecil di sepanjang pesisir. Di bagian selatannya, ada Qaqortoq yang punya suasana cukup berbeda. Kota ini berada di atas kawasan berbatu dengan rumah-rumah kayu berwarna cerah yang tersebar hingga ke tepian laut.

Qaqortoq juga punya banyak hal menarik untuk dijelajahi, mulai dari peninggalan masyarakat Norse, industri kulit anjing laut, sampai puluhan karya seni yang tersebar di ruang terbuka. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Qaqortoq!

1. Peninggalan Norse yang masih tersisa di Qaqortoq

potret Qaqortoq, Greenland (commons.wikimedia.org/Charele)

Kawasan di sekitar Qaqortoq sudah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Dilansir laman Kupi, jejak awal di wilayah ini berkaitan dengan kebudayaan Saqqaq yang diperkirakan telah ada sekitar 4.300 tahun lalu. Pada akhir abad ke-10, bangsa Norse kemudian tiba di Greenland Selatan dan membangun sejumlah permukiman di kawasan tersebut.

Salah satu peninggalannya adalah reruntuhan Gereja Hvalsey di Qaqortukulooq yang berada tidak jauh dari Qaqortoq. Gereja batu tersebut diperkirakan dibangun sekitar tahun 1300. Pada 1408, sebuah pernikahan berlangsung di sana dan tercatat dalam dokumen dari Islandia. Catatan itu menjadi bukti tertulis terakhir yang diketahui mengenai kehidupan masyarakat Norse di Greenland.

2. Pusat pengolahan kulit anjing laut di Greenland

kawasan Qaqortoq, Greenland (commons.wikimedia.org/Charele)

Aktivitas ekonomi Qaqortoq juga berkaitan dengan hasil buruan masyarakat setempat. Dilansir laman Britannica, di kota ini terdapat Great Greenland, perusahaan yang bergerak dalam pengolahan kulit dan produksi berbagai barang berbahan kulit. Perusahaan tersebut berdiri pada 1977 dan kantor pusatnya berada di Qaqortoq.

Kulit anjing laut yang diperoleh dari pemburu lokal dibawa ke Qaqortoq untuk melalui proses penyamakan dan pewarnaan. Sebagian kemudian diproses di bengkel jahit setempat menjadi pakaian dan aksesori. Produk tersebut dipasarkan di Greenland, Denmark, serta sejumlah negara Eropa lainnya.

3. Puluhan karya seni tersebar di berbagai sudut kota

Stone and Man, Qaqortoq, Greenland (commons.wikimedia.org/amanderson2)

Jalan-jalan di Qaqortoq juga bisa menjadi rute untuk mencari karya seni. Dilansir laman Visit Greenland, proyek Stone and Man dimulai oleh seniman Greenland, Aka Høegh, pada pertengahan 1990-an. Ia mengundang seniman dari berbagai negara Nordik untuk membuat karya di sekitar kota.

Hasil proyek tersebut mencapai sekitar 40 patung yang tersebar di Qaqortoq. Sejumlah karya dipahat langsung pada dinding batu atau permukaan batu yang berada di area permukiman. Pengunjung dapat menemukan karya-karya itu sambil berjalan melewati jalanan kota, sehingga kegiatan berkeliling bisa sekaligus menjadi tur seni terbuka.

4. Mindebrønde berada di tengah alun-alun kota

Mindebrønde, Qaqortoq, Greenland (commons.wikimedia.org/Greenland Travel)

Di pusat Qaqortoq terdapat sebuah alun-alun yang dikelilingi bangunan kolonial dan menjadi salah satu titik penting di kota. Alun-alun tersebut menjadi ruang terbuka di pusat Qaqortoq. Di tengahnya terdapat Mindebrønde, air mancur yang dibuat menggunakan batu dari Igaliku.

Mindebrønde juga dikenal sebagai air mancur tertua di Greenland. Qaqortoq juga tercatat sebagai satu-satunya kota di Greenland yang memiliki air mancur di alun-alun utamanya. Area ini berada dekat museum kota dan sejumlah bangunan bersejarah sehingga cukup mudah dimasukkan dalam rute jalan kaki.

5. Memiliki pemandian air panas alami

Uunartoq, Qaqortoq, Greenland (commons.wikimedia.org/Svickova)

Wilayah sekitar Qaqortoq juga memiliki sejumlah tujuan wisata alam, salah satunya Pulau Uunartoq di Greenland Selatan. Pulau tak berpenghuni ini dapat dicapai dengan perahu dari Qaqortoq. Perjalanan menuju Uunartoq melewati perairan dengan pemandangan bongkahan es dan pegunungan di sekitarnya.

Uunartoq dikenal karena pemandian air panas alaminya yang tetap hangat sepanjang tahun. Pengunjung bisa berendam sambil menikmati pemandangan pegunungan dan bongkahan es yang mengapung di perairan sekitar. Kolam alami tersebut memiliki suhu air sekitar 38 derajat Celsius.

Dengan sejarah, seni, dan aktivitas masyarakat yang beragam, Qaqortoq punya karakter yang cukup khas di Greenland Selatan. Kota ini bisa menjadi tujuan menarik untuk mengenal kehidupan masyarakat di kawasan pesisir Greenland, sekaligus melihat perkembangan kota kecil di tengah lingkungan alam yang cukup ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article