Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Kawasan Glodok Pancoran Jakarta
potret Kawasan Glodok Pancoran Jakarta (dok.pribadi/Dyar Ayu)

Pecinan terkenal di Indonesia selalu punya daya tarik tersendiri, terutama jika dikunjungi menjelang perayaan Imlek. Kawasan ini bukan sekadar pusat permukiman Tionghoa, tapi telah menjelma sebagai tempat wisata yang memadukan antara sejarah, budaya, kuliner, dan tradisi yang masih terjaga hingga kini. Jadi gak heran kalau pecinan kerap menjadi destinasi favorit bagi siapa pun yang ingin merasakan nuansa Imlek yang meriah.

Saat Imlek, pecinan di berbagai kota Indonesia berubah menjadi destinasi wisata yang semakin menarik. Adanya lampion merah, pertunjukan barongsai, hingga pasar kuliner khas Tionghoa menghadirkan pengalaman wisata Imlek yang unik dan berkesan. Berikut ini daftar pecinan di Indonesia yang menarik buat dikunjungi saat Tahun Baru China, suguhkan keseruan acara keragaman budaya Nusantara!

1. Glodok - Jakarta

potret Petak Enam, Glodok, Jakarta Barat (dok.pribadi/Dyar Ayu)

Siapa yang belum tahu kalau Glodok adalah kawasan pecinan terbesar di Indonesia, bahkan masuk jajaran salah satu yang terbesar di dunia? Selain itu, Glodok memiliki sejarah panjang yang berakar sejak era kolonial, bahkan ditetapkan sebagai pemukiman etnis Tionghoa pada tahun 1740 oleh Perusahaan Hindia Belanda. Letaknya sendiri berada di Jakarta Barat dan hanya berjarak beberapa menit dari Kota Tua di mana Glodok juga telah resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2022.

Menjelajahi Glodok bagai membawamu ke lorong waktu. Mulai dari Petak Sembilan dan Petak Enam yang selalu ramai, Gang Gloria dengan deretan kuliner legendaris, sampai Pasar Glodok yang ikonik. Kawasan ini juga menyimpan bangunan bersejarah dan arsitektur tradisional Tionghoa, termasuk Vihara Dharma Bhakti atau Kuil Jin De Yuan yang dikenal sebagai salah satu klenteng tertua.

Nah, saat perayaan Imlek atau Festival Pertengahan Musim Gugur, Glodok berubah menjadi ruang perayaan yang semarak hingga dipenuhi tarian naga, lampion merah menyala, dan suasana khas pecinan yang begitu hangat dan meriah.

2. Ketandan - Yogyakarta

Ketandan, Yogyakarta (pexels.com/Baarast Project)

Buat kamu yang sudah pernah berkunjung ke Malioboro, Yogyakarta, pasti gak asing dengan gapura Ketandan yang megah, berwarna merah, serta khas hiasan Tionghoa yang terletak di kanan jalan. Ya, ini adalah pintu masuk kampung Pecinan yang sudah ada sejak abad ke-19. Perlu kamu tahu bahwa pada masa Sultan Hamengku Buwono IX, orang Tionghoa memang diberi tugas sebagai “pejabat tondo” atau pejabat yang bertugas menarik pajak.

Setiap menjelang Tahun Baru China, Ketandan yang semula sepi, berubah menjadi keramaian baru karena adanya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta atau PBTY. Pertunjukan barongsai, wayang potehi, hingga stan makanan dari yang halal sampai non-halal tersedia sebagai hiburan. Namun jika saat tidak ada PBTY, Kampung Ketandan kerap dijadikan lokasi foto pre-wedding hingga foto buku tahunan sekolah karena suasananya yang berbeda dari Malioboro meski jaraknya hanya berbeda sejengkal.

3. Kya Kya - Surabaya

Kya-kya, Chinatown Surabaya (unsplash.com/id/@riskirizqi)

Pecinan terkenal di Indonesia selanjutnya ada di Surabaya, namanya Kya Kya. Letaknya di pusat kota Surabaya dan dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah yang membuat daerah legendaris ini semakin bertambah estetik. Apalagi saat menjelang sore sampai malam, saat lampu warna-warni dinyalakan, banyak tenant kuliner berjejeran menawarkan aneka jajanan mulai dari yang tradisional hingga legendaris khas Peranakan.

Tak cuma ramai di momen Imlek, berbagai festival kuliner rutin digelar di sini, misalnya Festival Rujak Uleg yang hadir untuk memperingatkan HUT Surabaya dan perayaan Festival Cap Go Meh yang sarat nuansa budaya. Kya-kya turut menjadi lokasi diadakannya acara keagamaan seperti Dzikir & Maulid Akbar, hingga agenda ngabuburit selama bulan Ramadan. Ini jadi tanda bahwa kawasan Kya-Kya telah menjadi ruang publik yang ramah segala kalangan.

4. Sudiroprajan - Solo

ilustrasi pecinan (unsplash.com/nizar kauzar)

Kalau mau liburan ke Solo, waktu paling tepat adalah menjelang Imlek. Sebab, di sekitar Pasar Gede Solo akan dihiasi lampion hingga ornamen meriah lain yang menambah kesan semarak. Dan biasanya, ada event bernama Grebeg Sudiro yang merupakan perayaan Imlek yang telah digabungkan dengan budaya Jawa.

Dalam event ini, ada banyak sekali kegiatan yang bisa kamu lakukan. Misalnya saja naik perahu hias di Kali Pepe, jajan di bazar UMKM, atau menyaksikan secara langsung karnaval budaya. Menariknya, Grebeg Sudiro ini juga telah berlangsung selama tahunan dan mengusung tema yang berbeda. Jadi, gak akan bikin bosan meski setiap tahunnya selalu main ke Solo!

5. Kauman - Semarang

ilustrasi wisata Kota Tua Semarang (unsplash.com/Oktavisual Project)

Chinatown di Kota Semarang terletak di daerah Kauman dan jejak sejarahnya sudah ada sejak abad ke-15. Berawal dari para pedagang Tiongkok yang datang lalu berjualan, hingga akhirnya mereka membentuk komunitas khususnya di Jalan Gang Lombok. Dari situlah kawasan tersrbut menjadi tempat bersosialisasi sekaligus pusat perdagangan bagi warga Tipnghoa.

Salah satu ikon dari pecinan di Semarang adalah Kelenteng Tay Kak Sie, kelenteng terbesar yang berdiri sejak tahun 1724. Selain itu, juga ada Pasar Semawis yang bukan sekadar jadi tempat jual beli, melainkan spot kuliner khas pecinan. Mulai dari lumpia sampai bakmi yang lezat nan autentik, bisa ditemukan di sini!

Pecinan terkenal di Indonesia selalu jadi destinasi favorit, terutama saat Imlek menjelang karena atmosfernya yang khas dan penuh warna. Perpaduan antara sejarah, budaya Tionghoa, dan kuliner legendaris membuat kawasan ini terasa hidup dan autentik. Sekali datang, rasanya pengin balik lagi!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team