Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Festival Mirip Midsommar di Eropa yang Jadi Destinasi Wisata Musim Panas
ilustrasi perayaan musim panas (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)

Pernah membayangkan berdiri di padang bunga yang luas saat matahari nyaris tidak tenggelam, sementara orang-orang mengenakan mahkota bunga, menari mengelilingi tiang kayu, dan merayakan datangnya musim panas? Gambaran itu mungkin langsung mengingatkan pada Midsommar di Swedia—salah satu festival paling ikonik di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Midsommar semakin meningkat berkat media sosial, film, dan ketertarikan wisatawan terhadap tradisi-tradisi unik yang masih bertahan di Eropa Utara. Namun, tahukah kamu bahwa Swedia bukan satu-satunya tempat yang memiliki perayaan seperti itu?

Di berbagai penjuru Eropa, masyarakat juga merayakan datangnya musim panas dengan cara yang tak kalah meriah dan magis. Ada yang menyalakan api unggun raksasa di tepi pantai, menghanyutkan mahkota bunga ke sungai, hingga berburu bunga legendaris yang bahkan tidak pernah ada dalam dunia nyata. Festival-festival ini bukan hanya menawarkan pengalaman budaya yang autentik, tetapi juga kesempatan melihat sisi lain sebuah negara yang jarang ditemukan dalam brosur wisata biasa.

Jika kamu menyukai suasana Midsommar, tujuh festival berikut bisa menjadi alasan berikutnya untuk memasukkan Eropa ke dalam bucket list perjalananmu!

1. Juhannus, perayaan musim panas Finlandia di tepi danau

ilustrasi perayaan Juhannus di Finlandia (commons.wikimedia.org/Ninara)

Jika Swedia punya Midsommar, Finlandia memiliki Juhannus. Festival ini biasanya berlangsung pada akhir Juni dan menjadi salah satu momen paling dinanti sepanjang tahun. Ketika musim dingin yang panjang akhirnya berlalu, masyarakat Finlandia berbondong-bondong meninggalkan kota menuju pondok musim panas di tepi danau. Tak heran, kalau Juhannus merupakan salah satu tradisi paling penting dalam kalender budaya negara tersebut.

Sebagai wisatawan, pengalaman paling menarik adalah melihat fenomena midnight sun atau matahari tengah malam. Di beberapa wilayah Finlandia bagian utara, matahari hampir tidak tenggelam sama sekali. Bayangkan, kamu bisa menikmati suasana danau yang tenang, udara sejuk, dan cahaya keemasan yang bertahan hingga larut malam. Pemandangan seperti ini sulit ditemukan di banyak tempat lain di dunia.

Selain itu, api unggun besar yang disebut kokko juga menjadi pusat perhatian selama festival berlangsung. Banyak warga lokal berkumpul di sekitar api sambil bernyanyi, memanggang makanan, dan menikmati malam musim panas bersama keluarga.

2. Jani, malam yang paling meriah di Latvia

ilustrasi perayaan Jani di Latvia (commons.wikimedia.org/Paul Berzinn)

Setiap akhir Juni, Latvia berubah menjadi panggung besar bagi festival Jani. Oleh karena itu, perayaan ini menjadi begitu penting dianggap sebagai salah satu simbol identitas nasional. Hampir seluruh negeri ikut merayakannya, dari desa-desa kecil hingga ibu kota.

Salah satu hal pertama yang akan menarik perhatian wisatawan adalah mahkota bunga yang dikenakan perempuan dan mahkota daun ek yang dikenakan laki-laki. Jalanan, taman, dan halaman rumah dipenuhi dekorasi alami yang membuat suasana terasa seperti adegan dalam buku dongeng Eropa Timur. Banyak wisatawan asing mengaku datang khusus untuk mengabadikan suasana unik tersebut.

Yang paling menarik, tradisi Jani mengajak masyarakat tetap terjaga sepanjang malam. Musik rakyat, tarian, dan berbagai permainan tradisional berlangsung hingga matahari terbit kembali. Bagi traveler yang ingin merasakan budaya lokal secara langsung, festival ini menawarkan pengalaman liburan yang sangat autentik.

3. Jonines, festival berburu bunga legendaris di Lituania

ilustrasi perayaan Jonines di Lituania (commons.wikimedia.org/Bearas)

Lituania memiliki festival musim panas bernama Jonines atau Rasos yang penuh unsur legenda. Bahkan, festival ini diyakini telah diwariskan selama berabad-abad untuk terus dirayakan secara luas hingga sekarang.

Salah satu daya tarik terbesar bagi wisatawan adalah cerita tentang bunga pakis ajaib. Dalam legenda setempat, siapa pun yang menemukan bunga tersebut pada malam festival akan memperoleh keberuntungan luar biasa. Meski secara ilmiah pakis tidak berbunga, kisah ini tetap menjadi bagian penting dari tradisi dan membuat suasana festival terasa misterius sekaligus romantis.

Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati tarian rakyat, musik tradisional, serta api unggun yang menyala hingga dini hari. Banyak kawasan pedesaan Lituania menawarkan pengalaman yang jauh lebih intim dibanding festival besar di kota-kota Eropa Barat.

4. Saint John’s Eve, pesta api unggun di pantai Spanyol

ilustrasi perayaan San Juan di Spanyol dan Portugal (commons.wikimedia.org/PA)

Jika kamu menyukai suasana pantai, Saint John’s Eve atau San Juan di Spanyol bisa menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Festival ini berlangsung di berbagai kota pesisir, tetapi salah satu yang paling terkenal berada di Alicante dan Barcelona.

Menjelang tengah malam, ribuan orang berkumpul di pantai untuk menyalakan api unggun raksasa. Dari kejauhan, garis pantai tampak seperti lautan cahaya yang memanjang tanpa putus. Suasana meriah dipenuhi musik, pesta rakyat, dan aroma makanan khas yang dijual di sepanjang pantai.

Tradisi yang paling terkenal adalah melompati api unggun dan berlari menuju laut saat tengah malam. Banyak warga lokal percaya ritual tersebut membawa keberuntungan. Bagi wisatawan, kombinasi antara pantai Mediterania, suasana pesta, dan tradisi kuno menciptakan pengalaman yang sangat fotogenik.

5. Kupala Night, malam penuh cahaya dan mahkota bunga

ilustrasi perayaan Kupala Night di Eropa Timur (commons.wikimedia.org/Aliaksei Staliarou)

Kupala Night dirayakan di sejumlah negara Eropa Timur dan dikenal sebagai salah satu festival musim panas paling romantis. Selain itu, festival ini juga memiliki akar budaya Slavia yang sangat tua dan masih bertahan hingga sekarang.

Pemandangan yang paling ikonik adalah perempuan mengenakan mahkota bunga lalu menghanyutkannya ke sungai. Saat malam tiba, sungai-sungai dipenuhi cahaya lilin yang mengapung perlahan mengikuti arus air. Bagi fotografer perjalanan, momen ini sering dianggap sebagai salah satu pemandangan paling indah selama musim panas di Eropa Timur.

Selain itu, festival ini juga identik dengan api unggun besar dan pertunjukan musik tradisional. Banyak wisatawan menyebut suasana Kupala Night terasa seperti memasuki dunia fantasi—karena hampir setiap elemen perayaannya memiliki makna simbolis dan cerita rakyat tersendiri.

6. Bonfires of Saint John, tradisi kuno di bukit-bukit Irlandia

ilustrasi perayaan Bonfires of Saint John (commons.wikimedia.org/cesar.ruiz)

Irlandia menawarkan pengalaman yang berbeda melalui Bonfires of Saint John. Dibandingkan festival lain yang banyak berlangsung di pantai atau tepi sungai, tradisi ini sering dirayakan di perbukitan dan pedesaan yang hijau.

Ketika malam tiba, api unggun besar mulai menyala di berbagai lokasi. Dari kejauhan, cahaya api terlihat menghiasi lanskap pedesaan Irlandia yang terkenal indah. Suasana ini menciptakan kombinasi unik antara keindahan alam dan tradisi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Bagi wisatawan yang menyukai sejarah dan budaya Kelt, festival ini menjadi kesempatan langka untuk melihat bagaimana tradisi kuno masih hidup di tengah masyarakat modern.

7. Ivan Kupala, festival musim panas paling fotogenik di Eropa Timur

ilustrasi perayaan Ivan Kupala (commons.wikimedia.org/Aliaksei Staliarou)

Ivan Kupala sering disebut sebagai salah satu festival musim panas paling memesona di Eropa Timur. Festival ini dirayakan di Ukraina dan beberapa negara tetangga dengan berbagai ritual yang melibatkan bunga, api, dan air.

Banyak wisatawan datang untuk menyaksikan parade mahkota bunga yang dikenakan perempuan muda. Pakaian tradisional berwarna-warni berpadu dengan cahaya senja musim panas menciptakan pemandangan yang sangat instagramable. Tak heran jika festival ini semakin populer di kalangan fotografer dan pemburu pengalaman budaya.

Saat malam tiba, pasangan muda melompati api unggun bersama sebagai simbol keberuntungan dan kesetiaan. Kombinasi tradisi kuno, lanskap alam, dan atmosfer romantis membuat Ivan Kupala menjadi salah satu festival yang paling mendekati suasana Midsommar Swedia.

Midsommar mungkin menjadi festival musim panas yang paling dikenal dunia saat ini. Namun, perjalanan budaya Eropa ternyata jauh lebih kaya daripada yang dibayangkan banyak orang. Dari danau-danau Finlandia yang diterangi matahari tengah malam hingga pantai-pantai Spanyol yang dipenuhi api unggun, setiap festival menawarkan cara unik untuk merayakan musim panas dan kebersamaan. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, perayaan-perayaan tersebut juga menyimpan cerita panjang tentang hubungan manusia dengan alam dan pergantian musim.

Bagi para traveler yang mencari pengalaman berbeda dari sekadar mengunjungi landmark terkenal, festival-festival ini bisa menjadi alasan sempurna untuk merencanakan perjalanan berikutnya. Selain menyaksikan tradisi yang telah bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun, kamu juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan merasakan suasana yang sulit ditemukan di waktu lain. Siapa tahu, pengalaman paling berkesan dalam perjalananmu berikutnya justru bukan berasal dari sebuah tempat, melainkan dari sebuah perayaan yang hanya berlangsung satu malam dalam setahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article