Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi yoga di luar ruangan
ilustrasi yoga di luar ruangan (pexels.com/Kampus Production)

Traveling kini bukan sekadar liburan biasa. Lebih dari itu, sebagian orang mengutamakan liburan yang tenang, nyaman, dan dapat melepaskan diri dari tekanan kehidupan modern. Ditambah lagi masyarakat semakin peduli dengan kesehatan tubuh maupun mental.

Seperti dilansir dari Vacayou, wellness travel atau wisata kesehatan dan kebugaran kembali memasuki era baru yang memengaruhi cara beristirahat, recharge energi, dan terhubung kembali dengan diri sendiri. Lantas, seperti apa tipe wisata tersebut akan mewarnai tahun ini? Berikut daftar tren wellness travel paling dicari tahun 2026 yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Ruang untuk berinteraksi dengan sesama wellness seekers

ilustrasi yoga (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Conde Nast Traveller menuliskan bahwa tren festival kesehatan sedang booming beberapa tahun terakhir. Tidak dapat dipungkiri bahwa kita merupakan makhluk sosial, di tengah isu kesepian global, para wisatawan pun mendambakan koneksi. Interaksi sesama wellness seekers lebih diinginkan. 

Para penyedia akomodasi pun memberikan tanggapan positif dengan menyediakan ruang untuk mereka. Kini semakin marak hotel, tempat spa, hingga pemandian air panas yang menawarkan ruang komunal agar wisatawan dapat berinteraksi. Ruang tersebut bisa berupa lounge, pusat kebugaran, studio yoga, bar, hingga klub malam.

2. Hidroterapi semakin digemari

ilustrasi hidroterapi dengan merendam kaki (freepik.com/jcomp)

Hidroterapi kini menjadi aktivitas yang berkembang pesat berkat teknik mandi kontras dan ruang berendam komunal. Informasi buatmu, teknik mandi kontras adalah berendam dalam air panas dan air dingin secara bergantian untuk meningkatkan sirkulasi darah serta mempercepat pemulihan otot. Hal tersebut menjadi alasan semakin banyak resor yang berfokus pada air di mana berendam menjadi bintang utamanya.

Kolam untuk berendam pun semakin beragam, mulai dari kolam apung, kolam air dingin, hingga mata air yang mengandung mineral. Di sisi lain, tempat yang memfasilitasi hidroterapi pun akan berfungsi ganda sebagai tempat hiburan. Atraksi, iringan musik, dan pertunjukan menarik ditambahkan untuk menghibur para pengunjung yang ingin menikmati hidroterapi.

3. Kebutuhan kesehatan wanita adalah prioritas utama

ilustrasi pilates (pexels.com/Gustavo Fring)

Perempuan memiliki kebutuhan kesehatan yang unik sepanjang siklus hidupnya. Berbagai program mulai berkembang di luar spa dan yoga. Sejumlah tempat menawarkan program yang berpusat pada hormon, latihan kekuatan, menopause, hingga kelas prenatal yang didampingi oleh bidan maupun ahli di bidang kesehatan.

Sementara itu, mode liburan pria akan cenderung melakukan solo trip. Mereka mencari waktu istirahat, tantangan fisik, dan ruang bernapas emosional. Mulai dari kursus bertahan hidup di alam terbuka hingga retret reflektif yang tenang.

4. Wellness trip akan menjadi aktivitas keluarga

ilustrasi yoga untuk anak-anak (pexels.com/Yan Krukau)

Kehidupan modern yang serba mudah memberikan beberapa dampak negatif, jika tidak dilakukan dengan bijak. Kasus obesitas pada anak dan waktu penggunaan layar berlebihan menjadi beberapa masalah penting. Oleh sebab itu, banyak orang tua mencoba menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak-anak sejak usia dini.

Sejumlah akomodasi mulai menyediakan fasilitas untuk aktivitas kesehatan yang berorientasi pada wisatawan lintas generasi. Beberapa di antaranya ruang untuk permainan memori dan yoga bagi anak-anak, pusat kebugaran dan kamp pelatihan bagi remaja, hingga kelas refleksiologi bayi dan ibu.

5. Memadukan sisi spiritual, seni, dan alam

ilustrasi menikmati musim semi (pexels.com/虎 曼)

Praktik kesehatan spiritual juga menjadi bagian dari aktivitas yang dapat dilakukan oleh wisatawan. Bukan ritual aneh, tetapi seperti terapi red light, upacara bulan purnama, dan kelas somatic sculpt di luar ruangan serta bersama orang lain. Sering kali disesuaikan dengan budaya di mana tempat yang dikunjungi berada.

Sejumlah resor punya program yang memadukan sisi spiritual, seni, dan alam. Salah satunya upacara bulan purnama yang dilakukan saat ekuinoks musim semi. Aktivitasnya meliputi bernyanyi, menulis jurnal, dan menetapkan niat.

6. Star bathing akan menjadi tren baru

ilustrasi menyaksikan langit malam berbintang (unsplash.com/mrmarkdejong)

Kalau beberapa waktu lalu forest bathing sempat populer, kini variasi meditasi ala Jepang berupa star bathing akan menjadi tren baru. Penelitian baru menunjukkan bahwa hubungan yang lebih erat dengan langit malam dapat meningkatkan kesehatan mental dan kebahagiaan. Alih-alih mencari rasi bintang, sekadar larut dalam keindahan langit bertabur bintang sudah cukup.

Ada banyak tempat yang dapat dituju untuk star bathing, bahkan sejumlah resor menawarkan fasilitas dan perjalanan khusus. Wisatawan pun dapat melakukannya secara mandiri, seperti mendaki gunung atau ke pantai untuk bisa menyaksikan langit berbintang di lingkungan yang minim polusi cahaya. Kemudian bermeditasi sambil mendengar hembusan angin, deburan ombak laut, maupun suara lain yang menenangkan.

7. Retret otak sedang naik daun untuk kesehatan mental

ilustrasi meditasi di taman (pexels.com/Marcus Aurelius)

Kepedulian terhadap kesehatan mental dan kognitif kini semakin meningkat. Ditandai dengan maraknya brain retreat yang memadukan sains dan pendekatan kesehatan tubuh serta pikiran. Banyak program dibuat untuk mengukur dan mengoptimalkan fungsi otak secara presisi.

Wellness travel tidak harus membawa wisatawan ke tempat terpencil untuk retret otak. Tempat spa, hotel, maupun resor bukan sekadar tempat meningap. Mereka berkembang dengan menyediakan fasilitas yang menggabungkan spa berteknologi tinggi, meditasi, fasilitas yoga, hingga konsultasi dengan ahli nutrisi di satu tempat, bahkan di pusat kota.

Dari daftar tren wellness travel paling dicari tahun 2026 di atas, menunjukkan bahwa adanya pergeseran cara memaknai perjalanan. Liburan bukan sekadar pelarian sementara, tetapi akan lebih personal dan bagian dari investasi untuk kesehatan fisik, mental, serta emosional. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team