TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Benteng Pendem di Pulau Jawa, Bangunan Heritage yang Masih Eksis

Saksi bisu sejarah Indonesia saat masa penjajahan

Benteng Pendem Ambarawa (instagram.com/inyomr)

Bangunan peninggalan kolonial Belanda dan Jepang tidak hanya sebatas saksi sejarah. Namun, tempat tersebut juga menjadi potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Meski beberapa di antaranya tampak terbengkalai, tapi bangunannya masih dapat ditemui, seperti benteng pendem. Benteng pendem bisa dibilang sebagai salah satu jenis benteng yang berfungsi sebagai penahan serangan dari arah laut. Benteng pendem berhubungan dengan bangunan yang tertutup tanah.

Wisata sejarah yang unik, berikut beberapa benteng pendem di Pulau Jawa yang bisa kamu telusuri. Jejak sejarahnya menarik untuk diketahui, lho!

1. Benteng Pendem Kebumen 

Benteng Pendem Kebumen (instagram.com/roemahmarthatilaar)

Benteng Pendem Kebumen di Desa Agropeni, Kecamatan Ayah, memang belum terlalu terkenal seperti lainnya. Benteng yang terdiri dari 8 bangunan terpisah ini ditemukan dengan kondisi yang kumuh. Namun, masyarakat setempat ingin menggali potensi wisata dan menjadikannya sebagai destinasi baru.

Di antara 8 benteng tersebut, beberapa masuk dalam lahan Perhutani di Bukit Wanalela. Hampir semua benteng memiliki jendela menghadap ke laut, sedangkan pintunya membelakangi laut. Saking lamanya, beberapa sisi bangunan telah ditumbuhi pohon besar, seperti Jati dan Winong.

Sebagian bangunan benteng yang didirikan pada 1942 itu telah dibersihkan. Namun, masih ada yang tertimbun tanah dan bebatuan, sehingga aksesnya pun sulit dijangkau.

2. Benteng Pendem Ambarawa 

Benteng Pendem Ambarawa (instagram.com/inyomr)

Benteng Pendem Ambarawa disebut juga sebagai Benteng Fort Willem I. Ini adalah salah satu bukti peninggalan zaman kolonial di Kabupaten Semarang.

Benteng yang dibangun antara tahun 1834--1845, ini letaknya dekat dengan Museum Kereta Api Ambarawa. Meski usianya telah mencapai ratusan tahun, tapi kamu masih dapat menemui bangunannya berdiri kokoh.

Uniknya, benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai Lapas IIA Ambarawa dan rumah dinas sipir serta tentara. Sebelumnya, benteng ini menjadi basis militer, pertahanan, logistik, maupun sekadar penghubung kepentingan Belanda.

Lokasinya memang strategis, terletak di jalur pertemuan Semarang, Magelang, dan Salatiga. Dekat pula dengan Rawa Pening dengan pemandangan yang eksotis. Bahkan, saat ini sudah terdapat jalan tol yang gak jauh dari benteng tersebut.

Baca Juga: 12 Potret Benteng Belgica, Benteng Berbentuk Pentagon di Banda Neira

3. Benteng Pendem Purworejo 

Benteng Pendem Purworejo (dok. pribadi/Bambang Setyawan)

Masih di Jawa Tengah, benteng pendem lain juga terdapat di Kecamatan Bagelen, Purworejo. Terdapat 11 bangunan benteng yang terpisah di tiga desa berbeda, Desa Bapangsari, Dadirejo, dan Tlogokotes. Benteng tersebut bukan peninggalan Belanda, justru diyakini peninggalan Jepang.

Benteng seluas 500 hektare tersebut dibangun pada 1942 dan termasuk dalam kawasan cagar budaya. Di bangun di atas Pegunungan Menoreh, benteng terbuat dari beton bertulang yang masih berdiri kokoh hingga kini. Benteng yang juga sebut Benteng Kalimaro ini memang strategis dan sempat digunakan untuk mengintai dari darat maupun laut.

Pengembangannya sebagai destinasi wisata memang belum maksimal seperti Benteng Pendem Cilacap. Namun, Benteng Pedem Purworejo menjadi salah satu destinasi wisata menarik bagi masyarakat setempat untuk menghilangkan penat. Ditambah lagi pemandangan alam di sekitarnya yang bisa bikin pengunjung betah.

4. Benteng Pendem Ngawi 

Benteng Van den Bosch (instagram.com/hairus9)

Beralih ke Jawa Timur, terdapat Benteng Pendem Ngawi yang disebut juga Benteng Van Den Bosch. Namanya Benteng Pendem bukan karena tertimbun tanah, melainkan sengaja dibangun lebih rendah dari tanah di sekitarnya. Situs bersejarah tersebut dibangun pada 1839 sebagai tanda keinginan Belanda menguasai wilayah tersebut.

Bangunannya masih terjaga hingga saat ini dan menjadi salah satu destinasi wisata di Ngawi. Jika penasaran, kamu bisa mengunjungi  benteng ini secara langsung dan bakal menemukan dua buah sumur bersejarah. Konon, kedalaman sumur tersebut mencapai 100-200 meter dan digunakan untuk membuang jenazah korban tahanan dan pekerja rodi. Sisi unik lainnya, benteng tersebut memiliki sistem drainase canggih yang diterapkan Belanda.

Benteng tersebut telah melalui rehabilitasi untuk mempertahankan bangunannya. Waktu yang dibutuhkan pun sekitar 2 tahun, mulai 2020-2022, tapi kini siap menyambut pengunung dengan wajah baru. Selain itu, telah resmi menjadi destinasi wisata edukasi dan landmark kawasan heritage di Kabupaten Ngawi.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Benteng Pendem Ngawi, Wisata Heritage Baru

Verified Writer

Fatma Roisatin Nadhiroh

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya