TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Setia Menjaga Tradisi Leluhur, Ini 5 Kampung Adat di Kabupaten Ngada

Paduan panorama alam dan budaya #LokalIDN

instagram.com/fit_travelgirl

Ngada menjadi salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur dengan memiliki potensi wisata yang patut untuk dikembangkan. Pasalnya, banyak destinasi wisata alam dan budaya yang layak untuk dikunjungi. Kalau kamu ke Pulau Flores, bisa mampir sejenak ke kabupaten yang beribukota di Bajawa ini. 

Ketika berwisata ke Ngada, kamu akan disuguhkan keindahan alam dan budaya sekaligus. Beberapa kampung adat di sana terletak di daerah yang memiliki pemandangan indah. Bahkan, kamu bisa melihat jejak peradaban Zaman Megalitikum, lho. 

Masih bingung untuk menentukan kampung adat mana yang akan kamu kunjungi ketika di Kabupaten Ngada? Berikut ini beberapa kampung adat yang bisa jadi referensi buatmu.

1. Kampung Belaraghi, Keligejo - Kecamatan Aimere

instagram.com/yusak_risal

Kampung adat pertama yang bisa kamu kunjungi, yakni Kampung Belaraghi. Kampung ini berada di Keligejo, Kecamatan Aimere yang berjarak sekitar 45 km dari Bajawa. Kamu bisa menempuhnya dengan melakukan trekking jalur Wolowio atau mengendarai kendaraan pribadi melewati jalan aspal.

Kamu enggak perlu khawatir, masyarakat etnis Ngada di kampung ini sudah terbiasa dengan wisatawan sehingga mereka sangat ramah dan kamu pun akan dijamu dengan hidangan hasil panen. Ya, sebagian besar masyarakat di sana berprofesi sebagai petani.

Ketika bermalam di sana, kamu bisa menikmati suasana yang tenang dan jauh dari keramaian. Jika beruntung, kamu bisa melihat ritual pemberian sesajen untuk para leluhur yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: 6 Tradisi Adat Masyarakat Aceh yang Erat Kaitannya dengan Islam

2. Kampung Gurusina, Watumanu - Kecamatan Jerebuu

instagram.com/luisrema27

Selanjutnya, Kampung Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebuu juga bisa menjadi pilihan. Meski sempat terbakar pada Agustus 2018 lalu, kampung ini kembali dibangun dan tetap memertahankan tradisi leluhurnya. Baru bulan Oktober lalu, upacara adat Ka Ngadhu Bhaga digelar, sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.

Kampung Gurusina populer dengan peninggalan megalitikumnya. Selain itu, panorama alam berlatarkan Gunung Inerie yang menyerupai piramida. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, masyarakatnya pun senantiasa memertahankan tradisi yang sudah turun-temurun.

3. Kampung Bena, Tiwuriwu - Kecamatan Aimere

instagram.com/kweinacht

Kampung Bena digadang-gadang sebagai kampung adat tertua di Nusa Tenggara Timur, lho. Kampung tersebut juga menyajikan peninggalan megalitikum yang sayang untuk dilewatkan. Kamu juga bisa menikmati indahnya Gunung Inerie, karena Kampung Bena berada di lereng gunung. Jika ingin mengunjungi Kampung Bena, kamu bisa melalui jalur darat dan menempuh sekitar 19 km dari Bajawa. 

Masyarakat setempat masih percaya adanya Dewa Yeta yang tinggal di gunung dan melindungi kampung mereka. Selain itu, ada beberapa suku mendiami kampung tersebut, seperti Wahto, Ago, Ngada dan Dizi. Tidak jauh berbeda dari masyarakat di kampung adat lainnya, mereka bermatapencaharian sebagai petani dan penenun. Bahkan, karena keasliannya, dianggap sebagai penghasil kopi terbaik di Flores.

4. Kampung Wogo Baru, Rotegesa - Kecamatan Golewa

facebook.com/ino.sengkang.1

Masyarakat adat di Kampung Wogo merupakan salah satu yang melakukan migrasi. Masih ada artefak peninggalan mereka, seperti menhir dan meja altar di Kampung Wogo Lama. Sedangkan masyarakat Kampung Wogo kini tinggal di Kampung Wogo Baru yang terletah sekitar 1 km.

Seperti kampung adat di Ngada, Kampung Wogo Baru juga terdiri dari rumah-rumah adat berbahan kayu, jerami atau ijuk. Ada ngadhu, bangunan yang melambangkan leluhur laki-laki. Sedangkan leluhur perempuan dilambangkan dengan bhaga yang menjadi ciri khas kampung adat di Ngada. 

Meski masyarakat setempat sudah mengenal agama, tapi tradisi leluhur masih dilakukan hingga kini. Seperti upacara Reba yang diadakan ketika warga setempat pulang dari tanah rantau. 

Baca Juga: Anti Gempa, Ini Fakta Unik Rumah Adat Suku Sasak di Lombok

Verified Writer

Fatma Roisatin Nadhiroh

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya