TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Menengok Museum Auschwitz, Saksi Bisu Kekejaman Perang Dunia II

#PiknikAsik Wisata sejarah yang cukup mencekam

www.history.com

Saat pertama kali menjejakkan kaki di lokasi Auschwitz, aroma kekejaman peperangan sudah tercium. Dinding-dinding bangunan bekas penjara yang masih kokoh hingga kini dan kamp konsentrasi NAZI miliknya Jerman itu masih bisa memperdengarkan rintihan korban penyiksaan di zaman itu. Meskipun dimiliki oleh Jerman, namun Auschwitz berada di Polandia, tepatnya di kota Oświęcim, 60 km barat daya Krakow yang dulunya merupakan ibukota Polandia.

Nama Auschwitz diambil dari nama daerah itu, Oświęcim yang Bahasa Jermannya adalah Auschwitz. NAZI sebagai penguasa Jerman saat itu menjadikan Auschwitz sebagai tempat genosida massal bangsa Yahudi. Hal tersebut hingga saat ini menjadi sebuah sejarah kelam dunia. Kini Auschwitz menjadi salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO.

Film-film kelas dunia seperti The Pianist, Anne Frank (The Whole Story), The Boy in a Striped Pajamas dan masih banyak lagi lainnya juga mengambil lokasi langsung di Auschwitz.

Auschwitz memiliki tiga kamp, Auschwitz I, Auschwitz II-Birkenau, Auschwitz III-Monowitz. Memasuki pintu gerbang Auschwitz I, pengunjung disambut dengan kalimat dalam Bahasa Jerman "Arbeit macht frei" yang berarti freedom by working.

Membaca kalimat itu saja kita sudah bisa membayangkan bagaimana sengsaranya hidup para tahanan di zaman itu. Mereka bisa bebas menghirup udara segar diareal kamp jika mereka masih kuat bekerja. Jika tidak bertenaga, penyakitan ataupun sudah tua, mereka hanya bisa pasrah menghitung detik-detik kematian mereka yang sudah ditentukan oleh NAZI.

 

 

Pintu gerbang Auschwitz I

bomdia.eu

Memasuki bagian dalam Auschwitz I, kamu bisa melihat rumah-rumah bekas tahanan. Imajinasimu akan dibawa mundur sekitar 70-80 tahun kebelakang. Auschwitz I merupakan komplek hunian tahanan. Dari sini bisa diketahui sejarah awal mula NAZI menguasai Polandia sampai kisah-kisah para tahanan yang cukup menyedihkan. Banyak nyawa dicabut paksa di tempat ini. Ada yang dimasukkan kedalam ruangan dengan gas beracun, ditembak, digantung, mati perlahan karena terserang wabah penyakit dan kelaparan.

Ada beberapa benda-benda peninggalan para tahanan yang kini menjadi koleksi Museum Auschwitz seperti sepatu, pakaian, perlengkapan pribadi dan ribuan kilogram rambut para tahanan yang digunduli. Rambut itu kemudian diolah untuk bahan dasar pembuatan karung. Kamu bisa membayangkan bagaimana menderitanya hidup mereka di tempat ini dahulu.

Barang-barang peninggalan para tahanan

hst10.blogspot.de

Auschwitz II-Birkenau

commons.wikimedia.org

Auschwitz II-Birkenau merupakan lokasi Auschwitz yang paling luas wilayahnya. Di lokasi inilah para tahanan diturunkan dari kereta yang mengangkut mereka. Mereka dibawa dengan kereta barang, berpuluh-puluh orang saling berhimpitan dalam satu gerbong yang pengap dan kotor.

Auschwitz II-Birkenau merupakan selection point dimana para tahanan yang baru tiba itu langsung dipisah-pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Tempat ini sekaligus menjadi tempat perpisahan bagi pasangan suami istri, ayah dan anak perempuannya, ibu dan anak lelakinya dan sanak keluarga lainnya. Para intelektual biasanya memiliki kesempatan hidup yang lebih lama karena mereka dipekerjakan oleh NAZI lebih layak dari tahanan yang tidak memiliki kepintaran apapun.

Auschwitz III-Monowitz

id.pinterest.com

Auschwitz III-Monowitz merupakan kamp penampungan bagi para buruh paksa yang bekerja untuk perusahaan kimia IG farben. Kamp ini tidak dibiayai oleh pemerintah Jerman, melainkan dikelola oleh pihak swasta. Puluhan ribu orang meninggal dunia di sini karena beban kerja yang tidak masuk akal dan makanan yang jauh dari layak.

Dari keseluruhan tempat di Auschwitz, Gas Chamber atau ruangan gas beracun adalah tempat yang paling menyeramkan. Dulu di tempat ini ribuan orang dipaksa masuk kedalamnya, lalu disemprotkan gas beracun dan dalam 15 menit saja orang-orang yang ada didalamnya sudah meninggal dunia.

Verified Writer

Anne Yaa

Travel, food, flowers, nature enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya