Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Kamakura
ilustrasi Kamakura (unsplash.com/CJ Wang)

Nama Kamakura kerap muncul sebagai opsi perjalanan singkat dari Tokyo karena jaraknya dekat dan aksesnya mudah. Kota pesisir di Prefektur Kanagawa ini bisa dijelajahi tanpa harus berpindah kota atau menyusun itinerary rumit. Akses kereta yang langsung, kota yang ringkas, serta sebaran destinasi yang jelas membuat Kamakura terasa praktis untuk dijelajahi sendiri.

Banyak solo traveler memilih Kamakura karena bisa dieksplorasi dalam satu hari atau satu malam tanpa rasa terburu-buru. Ritme kotanya cenderung tenang, tetapi tetap hidup dengan aktivitas wisata yang berjalan wajar. Berikut sudut pandang travel yang lebih spesifik untuk menilai apakah Kamakura cocok bagi solo traveler yang ingin menikmati waktu sendiri.

1. Kamakura dapat dijangkau langsung dari Tokyo tanpa transit rumit

JR Yokosuka Line (commons.wikimedia.org/Sakurayama 7)

Perjalanan ke Kamakura paling praktis dimulai dari Stasiun Tokyo atau Shinjuku menggunakan JR Yokosuka Line atau JR Shonan–Shinjuku Line. Waktu tempuh rata-rata sekitar 55–60 menit dengan tarif berkisar 940 yen sekali jalan. Kereta ini berhenti langsung di Stasiun Kamakura, sehingga solo traveler tidak perlu berganti jalur di tengah perjalanan. Jadwal kereta juga cukup sering, terutama pada jam sibuk pagi dan siang.

Setibanya di stasiun, area wisata utama sudah berada di sekitar pusat kota. Banyak traveler langsung berjalan kaki menuju Komachi Street yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari pintu keluar timur stasiun. Kondisi ini membuat hari pertama di Kamakura bisa dimulai tanpa adaptasi panjang. Bagi solo traveler, alur perjalanan seperti ini membantu menghemat energi sejak awal.

2. Memiliki sistem transportasi lokal yang mudah dipahami

Enoden (unsplash.com/Geoff Oliver)

Untuk berpindah antar kawasan, Kamakura dilayani kereta lokal Enoshima Electric Railway atau Enoden. Jalur ini menghubungkan Stasiun Kamakura dengan area Hase, Yuigahama, hingga Enoshima. Jarak antar stasiun relatif dekat, rata-rata 5–10 menit perjalanan. Tiket sekali jalan berkisar 190–260 yen tergantung jarak.

Banyak destinasi populer berada tepat di sekitar stasiun Enoden. Contohnya, dari Stasiun Hase hanya perlu berjalan sekitar 7 menit menuju Kamakura Daibutsu. Jalur pejalan kaki jelas dan ramai dilalui wisatawan sehingga terasa aman bagi solo traveler. Transportasi lokal yang sederhana ini memudahkan perjalanan tanpa harus terus membuka peta.

3. Kamakura menyatukan kuil, kota tua, dan pantai secara berdekatan

Tsurugaoka Hachimangu (commons.wikimedia.org/KimonBerlin)

Dalam satu hari, solo traveler bisa mengunjungi beberapa tipe destinasi tanpa berpindah area jauh. Dari Stasiun Kamakura, perjalanan ke Tsurugaoka Hachimangu hanya sekitar 10–15 menit berjalan kaki. Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan naik Enoden ke Hase untuk mengunjungi Daibutsu dan Hasedera Temple.

Jika ingin suasana lebih santai, pantai Yuigahama Beach bisa dikunjungi sekitar 20 menit berjalan kaki dari area Hase. Kombinasi ini membuat Kamakura terasa compact, tetapi tidak melelahkan. Solo traveler bisa memilih dua atau tiga lokasi utama tanpa kehilangan esensi kota. Jarak yang masuk akal ini menjadi nilai tambah untuk perjalanan singkat.

4. Memudahkan urusan makan tanpa harus mencari jauh

Komachi Street (commons.wikimedia.org/Σ64)

Area Komachi Street di dekat Stasiun Kamakura dipenuhi kedai makan, kafe, dan toko kecil yang cocok untuk makan sendiri. Banyak restoran memiliki meja kecil atau counter sehingga solo traveler tidak merasa canggung. Rentang harga makan siang berkisar 1.000–1.500 yen, tergantung menu. Pilihan makanan juga bervariasi, dari donburi sederhana hingga kafe bergaya Jepang modern.

Di sekitar Hase dan Yuigahama, kafe-kafe kecil tersebar dekat jalur pejalan kaki. Beberapa menghadap laut, sebagian berada di gang tenang dekat kuil. Tempat-tempat ini cocok untuk berhenti sejenak. Hal kecil seperti ini membuat waktu istirahat terasa fleksibel dan tidak mengganggu alur perjalanan selama di Kamakura .

5. Memungkinkan perjalanan singkat tanpa agenda padat

Kamakura (commons.wikimedia.org/Syced)

Kamakura sering dipilih sebagai destinasi day trip, tetapi juga nyaman untuk menginap satu malam. Banyak penginapan kecil dan guesthouse berada dalam radius 10–15 menit dari Stasiun Kamakura. Solo traveler bisa datang pagi, menjelajah seharian, lalu kembali ke Tokyo sore hari tanpa tergesa-gesa. Alternatifnya, menginap semalam memberi ruang untuk menjelajah area yang lebih sepi pada pagi hari.

Tidak ada kewajiban mengejar semua spot populer. Kamakura justru terasa menyenangkan saat itinerary dibuat longgar. Jalur kecil, taman, dan kawasan perumahan sering memberi pengalaman berbeda dari area populer. Kebebasan mengatur waktu ini membuat perjalanan terasa lebih terarah dan menyenangkan.

Kamakura menawarkan perjalanan yang ringkas, jelas, dan mudah bagi solo traveler. Akses kereta langsung dari Tokyo, jarak antar destinasi yang dekat, serta pilihan tempat makan yang praktis membuat kota ini efisien untuk dijelajahi sendiri. Kamakura layak dipertimbangkan untuk perjalanan solomu ke Jepang berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team