Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Perlu Visa untuk Pergi ke Kamakura?

Kamakura, Jepang
Kamakura, Jepang (unsplash.com/ Roméo A.)
Intinya sih...
  • Wisatawan Indonesia tidak memerlukan visa kunjungan singkat ke Kamakura
  • Jenis paspor menentukan kewajiban visa, pemegang e-paspor bebas visa
  • Durasi tinggal berpengaruh pada perizinan, tujuan kunjungan harus jelas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamakura kerap masuk daftar destinasi favorit saat bepergian ke Jepang, karena suasananya yang lebih tenang dibanding Tokyo, tetapi tetap kaya sejarah dan mudah dijangkau. Kota pesisir ini dikenal lewat deretan kuil, patung Buddha raksasa, dan jalur kereta lokal yang membelah kawasan permukiman.

Saat merencanakan perjalanan ke Kamakura, urusan visa sering kali menjadi hal pertama yang ingin dipastikan agar rencana liburan berjalan lancar. Banyak orang masih menyamakan aturan masuk ke Kamakura dengan kota lain di Jepang tanpa benar-benar memahami detailnya. Padahal, memahami kebutuhan visa sejak awal bisa membantu menyusun itinerary, anggaran, dan durasi perjalanan dengan lebih realistis.

Supaya kamu gak kebingungan, apakah perlu visa untuk pergi ke Kamakura? Ini beberapa penjelasan dan aturan yang wajib kamu taati.

1. Wisatawan Indonesia wajib mengikuti aturan masuk Jepang

ilustrasi visa
ilustrasi visa (commons.wikimedia.org/Shizhao)

Perjalanan ke Kamakura secara administratif mengikuti aturan masuk ke Jepang, karena kota ini berada di Prefektur Kanagawa. Wisatawan asal Indonesia tidak memerlukan visa kunjungan singkat jika memenuhi ketentuan bebas visa yang berlaku. Syarat utamanya adalah memiliki e-paspor dan telah mendaftarkan data ke Kedutaan Besar Jepang sebelum keberangkatan. Ketentuan ini memungkinkan kunjungan wisata hingga 15 hari tanpa proses pengajuan visa konvensional.

Namun, bebas visa bukan berarti tanpa persiapan sama sekali. Petugas imigrasi tetap berhak memeriksa tujuan perjalanan, tiket pulang, dan bukti akomodasi. Oleh karena itu, meski Kamakura terasa santai sebagai kota wisata, kelengkapan dokumen tetap harus disiapkan sejak dari Indonesia. Pendekatan ini membantu perjalanan terasa lebih mulus tanpa kendala administratif.

2. Jenis paspor menentukan kewajiban visa

ilustrasi paspor Indonesia
ilustrasi paspor Indonesia (commons.wikimedia.org/Rinto Jiang)

Jenis paspor menjadi penentu utama apakah visa diperlukan atau tidak saat bepergian ke Kamakura. Pemegang e-paspor Indonesia dapat memanfaatkan fasilitas bebas visa setelah melakukan registrasi sebelumnya. Sementara itu, pemegang paspor biasa tetap wajib mengajukan visa turis sebelum berangkat ke Jepang. Proses pengajuan ini dilakukan melalui agen resmi atau langsung ke perwakilan Jepang.

Perbedaan ini sering terlewat, karena fokus perjalanan lebih banyak tertuju pada destinasi. Padahal, kesalahan memilih jalur administrasi bisa berdampak pada jadwal keberangkatan. Memastikan jenis paspor sejak awal akan menghemat waktu dan biaya, terutama bagi yang merencanakan kunjungan singkat ke Kamakura sebagai bagian dari itinerary Tokyo dan sekitarnya.

3. Durasi tinggal berpengaruh pada perizinan

Kamakura, Jepang
Kamakura, Jepang (unsplash.com/CJ Wang)

Kamakura umumnya dikunjungi dalam perjalanan singkat, bahkan sering dijadikan destinasi one day trip dari Tokyo. Untuk kunjungan wisata kurang dari 15 hari, fasilitas bebas visa sudah mencukupi bagi pemegang e-paspor. Namun, jika durasi tinggal melebihi batas tersebut, visa tetap diperlukan meskipun tujuannya hanya berkeliling kota wisata.

Durasi tinggal juga berkaitan dengan rencana aktivitas. Menginap lebih lama di Kamakura berarti perlu menyesuaikan izin masuk sejak awal. Hal ini penting agar perjalanan tidak terganggu oleh masalah overstay yang dapat berujung sanksi. Perencanaan waktu yang realistis membantu perjalanan terasa nyaman tanpa risiko administratif.

4. Tujuan kunjungan tidak boleh disalahartikan

Kamakura, Jepang
Kamakura, Jepang (unsplash.com/bozh_ntu)

Bebas visa hanya berlaku untuk tujuan wisata, kunjungan singkat, atau aktivitas non komersial. Jika kunjungan ke Kamakura memiliki tujuan lain, seperti kegiatan bisnis, liputan khusus, atau program tertentu, maka visa tetap dibutuhkan. Banyak orang mengira semua aktivitas singkat otomatis bebas visa, padahal ketentuannya cukup spesifik.

Memahami batasan tujuan kunjungan penting agar tidak terjadi pelanggaran aturan imigrasi. Meski Kamakura dikenal sebagai kota wisata, aktivitas di dalamnya tetap tunduk pada regulasi nasional Jepang. Kejelasan tujuan sejak awal akan membuat proses pemeriksaan imigrasi berjalan lebih lancar.

5. Pemeriksaan imigrasi tetap berlaku saat kedatangan

ilustrasi imigrasi di Jepang
ilustrasi imigrasi di Jepang (commons.wikimedia.org/っ )

Meski bebas visa, pemeriksaan imigrasi tetap dilakukan saat tiba di Jepang sebelum melanjutkan perjalanan ke Kamakura. Petugas dapat menanyakan rencana perjalanan, lama tinggal, serta tempat menginap. Proses ini bersifat standar dan berlaku untuk semua wisatawan asing.

Menyiapkan jawaban yang jelas dan dokumen pendukung akan mempermudah proses tersebut. Setelah lolos pemeriksaan, perjalanan ke Kamakura dapat dilanjutkan dengan kereta dari Tokyo tanpa prosedur tambahan. Pada titik ini, urusan visa sudah selesai dan fokus bisa sepenuhnya pada pengalaman perjalanan.

Kamakura pada dasarnya mengikuti aturan masuk Jepang, sehingga kebutuhan visa bergantung pada jenis paspor, durasi tinggal, dan tujuan kunjungan. Persiapan dokumen yang tepat akan membuat perjalanan terasa lebih ringan dan terencana. Dengan memahami aturan ini sejak awal, liburan ke Kamakura bisa dinikmati tanpa rasa khawatir soal administrasi. Jadi, sebelum menyusun itinerary, sudahkah semua syarat perjalanan ke Kamakura dipastikan sesuai?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Event Imlek 2026 di Jakarta, dari Barongsai hingga Pasar Malam

21 Jan 2026, 11:30 WIBTravel