Comscore Tracker

5 Tempat Ramai di Padang yang Kini Hanya Tinggal Kenangan

Apakah kamu masih ingat? #LokalIDN

Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Walaupun pertumbuhan kotanya yang tergolong lebih lama dibandingkan kota tetangganya sebagai imbas gempa 30 September 2009 silam, namun kota ini memiliki sejuta kenangan yang mungkin warga yang menempati bahkan telah mulai melupakannya.

Berikut tempat-tempat yang mungkin masih saja memiliki kenangan unik bagi warga asli Padang. Apa saja itu? Ini dia daftarnya!

1. Pelabuhan Teluk Bayur

5 Tempat Ramai di Padang yang Kini Hanya Tinggal KenanganInstagram.com/kataalam6

Dulu, pelabuhan ini memiliki nama emmahaven. Namanya mirip dengan bahasa Belanda bukan? Pelabuhan ini dulunya adalah proyek Belanda yang dibangun sekitar tahun 1888-1893.

Pada masa pengoperasiannya, pelabuhan ini menjadi pelabuhan kedua terbesar setelah Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan utama pelabuhan ini yaitu sebagai pintu gerbang antar pulau serta pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor serta penumpang dari dan ke Sumatra Barat.

Zaman telah berubah dengan cepat. Akibatnya aktivitas di pelabuhan pun semakin menurun khususnya dalam bidang pengiriman penumpang. Sebab dulunya pelabuhan Teluk Bayur menjadi salah satu jalan menuju Tanah Suci.

2. Terminal Regional Bingkuang

5 Tempat Ramai di Padang yang Kini Hanya Tinggal Kenanganfahrezi-ilmaestro.blogspot.com

Dulu, pemerintah kota Padang berniat membangun terminal dengan fasilitas yang lebih lengkap dan lebih luas. Akhirnya pembangunannya pun di mulai tahun 1993. Harapannya dengan pembangunannya mampu menjadi cikal pengganti Terminal Lintas Andalas dan Terminal Goan Hoat.

Tahun 1998, terminal ini mulai di uji coba namun harus mendapatkan penolakan berkat lokasinya yang kurang strategis. Lalu di tahun 2002 dibuka kembali, namun hasilnya masih nihil.

Pasca gempa yang menimpa, terminal ini menjadi tidak terurus dan berganti menjadi pusat penumpukan puing bangunan yang rusak akibat gempa bumi. 

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Religi Ala Padang yang Menarik untuk Disinggahi!

3. Bandara Tabing

5 Tempat Ramai di Padang yang Kini Hanya Tinggal KenanganInstagram.com/riau.racing

Khusus bagi masyarakat Padang, bandara ini dulunya adalah tempat yang memang penuh kenangan dan tentunya mereka yang pernah menaiki pesawat dari sini pastinya orang kaya.  

Bandara ini didirikan pada tahun 1967 yang bertujuan membantu gugus transportasi di Minang. Bandara pertama ini memulai operasi komersial dan hanya bertahan hingga tahun 2005. Sekarang Bandara Tabing Padang menjadi Pangkalan Udara Sutan Sjarir bagi TNI AU.

4. Stasiun Pulau Air

5 Tempat Ramai di Padang yang Kini Hanya Tinggal KenanganInstagram.com/infopadang

Stasiun Pulau Air merupakan stasiun sekaligus jalur kereta api pertama di kota Padang sekaligus di Ranah Minang yang dibangun pemerintah Kolonial Hindia Belanda sekitar akhir abad ke-19. Namun Stasiun Pulau Air telah berhenti dioperasikan sejak tahun 1983, seiring dengan menurunnya hasil tambang batu bara di Sawahlunto dan masifnya pembangunan transportasi.

Kabar baiknya, semenjak tidak beroperasi selama 43 tahun, mulai bulan Juni 2019, stasiun ini telah dihidupkan kembali oleh PT. KAI.

5. Terminal Andalas

5 Tempat Ramai di Padang yang Kini Hanya Tinggal Kenangantempodulu.blogspot.com

Kota Padang memiliki terminal yang sangat ramai dan berkembang dengan cepat pada masanya. Seperti Terminal Andalas yang pernah eksis sejak tahun 1972 hingga 2002.

Bukan hanya sekadar titik simpul transportasi publik di ibu kota Sumatra Barat, terminal penuh kenangan ini juga berfungsi sebagai sudut simpul peraduan rindu, mengantarkan masa depan, dan menjemput kenangan. 

Nah, itulah lima tempat penuh kenangan di Padang yang tidak mungkin dilupakan begitu saja. Jadi, kamu punya kenangan apa di sana?

Baca Juga: 5 Kudapan Murah di Pantai Padang, Cuma Beberapa Ribu Rupiah Kok!

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Pekerja Teks Komersial

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya