Biaya Trip Musim Sakura ke Jepang 2026 Turun hingga 20 Persen

Biaya liburan ke Jepang saat musim bunga sakura 2026 diprediksi lebih bersahabat dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah komponen perjalanan, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, hingga paket tur, dilaporkan mengalami penurunan harga sekitar 10–20 persen dibandingkan musim sakura 2025.
Menurut The Straits Times, penyesuaian biaya ini terjadi seiring perubahan dinamika pariwisata Jepang. Melemahnya nilai tukar Yen membuat Jepang tetap menarik di mata wisatawan mancanegara. Namun, setelah lonjakan kunjungan besar pada 2024 dan 2025, pelaku industri pariwisata mulai menata ulang harga, agar tetap kompetitif menjelang musim semi 2026.
Table of Content
1. Harga tiket dan hotel mulai stabil
The Straits Times mencatat harga tiket penerbangan ke Jepang untuk musim semi 2026 cenderung lebih stabil dibandingkan tahun lalu. Sejumlah maskapai dan agen perjalanan bahkan telah menawarkan promo lebih awal, terutama bagi wisatawan yang melakukan pemesanan jauh hari sebelum puncak musim sakura.
Kondisi serupa juga terjadi pada sektor perhotelan. Tarif hotel di kota-kota favorit, seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka dilaporkan tidak setinggi musim sakura 2025 yang sempat melonjak akibat tingginya permintaan wisatawan internasional. Penurunan harga ini turut terlihat pada paket tur yang menggabungkan transportasi, penginapan, serta kunjungan ke spot-spot bunga sakura populer.
2. Perubahan pola wisatawan

Turunnya biaya perjalanan juga dipengaruhi pergeseran pola kunjungan wisatawan. The Straits Times menyoroti arus wisatawan dari sejumlah negara, termasuk China, belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi. Situasi ini membuat persaingan antarpelaku usaha pariwisata di Jepang semakin ketat, sehingga penyesuaian harga pun tak terhindarkan.
Selain itu, pemerintah dan pelaku industri pariwisata Jepang juga mendorong wisatawan untuk menjelajahi destinasi di luar jalur utama Tokyo–Kyoto–Osaka. Upaya ini bertujuan menyebarkan kunjungan wisata sekaligus menekan lonjakan harga di kota-kota besar saat musim sakura.
3. Momentum menarik bagi wisatawan pada 2026
Dengan tren biaya yang lebih rendah, musim sakura 2026 dinilai menjadi kesempatan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan cherry blossom tanpa tekanan harga setinggi tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, wisatawan tetap disarankan memesan tiket dan akomodasi lebih awal untuk mendapatkan harga terbaik, mengingat musim sakura masih menjadi periode paling diminati di Jepang.
The Straits Times juga mengingatkan biaya perjalanan tetap berpotensi berfluktuasi, tergantung waktu pemesanan, destinasi yang dipilih, serta pergerakan nilai tukar yen menjelang musim semi 2026.
Gimana, kamu tertarik melancong dan berburu pemandangan bunga sakura di Jepang?

















