Segara Anak Gunung Rinjani (commons.wikimedia.org/Suryasriyama)
Siapa nih yang tergoda untuk melihat keindahan Danau Segara Anak di Gunung Rinjani? Pendakian ke tempat ini juga gak kalah menantang, bahkan tidak disarankan untuk pendaki pemula. Danau tersebut merupakan kaldera pada ketinggian 2.004 meter di atas permukaan laut yang dapat dilihat dari puncak Gunung Rinjani.
Danau Segara Anak mendapatkan namanya dari warna air danau yang kebiruan menyerupai air laut. Danau seluas 1.100 hektare itu terbentuk dari hasil erupsi Gunung Rinjani di masa lampau. Kemudian membentuk cekungan dengan dalaman hingga 230 meter dan terisi air.
Pada tahun 1994, Gunung Rinjani kembali erupsi dan menyebabkan munculnya Gunung Barujari di tengah danau. Lebih tepatnya kerucut Barujari muncul di sebelah timur kaldera Gunung Rinjani. Potretnya pernah diabadikan dalam mata uang pecahan Rp10.000 tahun 1998.
Sama seperti kedua danau sebelumnya, Segara Anak pun tidak lepas dari legenda dan mitos yang dipercaya masyarakat setempat. Umat Hindu percaya bahwa danau itu menjadi tempat bersemayamnya para dewa. Sedangkan masyarakat setempat meyakini, terdapat istana tempat tinggal Dewi Anjani, penguasa Gunung Rinjani.
Daya tarik budaya dapat kamu lihat setiap tahunnya karena danau tersebut menjadi tempat pelaksanaan upacara Mulang Pekelem yang dilakukan oleh umat Hindu. Mulang Pekelem berupa penyembelihan hewan, melepaskan binatang ke alam liar, dan menenggelamkan benda berharga ke daam danau. Upacara itu biasanya dilakukan pada purnama bulan kelima dengan tujuan untuk memohon dan menjaga keharmonisan alam.
Sekarang rasa penasaranmu sudah terjawab, bukan? Ketiga danau tersebut berada di gunung dengan grade 4 yang menunjukkan tingkat kesulitannya tinggi. Wajar saja kalau menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri kalau sudah bisa menyaksikan ketiga danau tersebut secara langsung.