Dubai Berikan Insentif 800 Dolar untuk Kembali Menarik Wisatawan

- Konflik Timur Tengah sejak Maret 2026 menekan pariwisata Dubai: hunian hotel turun dari 80% menjadi sekitar 10%, sementara penerbangan dan kunjungan internasional merosot.
- Dubai meluncurkan A Dubai Invite pada Juli 2026, memberi penduduk yang mengundang wisatawan asing paket promo senilai lebih dari 3.000 dirham atau 816 dolar AS.
- Pemulihan turut ditempuh melalui penangguhan pajak hotel, penghapusan biaya kota, diskon bisnis, dan perbaikan fasilitas terdampak; program A Dubai Invite mencatat lebih dari 10.000 pendaftar dalam 48 jam.
Perang di Timur Tengah yang masih memanas berdampak pada sektor pariwisata di kawasan Semenanjung Arab, termasuk Dubai. Meski tahun lalu sempat mencatatkan rekor tertinggi kunjungan wisatawan asing, jumlahnya mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir setelah meletusnya konflik pada Maret 2026.
Bahkan, hunian hotel menurun dari 80 persen menjadi hanya sekitar 10 persen. Kini para pejabat di Dubai tengah berupaya keras membalikkan keadaan di destinasi yang sebelumnya dianggap sebagai tempat aman di Timur Tengah dengan menawarkan paket hadiah hingga 3.000 dirham UEA atau 816 dolar AS. Kira-kira bagaimana caranya?
1. Dubai tawarkan 800 dolar untuk menarik kembali wiasatawan asing

Museum of The Future, Sheikh Zayed Road, Dubai (unsplash.com/Haris Khan) Pada Juli 2026, Dubai resmi meluncurkan program baru bernama A Dubai Invite untuk memulihkan sektor pariwisata mereka akibat dampak ketegangan di Timur Tengah. Melalui program tersebut, penduduk lokal yang memenuhi syarat, yaitu berusia 18 tahun ke atas dan memiliki ID Emirates yang valid, dapat mengundang keluarga atau teman dari luar negeri untuk berkunjung ke Dubai.
Jika sukses terverifikasi, pengundang akan mendapatkan paket promo khusus untuk menginap, makan, dan rekreasi senilai lebih dari 3.000 dirham UEA atau 816 dolar AS, yang setara dengan Rp14,6 juta. Penawaran ini berlaku hingga 31 Oktober 2026, tetapi dapat ditebus paling lambat hingga akhir tahun. Namun, pengunjung harus bukan penduduk Uni Emirat Arab, datang dengan visa turis yang sah, dan hanya dapat dinominasikan satu kali.
"Saat ini, rekomendasi dari orang terdekat jauh lebih penting dalam memilih tempat liburan. A Dubai Invite hadir untuk menunjukkan daya tarik Dubai yang sebenarnya, langsung dari warga lokal yang tinggal di sana, serta keluarga dan teman-teman yang mereka ajak untuk merasakannya sendiri," kata Noor Al Geziry, Assistant Vice President, Special Projects & MENA (Middle East & North Africa) di Dubai Department of Economy and Tourism (DET).
2. Dubah tengah berjuang untuk pulihkan citra pariwisatanya

Burj Al Arab, Jumeirah Street, Dubai (unsplash.com/Nick Fewings) A Dubai Invite merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh para pejabat Dubai untuk menarik kembali wisatawan asing. Sementara itu, upaya lainnya yang digagaskan termasuk penangguhan pajak hotel per malam yang dikenakan pada properti kelas atas dan penghapusan biaya kota sebesar 7 persen atau municipality fee yang diterapkan pada tagihan hotel dan restoran.
Dubai kini tengah berjuang mati-matian untuk memulihkan citra pariwisatanya setelah gempuran Iran pada Maret 2026. Meski sebagian rudal berhasil dicegat, serangan udara tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan paling terkenal, termasuk resor bintang lima Fairmont The Palm dan hotel Jumeirah Burj Al Arab, yang saat ini ditutup untuk program restorasi selama 18 bulan.
Selain itu, Bandara Internasional Dubai, sebuah pusat transportasi global yang penting, pun turut terkena imbasnya sehingga terpaksa ditutup sementara pada Maret 2026. Dampaknya, berbagai maskapai penerbangan, termasuk British Airways dan Emirates, akhirnya memutuskan untuk menangguhkan penerbangan ke destinasi tersebut.
3. Dubat sempat catatkan rekor tertinggi kunjungan wisatawan asing pada 2025

Burj Khalifa, Dubai (unsplash.com/K T) Dubai berhasil mencetak rekor tertinggi dengan menyambut hampir 20 juta wisatawan asing pada 2025 lalu. Namun, dampak konflik membuat jumlah maskapai di Bandara Internasional Dubai berkurang setengahnya sehingga kunjungan internasional juga menurun drastis. Banyak pesawat terpaksa putar balik akibat serangan rudal dan penumpang juga sengaja menghindari penerbangan di atas Timur Tengah.
Imbasnya, tingkat kekosongan kamar hotel melonjak tajam dan pendapatan merosot lebih dari 50 persen. Beberapa hotel ternama bahkan tutup total, sementara yang lain mempercepat jadwal renovasi. Para pelaku bisnis pun memanfaatkan program baru pemerintah untuk memperbaiki keadaan dengan menawarkan diskon 45 persen hingga menginap gratis. Untungnya, A Dubai Invite termasuk sukses karena dilaporkan menarik lebih dari 10 ribu pendaftar hanya dalam waktu 48 jam setelah dirilis.





















