Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Uruguay, Tuan Rumah Pertama Ajang Piala Dunia
ilustrasi pemandangan di tepi pantai di Uruguay (unsplash.com/Pedro Slinger)
  • Uruguay menjadi tuan rumah pertama Piala Dunia 1930 sekaligus juara perdananya, dikenal sebagai negara kecil namun aman dan berprestasi di Amerika Selatan.
  • Negara ini memiliki populasi sapi tiga kali lipat lebih banyak dari penduduknya, serta dikenal dengan lagu kebangsaan terpanjang di dunia berdurasi sekitar enam menit.
  • Pemerintah Uruguay sukses menerapkan listrik 100% dari energi terbarukan, membatasi konsumsi garam di restoran, dan menyediakan laptop serta Wi-Fi gratis bagi seluruh pelajar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Turnamen sepak bola terbesar, Piala Dunia 2026, akan segera diselenggarakan. Laga pertama akan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026 di Estadio Azteca, Mexico City. Meski Indonesia sendiri gagal meraih tiket ke Piala Dunia 2026, pesta sepak bola yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali ini tetap menarik untuk ditonton. Ditambah lagi, Piala Dunia kali ini pertama kalinya diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Namun, tahukah kamu bahwa Paraguay adalah negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia? Diselenggarakan pada 1930, Uruguay juga menjadi negara pertama yang menjuarai Piala Dunia. Selain dua fakta menarik ini, negara di Amerika Selatan ini juga memiliki banyak fakta luar biasa yang jarang kita ketahui.

1. Uruguay merupakan negara terkecil kedua di Amerika Selatan

ilustrasi peta Uruguay (commons.m.wikimedia.org/Coquimbo58)

Buat kamu yang masih asing sama negara ini, Uruguay merupakan sebuah negara yang terletak di Amerika Selatan. Lokasinya berbatasan dengan Brasil dan hanya dibatasi oleh sebuah sungai. Berbeda dengan kebanyakan negara lain di Amerika Selatan yang memiliki wilayah yang luas, Uruguay hanya memiliki luas 176.215 km². Dengan luasnya ini, Uruguay hanya sedikit lebih besar dari Suriname, yang menjadi negara terkecil di wilayah tersebut.

Eits, meski luasnya gak seberapa, Uruguay adalah negara yang luar biasa. Negara ini merupakan salah satu negara teraman di Amerika Selatan, memiliki tingkat korupsi yang rendah, dan menjadi salah satu negara yang paling banyak mengirimkan pasukan keamanan untuk misi perdamaian PBB. Gak sampai di situ, Uruguay bahkan pernah mendapatkan predikat sebagai negara terbaik pada 2013 versi The Economist.

2. Di Uruguay, jumlah sapi lebih banyak dari manusia

ilustrasi seekor sapi berdiri di depan kamera (unsplash.com/Wolfgang Hasselmann)

Orang Uruguay sangat menyukai daging sapi dan banyak dari hidangan mereka menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya. Saking sukanya, rata-rata setiap orang di Uruguay mengonsumsi daging sapi sebanyak 53 kilogram setiap tahunnya.

Untungnya, kesukaan warga terhadap daging didukung oleh kondisi alam dan populasi sapi yang besar di negara tersebut. Hampir sepertiga wilayah Uruguay merupakan padang rumput hijau yang ideal bagi para sapi dan domba untuk merumput. Pada tahun 2024 lalu, jumlah penduduk Uruguay mencapai 3,38 hingga 3,5 juta jiwa. Namun, negara ini memiliki 12 juta ekor sapi, alias tiga kali lipat lebih banyak daripada jumlah penduduknya sendiri.

3. Lagu kebangsaan Uruguay adalah yang terpanjang di dunia

ilustrasi bendera Uruguay (unsplash.com/Guilherme Hellwinkel)

Ketika Uruguay merdeka pada 1928, negara ini gak langsung memiliki lagu kebangsaan. Baru pada 1933, seorang penyair bernama Francisco de Figueroa menawarkan diri untuk membuatnya. Lagu berjudul "Orientales, la Patria o La Tumba" itu mendapatkan sambutan yang baik dan akhirnya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

Menariknya, saat pertandingan olahraga, seperti sepak bola, rakyat Uruguay terpaksa memangkas lagu kebangsaannya sendiri dan hanya menyanyikan bagian refrain dan bait pertama. Kenapa begitu? Ini karena lagu kebangsaan Uruguay merupakan lagu kebangsaan terpanjang di dunia. Jika dinyanyikan secara lengkap, durasinya sekitar 5—6 menit. Cukup lama, bukan?

4. Seluruh listrik di Uruguay berasal dari sumber energi terbarukan

ilustrasi windmills untuk pembangkit listrik (unsplash.com/Waldermar Brandt)

Uruguay merupakan salah satu negara dengan tingkat elektrifikasi tertinggi di belahan Bumi Selatan. Sebanyak 99,9 persen rumah tangga di sana memiliki akses listrik. Luar biasanya, listrik di Uruguay tidak berasal dari bahan bakar fosil seperti batu bara atau gas.

Alih-alih menggunakan bahan bakar yang gak ramah lingkungan, di Uruguay mereka menyulap sumber energi terbarukan seperti angin, biomassa, dan surya menjadi listrik. Hebatnya lagi, bukan hanya satu atau dua wilayah yang menggunakan listrik dari sumber yang ramah lingkungan. Pasalnya sekitar 98—100 persen wilayah sudah menikmati listrik dari sumber energi terbarukan sejak 2020 lalu.

5. Gak ada garam atau saus tomat di restoran Uruguay

ilustrasi garam dan saus tomat di atas meja (unsplash.com/Tianlei Wu)

Obesitas dan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang cukup serius di Uruguay. Untuk mengatasinya, pemerintah mengurangi akses terhadap garam. Undang-undang juga melarang penggunaan garam secara berlebihan pada makanan. Di sekolah-sekolah Uruguay, kantin atau kafetaria gak menyediakan botol garam atau saus tomat di meja makan.

Pemandangan yang sama juga akan kamu temukan di restoran mereka. Jika merasa makanan yang dipesan kurang asin, kamu harus memanggil pelayan dan meminta garam kepada mereka. Terakhir, pelayan juga wajib memberikan peringatan kepada pelanggan mengenai konsumsi garam dan memberikan penawaran makanan alternatif lain yang mengandung natrium lebih rendah.

6. Pemerintah memberikan akses Wi-Fi dan laptop gratis pada anak-anak sekolah

ilustrasi seorang anak sedang belajar di depan laptop (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Pemerintah Uruguay sangat serius jika menyangkut urusan pendidikan. Gak tanggung-tanggung, Uruguay adalah negara dengan tingkat melek huruf tertinggi di seluruh Amerika Selatan. Di mana sekitar 98,7 persen orang dewasa dapat membaca, menulis, serta berhitung dengan sangat baik.

Gak hanya orang dewasa, semua sekolah di Uruguay memiliki akses internet gratis. Pemerintah juga memberikan laptop untuk setiap anak sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan digital antara keluarga kaya dan keluarga miskin. Dengan adanya akses internet dan laptop, setiap siswa di sana memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan informasi selama proses belajar. Keren, ya?

Dibandingkan dengan negara tetangganya, seperti Brasil atau Argentina, nama Uruguay memang gak terlalu populer. Ukurannya yang kecil bikin negara ini gak banyak dikenal orang. Namun, dibandingkan dengan negara-negara tetangganya pula, Uruguay adalah salah satu negara terbaik untuk dijadikan tempat tinggal. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team