Comscore Tracker

Mengenal Nebuta Aomori, Festival Musim Panas Terkenal di Jepang

Ada kendaraan hias berukuran raksasa

Musim panas menjadi waktu yang bersahabat untuk menikmati liburan dan keindahan alam, terutama di negara empat musim. Cuaca cerah dan suhu yang bikin nyaman sepanjang hari dapat dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya menyantap hidangan khas musim panas hingga merayakan berbagai festival.

Jepang menjadi negara empat musim dengan banyak festival setiap tahunnya. Festival Nebuta Aomori salah satu yang paling populer saat musim panas. Festival tersebut berlangsung selama seminggu pertama pada bulan Agustus.

Dirayakan secara meriah, kini saatnya kamu mengenal Nebuta Aomori, salah satu festival musim panas paling terkenal di Jepang. Kalau sedang di Jepang, tak ada salahnya buat menontonnya, lho.

1. Konon, nebuta dipengaruhi budaya mengapungkan lentera dari China

Mengenal Nebuta Aomori, Festival Musim Panas Terkenal di JepangFestival Nebuta Aomori (instagram.com/newtakasawa_)

Festival Nebuta merupakan festival musim panas yang terkenal di Aomori. Sedangkan masyarakat di Hirosaki, bagian barat Prefektur Aomori, menyebutnya sebagai Festival Neputa. Festival ini berupa parade kendaraan yang diarak ke berbagai penjuru kota.

Dilansir Live Japan, asal usul Festival Nebuta Aomori tidak begitu jelas. Namun, festival ini diyakini berasal dari Nara sekitar tahun 710-794. Saat itu, tradisi mengapungkan lentera di sungai selama Tanabata dilakukan. Tradisi tersebut dipengaruhi oleh tradisi China dan berkembang hingga ke Thailand.

Sedangkan di Jepang, sebelum menjadi festival, pengapungkan lentera bertujuan untuk mengusir rasa kantuk yang mengganggu pekerjaan bertani. Sehingga, lampion dan bambu diapungkan di sungai dan laut. Dalam bahasa Jepang, "mengantuk" adalah "nemutai", kemudian berkembang menjadi "nebuta".

2. Dibuat dalam berbagai karakter sejarah hingga makhluk mitologi

Mengenal Nebuta Aomori, Festival Musim Panas Terkenal di JepangFestival Nebuta Aomori (instagram.com/ak_r1122)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Festival Nebuta Aomori berupa parade kendaraan hias. Kendaraan ini gak hanya di darat tapi juga menyerupai perahu dan diarak di perairan. Hiasannya berupa lentera berukuran besar dengan karakter prajurit, iblis, dewa, hingga makhluk mitologi.

Biasanya, kendaraan hias tersebut buatan tangan pengrajin ahli. Gak heran kalau membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Namun, di antara puluhan kendaraan hias yang kamu saksikan, hanya sebagian yang berukuran raksasa.

3. Festival semakin meriah diiringi penari haneto

Mengenal Nebuta Aomori, Festival Musim Panas Terkenal di Jepangpenari haneto (instagram.com/newtakasawa_)

Festival Nebuta gak hanya berupa parade kendaraan hias, tapi juga diiringi penari haneto. Buat kamu yang ingin menikmati festival ala warga lokal, bisa banget bergabung sebagai penari haneto. Kamu bisa mengenakan kostum haneto yang meriah, berwarna cerah, dan lengkap dengan berbagai hiasan.

Kamu bisa menyewanya pada penyedia di sepanjang rute parade. Layaknya karnaval, penari haneto berjalan mengiringi nebuta dengan semangat dan energik. Gak lupa juga mengikuti irama drum taiko dan bernyanyi dengan antusias.

Baca Juga: 10 Festival Musim Panas di Korea Selatan 2022, Masuk Bucket List?

4. Berlangsung setiap hari pada minggu pertama Agustus

Mengenal Nebuta Aomori, Festival Musim Panas Terkenal di JepangFestival Nebuta Aomori (instagram.com/alicewielinga)

Festival tahunan ini biasanya berlangsung mulai tanggal 2-7 Agustus di Aomori, Jepang. Setiap tanggal 2-3 Agustus hanya sebagian kendaraan berukuran kecil yang diarak pada malam hari. Sedangkan tanggal 4-6 Agustus akan lebih meriah dengan mengarak semua kendaraan dalam berbagai ukuran. Yap, lebih besar dan rumit.

Pada hari terakhir festival, tanggal 7 Agustus, menjadi yang paling meriah. Parade dimulai pada siang hari di jalanan dengan berbagai rute. Saat malam hari, gemerlap kembang api dan parade perahu menjadi acara puncaknya.

Biasanya, kendaraan hias yang telah memenangkan hadiah festival tahunan ini diletakkan di atas perahu. Kemudian, kendaraan akan diarak di sekitar Teluk Aomori dan pengunjung dapat menikmati kemeriahannya.

Kamu ingin menikmati kemeriahannya secara langsung? Pesan saja kursi yang telah disediakan di sekitar Teluk Aomori. Namun, kamu juga tetap bisa menikmatinya dengan gratis, tapi di trotoar maupun tanpa tempat duduk.

5. Tempat yang perlu kamu kunjungi ketika gak sempat menikmati festival secara langsung

Mengenal Nebuta Aomori, Festival Musim Panas Terkenal di Jepangnebuta raksasa di museum (instagram.com/matu736)

Sedangkan untuk yang gak sempat menyaksikannya secara langsung, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat penting, seperti Museum Nebuta WA-RASSE yang dekat Stasiun JR Aomori. Kamu dapat mengenal lebih jauh perkembangan kendaraan hias nebuta dari tahun ke tahun.

Kamu juga dapat merasakan sensasi festival sesungguhnya melalui pengalaman haneto, mulai melakukan tarian haneto, memukul simbal, hingga menabuh drum taiko. Hal lain yang seru adalah mempelajari struktur dan proses konstruksi kendaraan hias. Kamu dapat merasakannya pada jam-jam tertentu yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola.

Berbeda lagi jika di Hirosaki, kamu dapat mengunjungi Tsugaru-han Neputa Village. Budaya yang dikenalkan lebih beragam dan Festival Neputa menjadi salah satunya. Di sini, kamu dapat menyaksikan pertunjukan shamisen dan mencoba membuat berbagai kerajinan tradisional dari kayu hingga tanah liat.

Nah, sekarang kamu sudah mengenal tentang Festival Nebuta Aomori yang menjadi salah satu perayaan musim panas. Festival meriah berhiaskan lampion raksasa dan diiringi dengan musik serta tarian ini patut kamu saksikan. Pertunjukan kembang api pun menjadi acara puncak yang sayang untuk dilewatkan.

Baca Juga: 5 Festival Malam di Jepang yang Tak Boleh Dilewatkan!

Fatma Roisatin Nadhiroh Photo Verified Writer Fatma Roisatin Nadhiroh

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Naufal Al Rahman

Berita Terkini Lainnya