Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Festival Perang Air Paling Seru dan Meriah Selain Songkran
Potret festival air (pixabay.com/zixww2020)
  • Festival perang air tak hanya ada di Thailand, tapi juga dirayakan di berbagai negara dengan makna penyucian diri dan kebersamaan yang kuat.
  • Thingyan di Myanmar, Pi Mai Lao di Laos, Holi di India, dan Dai Water Splashing Festival di China menampilkan tradisi air penuh warna serta nilai budaya mendalam.
  • Tbilisi Open Air Water Fight di Georgia hadir lebih modern tanpa unsur religius, namun tetap membawa semangat hiburan dan kebersamaan lintas generasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Festival perang air identik dengan kemeriahan Songkran di Thailand. Setiap tahunnya, jutaan orang turun ke jalan untuk saling menyiram air sebagai simbol pembersihan diri dan menyambut tahun baru.

Namun, tahukah kamu kalau tradisi serupa ternyata tidak hanya ada di Thailand, lho. Di berbagai belahan dunia, terdapat festival air dengan konsep yang tak kalah seru dan meriah. Lebih detail, berikut beberapa festival perang air di selain Songkran yang menarik untuk diketahui.

1. Thingyan Water Festival, Myanmar

Thingyan merupakan festival tahun baru di Myanmar yang memiliki konsep mirip dengan Songkran. Sama seperti Songkran, festival ini biasanya digelar setiap pertengahan April dan menjadi momen bagi masyarakat untuk saling menyiram air di jalanan.

Air dalam festival ini melambangkan penyucian diri dari kesalahan di tahun sebelumnya. Di kota-kota besar seperti Yangon dan Mandalay, suasananya begitu meriah, lengkap dengan panggung musik hingga truk tangki air. Selain sebagai ajang bersenang-senang, Thingyan juga sarat nilai spiritual dan budaya yang masih dijaga hingga saat ini.

2. Pi Mai Lao, Laos

Potret festival air (pixabay.com/laydown)

Di Laos, tradisi perang air hadir dalam perayaan tahun baru yang dikenal sebagai Pi Mai Lao. Festival ini juga berlangsung pada bulan April dan memiliki makna yang serupa, yakni membersihkan diri serta membawa keberuntungan.

Masyarakat biasanya menyiram air secara simbolis kepada orang lain, termasuk patung Buddha di kuil. Namun, seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi perang air yang meriah di jalanan. Pusat perayaannya biasanya berada di Kota seperti Luang Prabang dan Vientiane menjadi pusat perayaan dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

3. Holi Festival, India

Meski lebih dikenal sebagai festival warna, Holi di India juga kerap melibatkan perang air. Festival ini biasanya berlangsung pada Maret dan dirayakan dengan melempar bubuk warna serta menyiram air ke satu sama lain.

Air dan warna dalam Holi melambangkan kebahagiaan, kemenangan kebaikan atas kejahatan, serta awal musim semi. Suasana perayaan sangat meriah, dengan musik, tarian, dan interaksi bebas antar peserta.

Holi menjadi salah satu festival paling ikonik di dunia karena kombinasi warna yang digunakan menciptakan pengalaman visual yang unik sekaligus estetik.

4. Dai Water Splashing Festival, China

Potret festival air (pixabay.com/laydown)

Festival ini berasal dari etnis Dai di Yunnan, China, dan biasanya berlangsung pada April. Sama seperti Songkran, festival ini menandai tahun baru serta menjadi simbol penyucian diri.

Dalam perayaannya, masyarakat akan saling menyiram air sebagai bentuk doa untuk keberuntungan dan kebahagiaan. Air dianggap sebagai simbol berkah, sehingga semakin banyak air yang disiram, semakin baik maknanya. Perayaan ini juga diwarnai dengan tarian tradisional, musik, dan berbagai ritual budaya khas etnis Dai.

5. Tbilisi Open Air Water Fight, Georgia

Berbeda dengan festival tradisional lainnya, perang air di Tbilisi, Georgia, lebih bersifat modern dan spontan. Biasanya digelar saat musim panas, warga berkumpul di ruang publik untuk saling menyiram air sebagai bentuk hiburan.

Meski tidak memiliki makna religius seperti festival lainnya, acara ini tetap menarik karena menghadirkan suasana kebersamaan yang santai dan penuh tawa. Festival ini menunjukkan bahwa perang air juga bisa menjadi bentuk hiburan universal yang dinikmati berbagai kalangan.

Festival perang air bukan hanya tentang keseruan semata, tetapi juga menyimpan makna budaya yang mendalam di berbagai negara. Dari Asia Tenggara hingga Eropa, tradisi ini hadir dengan cara yang berbeda, tapi tetap menghadirkan semangat kebersamaan.

Selain Songkran, berbagai festival di atas bisa menjadi inspirasi liburan unik yang tak terlupakan. Jadi, tertarik merasakan sensasi perang air di negara lain?

FAQ Seputar Festival Perang Air Selain Songkran

Apa itu Festival Vardavar dan di mana perayaannya berlangsung?

Vardavar adalah festival air terbesar di Armenia. Tradisi ini berasal dari zaman kuno sebagai penghormatan kepada dewi Astghik. Selama perayaan, orang-orang dari segala usia akan saling menyiramkan air di jalanan, taman, bahkan dari balkon rumah tanpa pandang bulu.

Seperti apa kemeriahan Festival Waterbomb di Korea Selatan?

Waterbomb adalah festival musik musim panas yang sangat populer di Korea Selatan. Festival ini memadukan konser musik K-Pop dan EDM dengan perang air skala besar menggunakan pistol air. Peserta dan pengisi acara biasanya dibagi menjadi dua tim berdasarkan warna untuk saling "menyerang" dengan air.

Apakah ada festival perang air serupa di Indonesia?

Ya, Indonesia memiliki tradisi bernama Cian Cui atau Festival Perang Air yang rutin diadakan di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Festival ini biasanya berlangsung selama perayaan Imlek, di mana warga dan wisatawan berkeliling kota menggunakan becak motor sambil saling menyiram air.

Apa keunikan Festival Kalayaan di Filipina?

Di Filipina, khususnya di kota San Juan, terdapat perayaan yang disebut Wattah Wattah atau Festival San Juan Bautista. Untuk menghormati Santo Yohanes Pembaptis, warga merayakannya dengan tradisi "Basaan", yaitu menyemprotkan air ke kendaraan yang lewat dan pejalan kaki sebagai simbol pembaptisan dan pembersihan diri.

Editorial Team