Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gaet 29 Juta Turis, Malaysia Kokoh Jadi Raja Wisata Asia Tenggara

3 min read
Gaet 29 Juta Turis, Malaysia Kokoh Jadi Raja Wisata Asia Tenggara
Petronas Twin Towers, Malaysia (unsplash.com/Esmonde Yong)
  • Malaysia mencatat 28,8 juta wisatawan internasional pada Januari–Agustus 2026, naik 1,8 persen tahunan, dan menargetkan 47 juta kunjungan hingga akhir tahun.
  • Malaysia mengungguli Thailand dengan 20,93 juta dan Vietnam hampir 16 juta turis; Indonesia mencatat 10,58 juta kunjungan, meski tumbuh 5,38 persen secara tahunan.
  • Pariwisata menyumbang lebih dari 15 persen PDB Malaysia, sementara paspornya sejajar Singapura sebagai terkuat di Asia Tenggara dengan akses ke 175 negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malaysia sukses mempertahankan gelar Raja Wisata Asia Tenggara tahun ini, lho. Dilansir VN Express, Negeri Jiran mencatat 28,8 juta pengunjung internasional dari Januari–Agustus 2026, unggul atas sejumlah negara tetangga yang menjadi pesaing utamanya, seperti Thailand dan Vietnam.

Tentunya, jumlah yang besar tersebut membuat Malaysia tetap tidak terkalahkan hingga saat ini. Bahkan, pencapaian itu semakin memperkuat tekad Malaysia untuk mencapai target 47 juta pengunjung internasional pada akhir 2026. Kira-kira bagaimana dengan posisi Indonesia di Asia Tenggara, ya?

  1. 1. Malaysia kokoh jadi raja wisata Asia Tenggara

    Malaysia
    Malaysia (unsplash.com/Hongwei FAN)

    Sektor pariwisata Malaysia kembali sukses mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama di Asia Tenggara. Dilansir VN Express, kunjungan wisatawan internasional ke negara tersebut mencapai 28,8 juta pada periode Januari–Agustus 2026, mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,8 persen secara tahunan.

    Wakil Direktur Jenderal (Promosi) Pariwisata Malaysia, Mohd Akbal Setia, menyatakan bahwa kinerja pariwisata yang kuat mencerminkan daya tarik Malaysia yang berkelanjutan. Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya memperkuat kemitraan internasional untuk mendukung pencapaian tersebut.

    Mohd Akbal Setia juga mengatakan pariwisata merupakan penggerak ekonomi penting, yang menyumbang lebih dari 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia. Sektor ini menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari usaha hotel, transportasi online, perajin, hingga restoran keluarga.

  2. 2. Malaysia kalahkan pesaing kuat di Asia Tenggara

    Georgetown, Penang, Malaysia
    Georgetown, Penang, Malaysia (unsplash.com/Sandip Roy)

    Malaysia telah muncul sebagai salah satu titik terang pariwisata di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Pencapaian positif ini didukung oleh kebijakan visa yang fleksibel hingga peningkatan infrastruktur secara signifikan. Pada 2025 lalu, Negeri Jiran bahkan menyambut total 42,2 pengunjung internasional, lho.

    Sementara itu, Thailand yang juga menjadi destinasi favorit di Asia Tenggara, berada di peringkat kedua setelah menarik 20,93 juta pengunjung internasional dalam 8 bulan pertama tahun ini. Angka tersebut turun 3,08 persen dari periode yang sama pada 2025. Lalu, Vietnam menyusul dengan hampir 16 juta turis mancangera dan meningkat 14,4% secara tahunan.

    Sayangnya, jumlah wisatawan asing ke Indonesia masih kalah jauh dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya ada 10,58 juta kunjungan ke Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026. Kabar baiknya, jumlah ini naik 5,38 persen daripada periode yang sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.

  3. 3. Paspor Malaysia juga paling perkasa di Asia Tenggara

    Malaysia
    Malaysia (unsplash.com/Ravin Rau)

    Tidak hanya menggaet 29 juta pengunjung internasional, paspor Malaysia juga kini menjadi yang terkuat kedua di dunia dan sejajar dengan Singapura menurut The Passport Index Global Ranking 2026, lho. Bahkan, berdasarkan pengumuman Departemen Imigrasi baru-baru ini, pemegang paspor Malaysia saat ini memiliki akses ke 175 negara, terdiri dari 129 destinasi bebas visa dan 46 destinasi dengan visa saat kedatangan.

    Di Asia Tenggara, paspor Malaysia juga menjadi yang paling perkasa bersama Singapura. Setelah itu, barulah Brunei Darussalam, Timor-Leste, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar berada di posisi terakhir. Tahun lalu, paspor Malaysia masih menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. Namun, hanya dalam beberapa bulan, Malaysia sudah berhasil menyamai posisi Singapura di mata dunia maupun di Asia Tenggara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More