Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hal-hal yang Bikin Paspormu Tidak Terbaca di Autogate
Potret autogate di bandara (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Saat hendak bepergian ke luar negeri, setiap orang wajib melewati gate imigrasi yang ada di bandara atau pelabuhan. Saat ini, beberapa bandara Indonesia sudah menerapkan sistem imigrasi autogate. Dengan sistem ini, proses pemeriksaan paspor, baik paspor biasa maupun paspor elektronik, bisa lebih cepat dibandingkan antrean manual.

Saat melewati autogate imigrasi, pemegang paspor cukup memindai halaman utama paspor di tempat yang disediakan, mengikuti instruksi yang ada di layar, dan tak lama kemudian pintu atau gerbang akan terbuka secara otomatis. Proses ini hanya memakan waktu beberapa detik saja, lho!

Meski terlihat lancar, rupanya ada banyak kejadian paspor tidak bisa terbaca di autogate imigrasi, lho! Kira-kira apa saja penyebabnya, ya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

1. Chip tidak bisa terbaca

Potret paspor dan boarding pass (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Penyebab pertama paspor tidak bisa terbaca di autogate adalah adanya kerusakan chip paspor, terutama pada paspor elektonik. Jika chip tersebut rusak, tergores, atau mengalami gangguan teknis, mesin tidak akan bisa memindai data biometrik dan identitas pemiliknya. Akibatnya, proses pemeriksaan otomatis gagal dan pemeriksaan dialihkan ke konter manual.

Kerusakan chip bisa terjadi, karena paspor sering terlipat, tertindih benda berat, atau terkena cairan. Banyak orang tanpa sadar menyimpan paspor di saku belakang celana atau tas yang terlalu penuh, sehingga bagian cover dan halaman identitasnya tertekan.

Untuk mencegah hal ini, simpan paspor di pouch khusus yang kokoh dan tahan air. Hindari melipat atau menaruhnya sembarangan, agar chip tetap aman dan bisa terbaca dengan optimal di autogate.

2. Halaman identitas kotor atau tergores

Potret tiket pesawat dan paspor (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Sistem autogate bekerja dengan cara memindai halaman biodata yang berisi foto dan data diri. Jika bagian ini kotor, tergores, basah, robek, berlubang, atau tintanya memudar, mesin bisa kesulitan membaca informasi secara akurat. Bahkan, goresan kecil pada kode MRZ (Machine Readable Zone) bisa membuat sistem gagal mengenali data.

Masalah ini sering terjadi, karena paspor terkena cairan, noda makanan, atau tinta yang luntur. Ada juga yang menempelkan stiker pelindung tidak resmi yang justru mengganggu proses pemindaian.

Selain tidak bisa dibaca di mesin autogate, keadaan ini juga membuat paspormu tidak dapat digunakan untuk bepergian. Kamu harus segera mengajukan penggantian paspor baru ke kantor imigrasi dengan membuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan membayar denda sebesar Rp500 ribu di luar biaya penggantian paspor.

3. Data biometrik tidak sinkron

Potret paspor dan boarding pass (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Autogate mencocokkan wajah penumpang dengan data biometrik yang tersimpan di sistem imigrasi. Jika ada perubahan signifikan pada penampilan fisik, proses verifikasi bisa gagal.

Perubahan fisik ini bisa terjadi karena operasi plastik, perubahan berat badan ekstrem, berganti jenis kelamin, ada tato atau bekas luka baru di wajah, atau bahkan penggunaan makeup secara berlebihan. Jika demikian, sebaiknya segera lakukan penggantian paspor untuk memperbarui data ke kantor imigrasi.

4. Mengenakan aksesori berlebih

Potret seseorang memakai topi dan kacamata hitam (pexels.com/MiM Fathi)

Penggunaan aksesori, terutama di bagian wajah juga bisa menjadi masalah di autogate. Misalnya kacamata hitam, masker, topi, dan sebagainya. Benda ini akan menghalangi proses identifikasi data biometrik dan wajib dilepas sebelum pemeriksaan.

Selain itu, kaos bergambar wajah orang yang realistis juga berpotensi membingungkan sistem sengenalan wajah (facial recognition) di autogate imigrasi. Sistem tersebut mendeteksi ada dua atau lebih wajah orang dalam satu frame dan fokus kameranya bisa teralihkan. Akibatnya, pemindaian menjadi lebih lama atau bahkan gagal.

5. Sampul masih terpasang di paspor

Potret cover paspor (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Untuk melindungi dari kerusakan, noda, atau terlipat, biasanya seseorang memasang cover atau sampul pada paspornya. Di sisi lain, cover tersebut justru bisa menjadi penyebab paspor tidak terbaca di autogate, lho!

Cover atau pelindung fisik paspor lainnya wajib dilepas sebelum proses pemindaian. Bahkan, instruksi ini tepampang secara jelas di dekat gate imigrasi. Petugas yang berjaga di sana juga akan mengawasi hal ini. Jika melihat ada cover yang masih terpasang di paspor, biasanya ia akan mengimbau untuk melepasnya.

Paspor modern, terutama e-passport, dilengkapi chip elektronik yang menyimpan data biometrik pemiliknya. Chip inilah yang dibaca oleh mesin autogate dengan teknologi radio frequency (RF). Jika cover tetap terpasang di paspor, maka sinyal antara chip dan pemindai bisa terhalang. Apalagi kalau cover tersebut tebal, berbahan kulit, atau memiliki lapisan magnet.

Karena mesin kesulitan membaca data, proses pemindaian menjadi lebih lama atau bahkan gagal. Akibatnya, pemegang paspor harus mengulang proses atau dialihkan ke pemeriksaan manual. Jadi lebih lama, kan?

Nah, itu dia beberapa alasan yang menyebabkan paspormu tidak terbaca di autogate imigrasi. Hindari hal-hal di atas, serta jaga dan simpan paspor dengan baik agar perjalananmu lancar, ya!

Editorial Team