Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Enoshima
Enoshima (commons.wikimedia.org/Syced)

Intinya sih...

  • Menyusuri Benten Bridge saat pagi hari

    • Waktu terbaik pukul 07.00–08.00

  • Melihat garis pantai Shonan dengan jelas

  • Pagi memberi kesempatan menikmati transisi daratan ke pulau dengan tempo yang lebih tenang

  • Berhenti di Hetsunomiya tanpa langsung naik ke atas

    • Lokasi datar cocok untuk berhenti sejenak

  • Ada sudut teduh yang jarang digunakan wisatawan rombongan

  • Berhenti di sini membantu mengatur tenaga sebelum melanjutkan perjalanan naik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pulau Enoshima di Prefektur Kanagawa sering diposisikan sebagai destinasi singkat, padahal detail perjalanannya justru menentukan kualitas kunjungan. Dari Tokyo, perjalanan ke enoshima memakan waktu sekitar 70–80 menit menggunakan kombinasi JR dan Enoden, sehingga banyak wisatawan datang tanpa rencana detail. Akibatnya, fokus hanya berhenti di spot populer, sementara pengalaman kecil yang lebih seru sering terlewat.

Padahal, sisi-sisi sederhana inilah yang membuat perjalanan terasa lebih padat makna tanpa harus menambah agenda. Berikut sejumlah detail perjalanan di Enoshima yang jarang dibicarakan, tetapi layak diperhatikan.

1. Menyusuri Benten Bridge saat pagi hari

Benten Bridge (commons.wikimedia.org/Guilhem Vellut)

Benten Bridge sepanjang kurang lebih 400 meter menjadi satu-satunya akses pejalan kaki menuju pulau, tetapi sering hanya dianggap jalur masuk. Waktu terbaik melintasinya adalah pukul 07.00–08.00, saat arus wisatawan masih tipis dan angin laut terasa bersih. Dari sisi kiri jembatan, garis pantai Shonan tampak jelas, terutama saat cuaca cerah. Tips praktisnya, berjalan di sisi luar jembatan memberi ruang berhenti sejenak tanpa mengganggu arus orang.

Banyak pengunjung datang terlalu siang sehingga pengalaman ini berubah menjadi sekadar jalan cepat. Padahal, pagi hari memberi kesempatan menikmati transisi daratan ke pulau dengan tempo yang lebih tenang. Momen ini sering menjadi pembuka perjalanan terbaik sebelum area utama mulai padat.

2. Berhenti di Hetsunomiya tanpa langsung naik ke atas

Hetsunomiya (commons.wikimedia.org/Daderot)

Area Hetsunomiya Shrine berada tidak jauh dari pintu masuk pulau, tetapi sering dilewati demi mengejar bagian atas kompleks kuil. Lokasi ini relatif datar, cocok untuk berhenti singkat sebelum menaiki tangga panjang berikutnya. Di sekitar halaman, terdapat sudut teduh yang jarang digunakan wisatawan rombongan.

Waktu singgah ideal adalah menjelang siang, sekitar pukul 10.00, ketika area ini masih cukup lengang. Berhenti di sini membantu mengatur tenaga sebelum melanjutkan perjalanan naik. Banyak wisatawan melewatkannya karena tidak tercantum sebagai spot foto utama.

3. Menentukan waktu masuk Samuel Cocking Garden

Samuel Cocking Garden (commons.wikimedia.org/Daderot)

Samuel Cocking Garden sering dikunjungi tanpa mempertimbangkan jam masuk, padahal waktu sangat memengaruhi pengalaman. Tiket masuk berkisar 200 yen, dan waktu terbaik adalah sore menjelang matahari turun. Dari taman ini, jalur menuju Sea Candle terasa lebih menyatu dengan pemandangan.

Datang terlalu siang membuat taman terasa biasa karena cahaya terlalu keras. Sore hari memberi suasana lebih seimbang untuk berjalan santai. Sebelum ke sana pastikan untuk cek cuaca terlebih dahulu karena taman ini lebih menarik saat langit cerah.

4. Mencicipi shirasu di kios kecil, bukan restoran besar

Shirasu (commons.wikimedia.org/Ocdp)

Shirasu, ikan teri kecil khas kawasan Shonan, paling mudah ditemukan di enoshima. Banyak wisatawan memilih restoran besar, padahal kios kecil di jalur samping sering menyajikan shirasu donburi dengan harga lebih terjangkau, sekitar 800–1.000 yen. Porsi sederhana justru memberi rasa lebih segar karena perputaran bahan cepat.

Waktu terbaik mencoba shirasu adalah siang hari sebelum pukul 13.00, saat stok masih lengkap. Perhatikan papan kecil bertuliskan “nama shirasu”, tanda bahan tersedia hari itu. Detail ini sering terlewat oleh pengunjung yang terburu-buru.

5. Duduk sejenak di bangku batu sisi barat pulau

Enoshima (commons.wikimedia.org/おいしい水(濃縮還元)

Sisi barat Enoshima memiliki beberapa bangku batu menghadap laut, lokasinya sedikit menjauh dari jalur utama. Area ini cocok dikunjungi sore hari saat matahari mulai condong. Dari sini, pemandangan laut terbuka tanpa terhalang bangunan.

Banyak wisatawan tidak mengetahui titik ini karena tidak ada penunjuk arah khusus. Padahal, berhenti 10–15 menit di sini cukup untuk memberi jeda sebelum kembali. Kamu bisa membawa minum sendiri karena tidak ada kios di sekitar bangku.

Enoshima tidak selalu tentang atraksi besar atau foto ikonik. Perjalanan justru terasa lebih lengkap saat memberi ruang pada detail kecil yang sering terlewat. Dengan pengaturan waktu dan perhatian sederhana, kunjungan singkat bisa berubah menjadi pengalaman yang lebih rapi dan berkesan. Dari semua hal kecil tadi, bagian mana yang ingin dicoba lebih dulu saat berkunjung ke Enoshima?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team