Kenapa Enoshima Selalu Ramai saat Sore Hari?

- Waktu kunjungan wisatawan dari Tokyo dan Yokohama bertemu di sore hariSebagian besar pengunjung Enoshima berasal dari Tokyo dan Yokohama yang datang menggunakan Odakyu Line atau Enoden. Pola kedatangan yang seragam ini membuat kawasan langsung terasa padat.
- Jembatan Enoshima Bentenbashi jadi titik kumpul utama pengunjungJembatan Enoshima Bentenbashi sepanjang sekitar 389 meter menjadi area pertama yang langsung dipenuhi orang di sore hari. Walaupun tidak berhenti lama, jumlah orang yang terus berdatangan membuat jembatan tampak selalu penuh.
- Enoshima Sea Candle paling diminati menjelang matahari terbenamEnoshima Sea Candle atau mercusuar observasi
Enoshima hampir selalu terlihat lebih hidup saat sore, terutama mulai pukul 15.30 hingga menjelang matahari terbenam. Pulau kecil yang terhubung jembatan sepanjang sekitar 400 meter dari Katase ini memang punya ritme wisata yang berbeda dibanding destinasi pantai lain di Jepang.
Baru-baru ini, Enoshima terlihat muncul dalam drama Korea Can This Love Be Translated? (2026) di episode pertama. Karakter Cha Mu Hee dan Joo Ho Jin terlihat duduk menatap matahari terbenam dengan Gunung Fuji yang gagah. Gak heran kalau kini banyak yang membicarakan Enoshima.
Banyak wisatawan memilih datang sore ke Enoshima karena jarak tempuh dari Tokyo hanya sekitar 1 jam dengan kereta, sehingga mudah dijangkau setelah agenda lain selesai. Selain itu, sebagian besar spot utama di Enoshima justru berada di jalur terbuka yang lebih nyaman dinikmati ketika panas mulai turun.
Kira-kira, kenapa Enoshima selalu ramai saat sore hari, ya? Ternyata, ada banyak faktornya, lho. Simak selengkapnya berikut ini, ya!
1. Waktu kunjungan wisatawan dari Tokyo dan Yokohama bertemu di sore hari

Sebagian besar pengunjung Enoshima berasal dari Tokyo dan Yokohama yang datang menggunakan Odakyu Line atau Enoden. Perjalanan dari Shinjuku ke Stasiun Katase-Enoshima memakan waktu sekitar 65 menit, sehingga membuat banyak orang baru tiba setelah makan siang. Sore hari menjadi titik temu wisatawan harian, pasangan, hingga pekerja lokal yang singgah sebelum pulang. Pola kedatangan yang seragam ini membuat kawasan langsung terasa padat.
Di jam yang sama, rombongan wisata harian juga mulai berdatangan dari Kamakura. Enoshima sering dijadikan destinasi penutup, karena lokasinya searah jalur wisata pesisir. Akibatnya, arus pengunjung menumpuk pada waktu yang hampir bersamaan. Inilah salah satu alasan kenapa Enoshima terlihat paling ramai menjelang sore.
2. Jembatan Enoshima Bentenbashi jadi titik kumpul utama pengunjung

Jembatan Enoshima Bentenbashi sepanjang sekitar 389 meter menjadi area pertama yang langsung dipenuhi orang di sore hari. Banyak pengunjung berhenti di tengah jembatan untuk melihat Laut Sagami sambil menunggu matahari turun. Aktivitas sederhana ini membuat arus berjalan melambat. Walaupun tidak berhenti lama, jumlah orang yang terus berdatangan membuat jembatan tampak selalu penuh.
Selain sebagai akses utama, jembatan ini juga populer untuk foto dengan latar Gunung Fuji saat cuaca cerah. Waktu terbaik biasanya antara pukul 16.00—17.00. Karena spot ini gratis dan mudah dijangkau, hampir semua pengunjung pasti melewatinya. Hal tersebut otomatis menjadikan area ini pusat keramaian.
3. Enoshima Sea Candle paling diminati menjelang matahari terbenam

Enoshima Sea Candle atau mercusuar observasi berada di Samuel Cocking Garden dan mulai ramai sejak sore. Tiket masuk observatorium sekitar 500—600 yen Jepang, tergantung musim. Banyak orang sengaja datang sore agar bisa melihat perubahan warna langit dari atas. Pengunjung biasanya menunggu hingga lampu kota mulai menyala.
Waktu tunggu di area ini membuat orang berkumpul lebih lama dibanding spot lain. Lift dan jalur naik pun sering antre. Karena lokasinya berada di tengah pulau, arus pengunjung menuju dan dari area ini saling bertemu. Kondisi ini menambah kesan padat di hampir seluruh jalur utama Enoshima.
4. Nakamise Street ramai karena waktu makan sore

Nakamise Street di Enoshima mulai padat sekitar pukul 16.00, karena banyak orang mencari camilan. Beberapa makanan yang paling sering dibeli antara lain shirasu-don, tako senbei, dan es krim matcha. Harga camilan berkisar 400—800 yen Jepang, relatif terjangkau untuk wisata harian. Aktivitas makan sambil berjalan membuat pengunjung sering berhenti mendadak.
Toko-toko di area ini juga mulai menyiapkan menu sore hingga malam. Banyak pengunjung memilih makan ringan terlebih dahulu sebelum kembali ke daratan. Akibatnya, arus orang menumpuk di satu jalur yang sama. Hal ini membuat Nakamise Street terlihat jauh lebih ramai dibanding siang hari.
5. Jalur keliling pulau lebih nyaman saat suhu mulai turun

Enoshima memiliki jalur pejalan kaki yang cukup menanjak dan berbatu. Saat siang hari, jalur ini terasa melelahkan karena panas dan minim tempat berteduh. Sore hari menjadi waktu favorit, karena angin laut mulai terasa dan suhu lebih bersahabat. Banyak pengunjung baru berani menjelajah area tebing dan jalur laut di jam ini.
Beberapa spot seperti Chigogafuchi Iwaya lebih sering dikunjungi sore karena pencahayaan lebih lembut. Waktu operasional gua laut memang terbatas, sehingga pengunjung mengatur kunjungan di akhir hari. Pola ini membuat pergerakan wisatawan terkonsentrasi di jam tertentu. Hasilnya, Enoshima terlihat paling ramai justru menjelang malam.
Keramaian Enoshima pada sore hari terbentuk dari pertemuan waktu tempuh, akses transportasi, dan jam terbaik menikmati spot utama. Hampir semua aktivitas wisata di pulau ini mencapai puncaknya di waktu yang sama. Jika ingin suasana lebih lengang, datang pagi bisa jadi pilihan. Namun, apakah suasana sore yang ramai justru menjadi daya tarik utama Enoshima bagi banyak orang? Coba kamu buktikan sendiri, deh!


















