Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fakta Unik Hamhung, Kota Terbesar Kedua di Korea Utara
Pemandangan pusat kota Hamhung dari udara. (commons.wikimedia.org/Uri Tours)

Hamhung adalah sebuah kota di bagian timur-tengah Korea Utara. Ia merupakan ibu kota Provinsi Hamgyong Selatan. Secara historis, Hamhung merupakan pusat perdagangan yang penting. Ia pernah menjadi hub administrasi lokal selama dinasti Choson (1392—1910).

Hamhung berkembang pesat menjadi kota industri modern pada tahun 1928. Hal ini didorong oleh pembangunan pabrik pupuk nitrogen besar di pelabuhan Hungnam, yang terletak sekitar 7,5 mil (12 km) di sebelah tenggara. Adapun perkembangan tambahan berasal dari pembangkit listrik tenaga air di Sungai Pujon dan Changjin. Yuk, simak fakta unik tentang Hamhung berikut ini!

1. Memiliki gedung teater terbesar di Korea Utara

potret bagian luar Teater Besar Hamhung (commons.wikimedia.org/Raymond K. Cunningham, Jr.)

Dibuka pada tahun 1984, Korea Konsult menjelaskan bahwa Teater Besar Hamhung adalah gedung teater terbesar di Korea Utara. Kompleksnya dilaporkan memiliki sekitar 800 ruangan. Aula utamanya berfungsi sebagai lokasi berbagai pertunjukan budaya. Teater ini merupakan pusat utama seni pertunjukan di negara tersebut.

Teater Besar Hamhung menampilkan arsitektur yang ditandai dengan kemegahan. Ia secara rutin menjadi tempat penyelenggaraan konser, opera, dan pertunjukan berskala besar. Melalui presentasi artistik, berkontribusi pada promosi nilai-nilai nasional pula. Secara keseluruhan, Teater Besar Hamhung menjadi simbol penting ekspresi nasional.

2. Terletak 315 kilometer dari Pyongyang

potret sawah di Hamhung (commons.wikimedia.org/Uwe Brodrecht)

Hamhung terletak sekitar 315 kilometer dari Pyongyang. Perjalanan dari Wonsan ke Hamhung menempuh jarak sekitar 113 kilometer. Dengan bus, perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam. Rute ini melintasi dataran pedalaman dan bukan mengikuti garis pantai.

Hamhung adalah kota kunci di pantai timur Korea Utara. Ia dikelilingi oleh dataran luas dan lahan pertanian. Lanskapnya mendukung pertanian, industri, dan transportasi. Hal ini menjadikan Hamhung sebagai pusat regional yang penting.

3. Dibangun kembali oleh Jerman Timur pasca-Perang Korea

potret tari massal di Hamhung (commons.wikimedia.org/Mario Micklisch)

Hamhung adalah kota terbesar kedua di Korea Utara dan kadang disebut sebagai "kota terakhir Jerman Timur". Ia mengalami kerusakan parah selama Perang Korea. Dari tahun 1955 hingga 1962, Jerman Timur memimpin upaya rekonstruksi besar-besaran di Hamhung. Koryo Tours menyebutkan bahwa upaya ini termasuk memulihkan industri.

Jerman Timur bukanlah satu-satunya pihak yang terlibat dalam pembangunan kembali Korut. Relawan Rakyat China menetap hingga tahun 1958 untuk membantu rekonstruksi. Hungaria juga memberikan kontribusi signifikan. Tim medisnya, yang dikirim pada tahun 1950, tinggal hingga tahun 1957.

Hamhung terkenal bukan hanya karena merupakan kota terbesar kedua di Korea Utara. Arsitekturnya menceritakan kisah-kisah penting dari masa lalu bangsa. Kerja sama internasional yang luar biasa selama Perang Dingin memengaruhi perkembangannya. Bersama-sama, aspek-aspek ini menjelaskan nilai historis Hamhung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team