pesawat THAI Airways (unsplash.com/Bornil Amin)
Chai Eamsiri, CEO THAI Airways menegaskan kembali bahwa harga tiket telah dinaikkan di beberapa rute untuk sebab biaya bahan bakar jet telah melonjak hampir 100 persen imbas situasi di Timur Tengah yang memanas belakangan ini. Ia mengatakan, "Kami (THAI Airways) tidak mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Ini hanyalah penyesuaian yang sejalan dengan biaya yang lebih tinggi."
Pada 2026, THAI Airways juga berencana untuk memperluas armadanya dari 80 pesawat menjadi 102 pesawat yang terdiri dari 67 pesawat wide-body dan 35 pesawat narrow-body. Selain itu, maskapai tersebut dijadwalkan akan menerima pengiriman 14 pesawat Boeing 787-9 wide-body dan 14 pesawat Airbus A321neo narrow-body tahun ini.
Di tahun ini, THAI Airways bahkan akan merencanakan rute baru dan perluasan jalur, termasuk Amsterdam (Q3) dan Auckland di Selandia Baru (Q3). Mereka juga akan menambah banyak destinasi di China menggunakan pesawat narrow-body, seperti Changsha, Xiamen, dan Chongqing (Q2-Q3), serta Busan di Korea Selatan (Q2) dan Da Nang di Vietnam (Q4).