Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hong Kong Rilis Aplikasi Baru untuk Bantu Proses Imigrasi
Hong Kong (unsplash.com/Cheung Yin)
  • Hong Kong meluncurkan aplikasi Go Hong Kong pada 16 September 2026 untuk memungkinkan wisatawan asing yang memenuhi syarat mendaftar e-Channel sebelum perjalanan.

  • Layanan ini ditujukan bagi pengunjung berusia minimal 18 tahun yang telah dua kali tiba melalui Bandara Internasional Hong Kong dalam 24 bulan, termasuk pemegang paspor Indonesia.

  • Pendaftaran memerlukan paspor elektronik, NFC, pemindaian identitas, pengenalan wajah, email, dan tanggal kedatangan; pengajuan biasanya diproses 24 jam, sementara e-Channel berlaku dua tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hong Kong bertekad untuk terus menggaet lebih banyak wisatawan asing. Pada Rabu (16/9/2026) lalu, negara yang dijuluki Mutiara dari Timur tersebut resmi meluncurkan Go Hong Kong, aplikasi seluler yang akan memudahkan proses imigrasi bagi yang sering jalan-jalan ke sana.

Dengan layanan baru ini, sebagian besar prosedur untuk masuk ke Hong Kong kini dapat diselesaikan sebelum perjalanan. Selain itu, Go Hong Kong juga secara khusus dirancang agar wisatawan asing yang memenuhi syarat dapat mendaftar e-Channel.

1. Mengenal Go Hong Kong, aplikasi imigrasi kilat untuk turis

Bandara Internasional Hong Kong (unsplash.com/Al Reile Dela Torre)

Baru-baru ini, Departemen Imigrasi Hong Kong mengumumkan peluncuran aplikasi seluler bernama Go Hong Kong. Layanan baru ini dirancang untuk memudahkan orang-orang yang memenuhi syarat agar dapat mendaftar e-Channel. Pasalnya, sampai sekarang, wisatawan asing yang ingin menggunakan gerbang imigrasi otomatis ini harus menyelesaikan pendaftaran setelah tiba di Hong Kong. Dengan Go Hong Kong, sebagian besar proses sekarang bisa diselesaikan sebelum perjalanan melalui smartphone.

Sayangnya, Go Hong Kong tidak berlaku bagi wisatawan asing yang pertama kali datang ke Hong Kong, nih. Aplikasi seluler ini dikhususkan bagi "pengunjung setia" negara tersebut. Bagi yang memenuhi syarat, berikut cara mendaftar e-Channel melalui Go Hong Kong.

  1. Berusia minimal 18 tahun.

  2. Memiliki dokumen elektronik yang valid dan visa masuk ganda (multiple entry) Hong Kong bagi kewarganegaraan tertentu.

  3. Tidak memiliki catatan buruk dengan pihak berwenang Daerah Administratif Khusus Hong Kong.

  4. Telah melakukan setidaknya 2 kali kunjungan ke Hong Kong melalui Bandara Internasional Hong Kong selama 24 bulan sebelum pengajuan permohonan.

Wisatawan asing dengan paspor elektronik dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, serta beberapa negara Eropa, seperti Prancis hingga Spanyol, memenuhi syarat untuk mendaftar e-Channel. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan pihak imigrasi yang berhak menolak permohonan kapan pun.

2. 2. Keunggulan dan fitur utama aplikasi Go Hong Kong

ilustrasi dokumen perjalanan (unsplash.com/Kit)

Perubahan utama yang diperkenalkan oleh Go Hong Kong adalah kemampuan untuk menyelesaikan proses pendaftaran sebelum tiba di Hong Kong. Menurut Departemen Imigrasi Hong Kong, wisatawan asing yang memenuhi syarat harus menggunakan smartphone yang dilengkapi dengan kamera, akses internet, dan teknologi NFC yang mampu membaca chip elektronik di paspor atau dokumen perjalanan.

Aplikasi Go Hong Kong dapat diunduh secara gratis dari Google Play Store, Huawei AppGallery, atau langsung sebagai file APK dari situs web Departemen Imigrasi Hong Kong. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada versi iPhone/iOS yang terdaftar oleh otoritas setempat atau tersedia di App Store.

Proses registrasi tersebut secara khusus mensyaratkan beberapa hal berikut. Apa saja?

  1. Perkiraan tanggal kedatangan di Hong Kong dalam 3 bulan ke depan.

  2. Alamat e-mail.

  3. Pindai halaman identitas paspor atau dokumen perjalanan.

  4. Pengenalan wajah untuk memverifikasi identitas pemohon.

3. Pengajuan e-Channel di Go Hong Kong diproses dalam waktu 24 jam

ilustrasi seseorang yang mengakses Go Hong Kong (pexels.com/Porapak Apichodilok)

Departemen Imigrasi menyatakan bahwa pengajuan e-Channel biasanya akan diproses dalam waktu 24 jam setelah diterima. Namun, proses dapat memakan waktu lebih lama jika diperlukan pemeriksaan tambahan. Permohonan juga diproses berdasarkan tanggal kedatangan yang dinyatakan, dengan prioritas diberikan kepada wisatawan asing yang rencana perjalanannya ke Hong Kong semakin dekat.

Setelah pendaftaran disetujui, wisatawan asing harus memasuki Hong Kong paling lambat pada tanggal kedatangan yang ditentukan dalam Go Hong untuk mengaktifkan akses e-Channel. Apabila mereka tidak memasuki Hong Kong pada tanggal tersebut, pendaftaran akan otomatis batal dan permohonan baru harus diajukan melalui aplikasi seluler tersebut.

Masa aktif e-Channel adalah 2 tahun dan akan diperpanjang secara otomatis selama dua tahun lagi setiap kali wisatawan asing memasuki Hong Kong, seperti dilansir VisasNews. Namun, e-Channel akan hangus jika masa berlaku paspor atau visa habis.

4. Daftar 100 negara yang bisa daftar Go Hong Kong

ilustrasi seseorang di bandara (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

Departemen Imigrasi Hong Kong telah merilis daftar paspor yang dapat digunakan untuk mendaftar Go Hong Kong secara online dengan smartphone. Daftar ini sebagian besar berisi paspor dari berbagai negara dan wilayah. Uniknya, urutan ke-100 dalam daftar tersebut adalah izin khusus untuk penduduk Taiwan, yang disebut "Tai Bao Zheng."

Bagian 1 (A - D)

  1. Albania

  2. Aljazair (Algeria)

  3. Argentina

  4. Armenia

  5. Australia

  6. Austria

  7. Azerbaijan

  8. Bahama

  9. Barbados

  10. Belarus

  11. Belgia

  12. Benin

  13. Bosnia dan Herzegovina

  14. Botswana

  15. Brasil

  16. Britania Raya (United Kingdom)

  17. Bulgaria

  18. Kanada

  19. Chili

  20. Kolombia

  21. Pantai Gading (Cote d'Ivoire)

  22. Kroasia

  23. Siprus

  24. Republik Ceko

  25. Denmark

Bagian 2 (E - K)

  1. Ekuador

  2. Estonia

  3. Fiji

  4. Finlandia

  5. Prancis

  6. Georgia

  7. Jerman

  8. Yunani

  9. Grenada

  10. Hungaria

  11. Islandia

  12. India

  13. Indonesia

  14. Irlandia

  15. Israel

  16. Italia

  17. Jamaika

  18. Jepang

  19. Yordania

  20. Kazakhstan

  21. Kenya

  22. Kirgistan

  23. Korea Selatan

  24. Kuwait

Bagian 3 (L - P)

  1. Laos

  2. Latvia

  3. Lebanon

  4. Liechtenstein

  5. Lituania

  6. Luksemburg

  7. Makedonia Utara

  8. Madagaskar

  9. Malawi

  10. Malaysia

  11. Maladewa

  12. Malta

  13. Mauritius

  14. Meksiko

  15. Moldova

  16. Monako

  17. Mongolia

  18. Montenegro

  19. Maroko

  20. Namibia

  21. Belanda

  22. Selandia Baru

  23. Norwegia

  24. Oman

  25. Panama

  26. Peru

  27. Filipina

  28. Polandia

  29. Portugal

Bagian 4 (Q - Z & Dokumen Khusus)

  1. Qatar

  2. Rumania

  3. Rusia

  4. Saint Kitts dan Nevis

  5. Saint Lucia

  6. Saint Vincent dan Grenadine

  7. San Marino

  8. Arab Saudi

  9. Serbia

  10. Seychelles

  11. Singapura

  12. Slowakia

  13. Slovenia

  14. Afrika Selatan

  15. Spanyol

  16. Sri Lanka

  17. Swedia

  18. Swiss

  19. Thailand

  20. Uni Emirat Arab

  21. Amerika Serikat

  22. Mainland Travel Permit for Taiwan Residents atau Tai Bao Zheng

Peluncuran Go Hong Kong tidak menggantikan visa dan tidak mengubah persyaratan yang harus dipenuhi oleh wisatawan asing untuk memasuki Hong Kong. Aplikasi seluler tersebut hanyalah alternatif bagi "pengunjung setia" yang memenuhi syarat untuk mendaftar e-Channel dari jarak jauh. Siapa yang berencana liburan ke Hong Kong lagi dalam waktu dekat, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article