Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Itinerary 3 Hari di Jeddah, Jelajah Kota Tua sampai Pantai
Jeddah (unsplash.com/shahad hassan)
  • Itinerary tiga hari di Jeddah mengajak wisatawan menjelajahi Al-Balad, kawasan kota tua bersejarah dengan bangunan coral stone dan pasar tradisional Souq Al-Alawi yang penuh aroma rempah.
  • Corniche Jeddah menawarkan panorama Laut Merah dan King Fahd Fountain yang megah, menjadi spot favorit warga untuk jogging, bersantai, hingga menikmati pemandangan senja berlampu warna-warni.
  • Pengalaman kuliner khas seperti kabsah dan seafood segar melengkapi perjalanan, sementara hari terakhir bisa dihabiskan snorkeling atau bersantai di pantai tenang sekitar Obhur Creek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jeddah bukan sekadar kota transit sebelum Mekah atau Madinah. Kota ini punya karakter sendiri, yakni campuran antara warisan budaya yang kuat dan modernitas yang terus bertumbuh. Wisatawan yang meluangkan waktu beberapa hari di sini biasanya kembali dengan kesan yang jauh lebih menyenangkan daripada yang mereka ekspektasikan.

Di balik gedung-gedung tinggi dan mal yang ramai, ada lorong-lorong tua berbau rempah, bangunan coral berusia ratusan tahun, dan garis pantai yang memanjang di tepi Laut Merah. Jangan kamu lewatkan, ikuti itinerary 3 hari di Jeddah untuk eksplorasi keindahan kotanya berikut ini. Dijamin betah, deh!

1. Mulai wisata dari jantung kota tua, Al-Balad

Al-Balad (commons.wikimedia.org/Anne and David)

Al-Balad menjadi titik yang paling tepat untuk memulai perjalanan di Jeddah. Kawasan ini masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 2014. Bangunan-bangunannya terbuat dari batu karang laut yang disebut coral stone dan sebagian sudah berdiri lebih dari 4 abad. Berjalan kaki di sini terasa seperti memasuki lapisan waktu yang berbeda.

Perhatikan detail ukiran kayu pada jendela dan balkon yang disebut Rowshan. Setiap rumah punya ornamen yang berbeda-beda. Di siang hari, cahaya matahari menembus celah ukiran itu dan menciptakan pola bayangan yang indah di lantai. Setelah puas berkeliling, mampir ke Souq Al-Alawi untuk mencari rempah, parfum lokal, atau oleh-oleh khas Jeddah.

2. Corniche Jeddah dan pemandangan King Fahd Fountain

Corniche Jeddah (commons.wikimedia.org/Tahir mq)

Corniche Jeddah membentang lebih dari 30 kilometer di sepanjang Laut Merah. Ini adalah ruang terbuka paling ikonik di kota ini. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk datang karena masih segar dan pencahayaannya bagus untuk foto. Banyak warga lokal yang jogging atau sekadar duduk menikmati pemandangan dari bangku-bangku di tepi laut.

Dari Corniche, kamu bisa melihat King Fahd Fountain dengan jelas. Air mancur ini adalah salah satu yang tertinggi di dunia, dengan semburan mencapai lebih dari 300 meter. Tontonan terbaik adalah saat matahari sudah mulai turun, karena air mancur itu diterangi lampu warna-warni yang spektakuler.

3. Coba wisata kuliner, seperti kabsah sampai seafood segar

ilustrasi mandi (commons.wikimedia.org/Moheen Reeyad)

Jeddah memiliki reputasi kuliner yang kuat di kalangan pelancong Arab Saudi. Hidangan paling representatif di sini adalah kabsah, nasi berbumbu yang dimasak bersama daging kambing atau ayam. Rasanya kaya rempah tanpa terlalu pedas. Kalau mau coba versi yang lebih lokal, cari warung makan kecil di sekitar Al-Balad daripada restoran besar.

Sore hari, arahkan langkah ke kawasan pesisir untuk makan seafood. Ikan, udang, dan cumi yang baru diangkat dari laut biasanya langsung dimasak di tempat. Pilihan bumbu bisa disesuaikan, mulai dari yang simpel dengan lemon dan bawang putih sampai yang diolah dengan saus khas lokal. Pengalaman makan dengan pemandangan Laut Merah di depan mata itu susah dilupakan.

4. Hari terakhir nikmati waktu santai di tepi Laut Merah

Obhur Creek (commons.wikimedia.org/Timofey Proydenko)

Laut Merah di Jeddah memiliki air yang jernih dan terumbu karang yang masih terjaga di beberapa titik. Banyak operator tur lokal menawarkan paket snorkeling atau menyelam harian dari dermaga di sekitar Corniche. Harga biasanya sudah termasuk perlengkapan dan pemandu. Booking sehari sebelumnya lebih aman supaya dapat slot di pagi hari.

Kalau tidak ingin menyelam, pantai-pantai di kawasan utara Jeddah, seperti Al-Nawras atau area sekitar Obhur Creek, tetap bisa dinikmati. Air di sana dangkal dan tenang, cocok untuk berendam santai. Beberapa spot juga menyediakan penyewaan kayak atau paddleboard. Ini cara yang bagus untuk menghabiskan hari terakhir sebelum pulang.

Tiga hari di Jeddah memang tidak akan cukup untuk menjangkau semuanya, tapi cukup untuk menghabiskan waktu di kota ini. Bawa sepatu yang nyaman untuk berjalan jauh, siapkan baju yang sopan, terutama saat masuk kawasan bersejarah, dan jangan terlalu padat mengisi jadwal supaya masih ada ruang untuk hal-hal tak terduga yang justru jadi momen terbaik perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team