ilustrasi sarapan bersama di Savana Bromo (dok. IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
Tak hanya Semeru, kawasan wisata Gunung Bromo juga memiliki sejumlah jadwal penutupan yang berkaitan dengan adat, perayaan keagamaan, dan pemulihan lingkungan. Berikut detailnya.
1. Penutupan Akhir Wulan Kapitu
Penutupan rutin ini berkaitan dengan agenda adat masyarakat Tengger. Kawasan Bromo akan ditutup pada 17 Januari pukul 15.00 WIB—18 Januari pukul 23.59 WIB. Penutupan dilakukan untuk menjaga kekhusyukan prosesi adat yang menjadi bagian penting dari budaya setempat.
2. Hari Raya Nyepi
Dalam rangka menghormati perayaan Nyepi, kawasan Bromo ditutup sepenuhnya pada 19—20 Maret 2026. Selama periode ini, seluruh aktivitas wisata dihentikan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu.
3. Penutupan Pemulihan Ekosistem Pasca-Lebaran
Lonjakan wisatawan selama libur Idul Fitri membuat kawasan Bromo perlu waktu untuk beristirahat. Oleh karena itu, Bromo akan ditutup sementara pada 6 April pukul 09.00 WIB—12 April pukul 10.00 WIB guna mendukung pemulihan ekosistem secara alami.
4. Hari Raya Yadnya Kasada dan Pembersihan Pasca-Kasada
Ritual Yadnya Kasada merupakan tradisi sakral masyarakat Tengger yang digelar setiap tahun. Demi kelancaran upacara dan proses pembersihan setelahnya, kawasan Bromo ditutup pada 30 Mei pukul 09.00 WIB—2 Juni pukul 10.00.
5. Penutupan Awal Wulan Kapitu (Akhir Tahun)
Menjelang akhir tahun, Bromo kembali ditutup untuk menyambut masa Wulan Kapitu dalam kalender Tengger. Penutupan ini berlangsung pada 8 Desember pukul 15.00—9 Desember pukul 23.59.