Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Gunung Ciremai
ilustrasi Gunung Ciremai (instagram.com/abdurrohman_photography)

Intinya sih...

  • Jalur Apuy merupakan jalur pendakian paling populer dengan waktu tempuh 6-8 jam, tanjakan berat, minim sumber air, dan padang bunga edelweis.

  • Jalur Palutungan memiliki trek lebih ramah dengan waktu tempuh 10-11 jam, tanjakan berpasir licin, dan jalur berpasir licin dengan kemiringan ekstrem.

  • Jalur Linggarjati adalah jalur paling sulit dengan waktu tempuh 12-14 jam, tanjakan seperti Seruni dan Bapa Tere yang sulit dilalui, hutan rapat, jalanan berbatu, dan jalur curam nan terjal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika ingin mendaki Gunung tinggi di Indonesia, kebanyakan orang akan pergi ke Gunung Rinjani atau Gunung Kerinci. Memang, sih, kedua gunung ini masuk dalam jajaran gunung tertinggi di Indonesia. Namun, jika tinggal di daerah Jakarta dan sekitarnya, kamu sebetulnya gak perlu terbang jauh-jauh ke Lombok kalau ingin menantang diri untuk menaklukkan puncak tertinggi.

Di Jawa Barat, ada Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya berada di antara Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon yang gak begitu jauh dari wilayah Jabodetabek. Sama seperti kebanyakan gunung lain, jalur pendakian Gunung Ciremai juga terdiri dari beberapa alternatif.

Supaya bisa jadi acuanmu nanti, berikut beberapa jalur pendakian Gunung Ciremai yang bisa kamu pilih untuk menuju puncaknya. Memang gak semuanya mudah, tapi pemandangan di sepanjang perjalanan bikin kamu terpukau, deh!

1. Jalur Apuy

ilustrasi seorang pendaki di jalur pendakian (unsplash.com/Albert Vincent Wu)

Di antara semua jalur pendakian Gunung Ciremai yang tersedia, Jalur Apuy jadi yang paling populer. Selain karena jalan menuju basecamp-nyamudah diakses, Jalur Apuy juga merupakan jalur pendakian terpendek menuju puncak. Mayoritas pendaki yang memilih jalur ini biasanya bisa mencapai puncak dalam waktu 6—8 jam. Namun, karena merupakan jalur terpendek, kondisi trek jadi lumayan berat dengan tanjakan melimpah.

Di jalur ini, sumber air juga cukup minim, sehingga pendaki wajib membawa cadangan air sendiri dalam jumlah banyak. Kabar baiknya, kamu gak akan melulu menghadapi tanjakan, melainkan juga melewati padang bunga edelweis. Jika beruntung mendaki saat bunga-bunganya sedang mekar, pemandangannya sangat indah. Setimpal dengan rasa lelah yang dirasakan untuk melihatnya.

2. Jalur Palutungan

ilustrasi pendaki menikmati matahari terbit (unsplash.com/Dylan Alcock)

Sedikit lebih lama dari Jalur Apuy, Jalur Palutungan juga merupakan jalur favorit banyak pendaki. Memilih jalur ini, para pendaki akan menempuh perjalanan sepanjang 9,8 kilometer dan melewati 8 pos menuju puncak. Mayoritas pendaki, biasanya membutuhkan waktu antara 10—11 jam pendakian. Dibandingkan jalur lain, Jalur Palutungan termasuk jalur yang nyaman dilalui.

Selain karena waktu pendakian yang tergolong singkat, jalur pendakian ini juga punya trek lebih ramah. Tentu saja kamu masih akan berhadapan dengan tanjakan beruntun, salah satunya Tanjakan Asoy di Pos 5 yang menguji mental. Perjalanan menuju puncak akan lebih sulit, karena kamu akan melewati jalur berpasir licin dengan kemiringan cukup ekstrem.

3. Jalur Linggarjati

ilustrasi pendaki dengan tas gunung di jalur pendakian (unsplash.com/Alvian Hasby)

Dari semua jalur pendakian Gunung Ciremai, Jalur Linggarjati adalah jalur yang paling sulit ditaklukkan. Jika kamu bukan pendaki berpengalaman, ada baiknya kalau kamu menghindari jalur satu ini. Basecamp Linggarjati terletak di Desa Linggarjati yang berada di ketinggian 652 mdpl. Jalur Linggarjati sendiri merupakan jalur pendakian terpanjang di Ciremai. Jika lewat jalur kain puncak bisa digapai dalam waktu 8—10 jam, di jalur ini kamu butuh waktu setidaknya 12—14 jam pendakian.

Gak hanya panjang, Jalur Linggarjati terkenal dengan tanjakannnya seperti tanjakan Seruni dan Bapa Tere yang sulit untuk dilalui. Belum lagi, kamu akan melewati hutan dengan vegetasi rapat dan jalanan berbatu. Di beberapa titik juga terdapat jalur curam nan terjal. Gak hanya soal fisik, mental kamu benar-benar akan diuji di jalur ini.

4. Jalur Linggasana

ilustrasi seorang pendaki solo di jalur pendakian (unsplash.com/Sylwia Bartyzel)

Gak jauh dari Linggarjati, ada jalur lain yang gak kalah menantang, yakni Jalur Linggasana. Diresmikan pada 2012, basecamp Linggasana cukup nyaman dengan fasilitas lengkap plus gardu pandang untuk melihat keindahan Gunung Ciremai dari ketinggian. Namun, kamu gak boleh tertipu dengan nyamannnya basecamp.

Di mulai dari ketinggian 673 mdpl, Jalur Linggasana gak kalah ekstrem dari Linggarjati. Kamu akan melewati banyak variasi jalur, termasuk menghadapi tanjakan curam yang bikin adrenalin terpacu dan hutan lebat. Jalur Linggasana terdiri dari 9 pos, dengan estimasi waktu pemdakian sekitar 10—11 jam. Meski gak seekstrem Jalur Linggarjati, Jalur Linggasana juga sebaiknya dihindari oleh pendaki pemula yang belum berpengalaman.

5. Jalur Trisakti Sadarehe

ilustrasi spot kemping di Gunung Ciremai (instagram.com/majalengkaoutdoor)

Jalur Trisakti Sadarehe merupakan jalur baru yang ada di Gunung Ciremai. Dibuka pada Agustus 2022, jalur ini cocok buat kamu yang ingin menikmati pemandangan terbaik di Gunung Ciremai. Sebagai jalur baru, Jalur Trisakti Sadarehe terkenal dengan pemandangan cantik. Mulai dari padang sabana di ketinggian 2.670 mdpl, hingga fenomena matahari terbit dan terbenam yang memukau.

Pendakian di mulai dari basecamp Sadarehe yang berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh. Kebanyakan pendaki biasanya membutuhkan waktu antara 9-10 jam pendakian untuk sampai ke puncak Gunung Ciremai dari Jalur Trisakti Sadarehe. Meski tergolong jalur yang pendek, kamu tetap wajib mempersiapkan fisik dan mental sebelum memulai pendakian. Ini karena, meski pemandangannya memukau mata, tanjakan di jalur ini juga cukup menyiksa.

Dibandingkan gunung lain di Jawa Barat, seperti Gede Pangrango, Gunung Ciremai memiliki jalur pendakian yang lebih sulit. Jika ini merupakan kali pertama kamu mendaki Gunung Ciremai, ada baiknya kalau kamu memulai pendakian dari Jalur Apuy. Selain lebih pendek, trek pendakian juga gak seekstrem jalur lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team