Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Osaka Castle di Osaka, Jepang
Potret Osaka Castle di Osaka, Jepang (IDN Times/Naufal Al Rahman)

Bepergian ke luar negeri memang selalu terasa menyenangkan. Kita jadi bisa mengeksplorasi destinasi baru, mencicipi kuliner lokal, dan merasakan budaya yang berbeda. Namun, banyak orang juga memikirkan satu hal penting, yakni soal keamanan di negara tujuan.

Kekhawatiran soal kriminalitas, aturan lokal, hingga rasa aman saat beraktivitas sering menjadi pertimbangan utama sebelum berangkat. Nah, buat kamu yang berencana liburan ke Jepang tahun ini, pilihanmu sudah tepat!

Jepang dinobatkan sebagai negara teraman di Asia 2026 versi perusahaan asuransi perjalanan, Berkshire Hathaway Travel Protection. Penilaian ini didasarkan pada survei terhadap wisatawan Amerika tentang rasa aman mereka saat berkunjung ke Asia.

Data tersebut kemudian dikombinasikan dengan Global Peace Index, Numbeo, GeoSure, serta hasil penilaian tahun-tahun sebelumnya. Dari berbagai indikator itu, Jepang masuk sebagai salah satu negara Asia teraman untuk dikunjungi.

Lantas, apa saja alasan di balik penilaian tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Hukum yang ketat

Jepang memiliki sistem hukum yang jelas dan dijalankan secara konsisten. Salah satu aturan yang ketat adalah terkait gangguan ketertiban umum. Aturan ini dibuat untuk menjaga kenyamanan ruang publik dan mengatur perilaku yang dianggap mengganggu, meski tidak selalu masuk kategori kejahatan berat.

Selain itu, Jepang sangat tegas dalam hal lalu lintas, narkoba, dan perilaku di tempat umum. Pelanggaran kecil yang mungkin dianggap sepele di negara lain bisa berujung denda atau masalah hukum di Jepang.

Oleh karena itu, wisatawan cenderung lebih berhati-hati dan mengikuti aturan yang berlaku. Kondisi ini membuat lingkungan terasa lebih aman dan tertib. Warga lokal dan wisatawan pun tak berbuat sembarangan.

2. Budaya masyarakat Jepang yang harmonis

Potret Shibuya Crossing, Jepang (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Masyarakat Jepang mengenal istilah wa yang berarti harmoni. Nilai ini menjadi dasar dalam kehidupan sehari-hari dan memengaruhi cara mereka bersikap terhadap orang lain. Sejak kecil, orang Jepang diajarkan untuk menjaga sikap, agar tidak mengganggu kenyamanan orang di sekitarnya.

Kamu bisa melihatnya dari kebiasaan sederhana, seperti berbicara dengan suara pelan di tempat umum, menghargai antrean, dan mengutamakan kepentingan bersama. Budaya ini mendorong masyarakat Jepang untuk saling menghormati dan menghindari konflik. Bagi wisatawan, suasana seperti ini membuat aktivitas liburan terasa lebih aman dan nyaman.

3. Disiplin dan patuh terhadap norma

Disiplin menjadi sikap penting dalam kehidupan masyarakat Jepang. Nilai ini ditanamkan sejak usia dini melalui pendidikan di rumah dan sekolah.

Anak-anak di Jepang dibiasakan membersihkan ruang kelas, membantu menyiapkan makanan, dan bertanggung jawab atas tugas di rumah. Orangtua mereka juga memberi contoh langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Kamu juga bisa melihat kepatuhan orang Jepang di ruang publik. Misalnya saat menggunakan transportasi umum, masyarakat Jepang selalu antre dengan tertib dan mengikuti tanda yang ada.

Jika ada larangan merokok, mereka benar-benar mematuhi aturan itu. Melanggar norma dianggap sebagai hal yang memalukan. Kebiasaan ini menciptakan lingkungan yang teratur dan minim risiko bagi siapa pun, termasuk wisatawan.

Predikat Jepang sebagai negara teraman di Asia 2026 membuktikan keamanan di negara ini lahir dari sikap dan budaya masyarakatnya sendiri. Jadi, buat kamu yang ingin liburan dengan perasaan lebih tenang, Jepang bisa menjadi pilihan tepat untuk traveling tanpa rasa khawatir.

Editorial Team