5 Kuil Bersejarah di Nara yang Masih Aktif hingga Sekarang

Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Jepang dan ingin merasakan suasana yang tenang, Nara bisa jadi pilihan tepat. Kota ini dikenal sebagai pusat awal perkembangan agama Buddha di Jepang dengan banyak kuil bersejarah yang masih berdiri megah. Menariknya, beberapa kuil tersebut masih aktif digunakan hingga sekarang.
Berjalan-jalan di Nara bukan hanya melihat bangunan tua, tetapi juga merasakan napas spiritual yang masih hidup hingga saat ini. Kamu bisa menyaksikan aktivitas ibadah, ritual keagamaan, dan keseharian para biksu. Yuk, kenali lima kuil bersejarah di Nara yang tetap aktif dan sarat nilai budaya berikut!
Table of Content
1. Tōdai-ji
Tōdai-ji adalah kuil paling terkenal di Nara dan menjadi rumah bagi patung Buddha Vairocana raksasa. Kuil ini dibangun pada abad ke-8 dan hingga kini masih aktif sebagai pusat ibadah Buddha. Bangunan utamanya, Daibutsuden, juga dikenal sebagai salah satu struktur kayu terbesar di dunia.
Selain beribadah, pengunjung bisa melihat langsung ritual keagamaan yang dilakukan secara rutin. Suasana sakral terasa kuat, terutama saat pagi hari saat kuil belum terlalu ramai. Tōdai-ji menjadi bukti warisan sejarah bisa tetap hidup di tengah modernitas.
2. Kōfuku-ji

Kōfuku-ji dulunya merupakan kuil keluarga klan Fujiwara yang sangat berpengaruh di Jepang. Kuil ini memiliki pagoda lima tingkat yang menjadi salah satu ikon Kota Nara. Hingga saat ini, Kōfuku-ji masih aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan dan perayaan tertentu.
Area kuilnya luas dan tenang, cocok untuk kamu yang ingin menikmati wisata spiritual. Museum di kompleks kuil juga menyimpan berbagai patung Buddha bersejarah. Perpaduan fungsi religius dan edukatif membuat Kōfuku-ji selalu menarik dikunjungi.
3. Yakushi-ji
Yakushi-ji dikenal sebagai kuil yang didedikasikan untuk Buddha Penyembuh, Yakushi Nyorai. Sejak didirikan pada abad ke-7, kuil ini tetap aktif dan menjadi tempat doa untuk kesehatan. Arsitekturnya yang simetris memberikan kesan anggun dan menenangkan.
Para biksu di Yakushi-ji masih menjalankan ritual harian hingga sekarang. Pengunjung juga bisa mengikuti sesi meditasi atau mendengarkan ceramah singkat. Pengalaman ini membuat kunjungan ke Yakushi-ji terasa lebih bermakna.
4. Tōshōdai-ji

Tōshōdai-ji didirikan oleh biksu asal Tiongkok, Ganjin, yang membawa ajaran Buddha Ritsu ke Jepang. Kuil ini menjadi pusat penting dalam sejarah pendidikan Buddha. Hingga kini, Tōshōdai-ji masih aktif sebagai tempat praktik keagamaan.
Bangunan kuilnya sederhana, tetapi sarat nilai sejarah. Suasananya cenderung lebih sepi dibandingkan kuil populer lainnya di Nara. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati ketenangan dan melakukan refleksi diri.
5. Hōryū-ji
Hōryū-ji dikenal sebagai salah satu kompleks bangunan kayu tertua di dunia. Kuil ini telah berdiri sejak abad ke-7 dan masih aktif hingga sekarang. Keberadaannya menjadi bukti kehebatan teknik arsitektur kuno Jepang.
Selain beribadah, Hōryū-ji juga menjadi situs Warisan Dunia UNESCO. Aktivitas keagamaan tetap berjalan berdampingan dengan kunjungan wisatawan. Setiap sudutnya menyimpan cerita panjang tentang sejarah dan spiritualitas.
Menjelajahi kuil-kuil bersejarah di Nara bisa jadi pengalaman yang menenangkan, sekaligus membuka wawasan. Mulai dari arsitektur kuno hingga ritual yang masih hidup, semuanya menghadirkan kesan mendalam. Jangan lupa siapkan waktu lebih lama, agar kamu bisa benar-benar menikmati suasana khas Nara.


















