ilustrasi wisatawan mancanegara yang berlibur ke Jepang (unsplash.com/Caleb Jack)
Jika dilihat dari jumlah kunjungan per prefektur pada 2025 berdasarkan total malam menginap tamu asing, Tokyo menyumbang 34 persen dari jumlah keseluruhan. Kemudian, diikuti oleh Prefektur Osaka sebesar 14 persen, Prefektur Kyoto sebesar 11 persen, Hokkaido sebesar 7 persen, Okinawa sebesar 5 persen, dan Prefektur Fukuoka sebesar 4 persen.
Banyak prefektur di luar tiga wilayah metropolitan utama mencatatkan tingkat hunian kamar di bawah 60 persen pada 2025, yang menunjukkan adanya kelebihan kapasitas akomodasi. Penargetan 60 juta pengunjung mancanegara pada 2030 akan bergantung pada apakah Jepang dapat mengarahkan lebih banyak wisatawan asing ke destinasi regional.
Tantangan terbesar bagi pariwisata regional juga adalah apakah tempat tersebut menarik untuk dikunjungi dan ditinggali. Pada 2026 ini saja, masih banyak wisatawan asing yang memilih "liburan aman" dengan berkunjung ke area-area populer di Jepang, terutama Tokyo, karena menawarkan perpaduan unik antara tradisi kuno dan teknologi mutakhir.
Maka dari itu, 10 organisasi manajemen destinasi wilayah luas, seperti Organisasi Promosi Pariwisata Tohoku, akan ditugaskan untuk ikut terlibat. Organisasi-organisasi tersebut menyatukan operator kereta api lokal, bank, dan pemerintah daerah dalam dorongan "urusan lokal ditangani secara lokal" yang diharapkan dapat memperkuat daya tarik regional.